Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.41 Vol.15/2012 / e-JEMMi No.41 Vol.15/2012

e-JEMMi No.41 Vol.15/2012


Supremasi Allah dalam Misi Melalui Doa 1 (Editorial Edisi 41-2012)

Shalom,

Tuhan memberikan suatu misi kepada anak-anak-Nya untuk memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. Ini merupakan misi yang tidak mudah mengingat dunia berada dalam pengaruh si jahat. Namun tentu saja, Tuhan tidak membiarkan kita menjalankan misi itu seorang diri, Dia berjanji akan menyertai kita. Kenyataannya, hanya ketika ada kuasa Allah itulah misi itu dapat terselesaikan. Tetapi bagaimana menghadirkan kuasa Allah itu? Sebenarnya, Tuhan telah menyediakan 'transmiter' rohani supaya kita dapat menghubungi-Nya kapan saja. Itulah doa. Mengingat begitu pentingnya kuasa Allah yang dapat dihadirkan melalui doa dalam kehidupan Kristen, kami mempersembahkan dua edisi untuk mengupas topik ini. Dalam edisi yang pertama ini, kita akan melihat peran doa dalam kaitannya dengan kuasa Allah: bagaimana doa itu bisa sangat bermanfaat dan bilamana doa itu tidak berfungsi. Selamat membaca, Tuhan memberkati.

Supremasi Allah dalam Misi Melalui Doa 1

Doa Adalah Menggunakan Firman Tuhan

Dalam Efesus 6:17-18, Paulus menghubungkan kehidupan perang dengan doa: "...dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus". Dalam versi Yunani, ayat 18 tidak memulai sebuah kalimat yang baru. Ayat itu terhubung dengan ayat 17: "Ambillah pedang roh yaitu firman Tuhan, berdoalah dalam segala doa dan permohonan untuk segala keadaan ..." Ambil pedang ... berdoa! Inilah caranya kita menggunakan firman Tuhan -- dengan berdoa. Doa adalah komunikasi dengan markas besar, di mana senjata untuk berperang dibagikan menurut kehendak Tuhan. Inilah hubungan antara senjata dan doa dalam Efesus 6. Doa untuk peperangan.

Amerika Serikat Tahun 2012

CURE telah berbicara kepada 10.000 pengunjung yang datang ke Uprise Festival selama 2 hari di Shippensburg, Pennsylvania. Mereka membagikan misi "memulihkan anak-anak dan menyatakan Injil". Melalui Skype, organisasi tersebut memperkenalkan seorang koordinator CUREkids yang melayani di Honduras dan Carlos, seorang anak yang baru-baru ini menjalani operasi untuk memulihkan keadaan kakinya, kepada pengunjung. Melalui usaha ini, CURE telah menjaring dana yang cukup untuk memberi kesempatan kepada 15 orang anak, sehingga mereka dapat menjalani operasi yang sangat mereka butuhkan.

Indonesia Tahun 2012

Persiapan Natal di Indonesia

Pokok Doa:

  1. Bukan hanya panitia Natal yang bekerja di belakang layar, para pengisi acara dan petugas kebaktian pun semakin sibuk dalam mempersiapkan Natal. Petugas pujian, musik, paduan suara, dan pemain drama harus berlatih dengan lebih intensif, untuk melayani Tuhan sesuai dengan talenta mereka. Doakan untuk persiapan Natal supaya para pelayan kebaktian menjaga kemurnian hati mereka. Doakan juga supaya Tuhan Yesus memberkati kesehatan mereka dan memberi hikmat, agar dapat membagi waktu dengan baik.