Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.45 Vol.15/2012 / e-JEMMi No.45 Vol.15/2012

e-JEMMi No.45 Vol.15/2012


Dasar-Dasar Pekerjaan Misi

Sekilas, Perjanjian Lama (PL) sepertinya tidak banyak berbicara tentang misi, namun lebih sering mengisahkan tentang perang yang brutal dan pembantaian terhadap berbagai bangsa penyembah berhala. Juga, PL tampaknya hanya menyisakan sedikit ruang bagi pengampunan, dan sepertinya belum siap memberkati bangsa-bangsa penyembah berhala dengan pemberitaan Kabar Baik.

Terlibat dalam Misi 1 (Editorial Edisi 45-2012)

Shalom,

Banyak orang Kristen terpanggil dalam pelayanan misi ke berbagai daerah, bahkan sampai ke luar negeri. Tentu ada faktor pendorong yang sangat kuat, yang mampu "memindahkan" mereka ke tempat yang bahkan tidak mereka ketahui apakah ada jaminan keselamatan atas hidup mereka di sana atau tidak. Hal ini juga yang mendorong kami untuk menyajikan pembahasan tentang dasar-dasar pekerjaan misi. Dengan membaca artikel ini, kami berharap kita dapat mengetahui bagaimanakah Alkitab, khususnya PL, memandang pekerjaan misi ini. Selamat membaca.

India Tahun 2012

World Evangelical Alliance (WEA) melaporkan mengenai negara bagian Karnataka, India, yang membutuhkan perhatian. Akhir-akhir ini, mereka lebih sering mengalami penyerangan. WEA menyatakan, "Partai Hindu yang berkuasa (BJP) tampaknya mendorong kantong-kantong suara mayoritas Hindu untuk menciptakan krisis tersebut." Beberapa tokoh kunci BJP kini tengah menghadapi tuduhan korupsi, sementara partai tersebut tengah mengalami masalah internal.

Afganistan Tahun 2012

M harus menanggung hukuman mati karena ia telah meninggalkan agamanya yang lama dan menjadi pengikut Kristus.

Sembari dipukuli dan diperlakukan kasar, M terus berdoa dan menulis surat-surat. Dalam suratnya yang terakhir (13 Februari 2011), M yang telah diamputasi kakinya, ayah dari 6 anak ini mengatakan bahwa perwakilan dari kedutaan di Kabul mengunjunginya saat ia berada dalam penjara dan menawarkan suaka. Tetapi sesaat setelah mereka pergi, ia dipindahkan ke ruangan lain, di mana para petugas mencoba memaksanya untuk menyangkal imannya. Mereka berjanji akan membebaskannya dalam jangka waktu satu kali dua puluh empat jam setelah ia melakukan penyangkalan.