Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.40 Vol.11/2008 / e-JEMMI No.40 Vol.11/2008

e-JEMMI No.40 Vol.11/2008


Rwanda Tahun 2008

Mungkinkah gereja dipimpin oleh pendeta yang bukan orang Kristen? Pada akhir studi "Injil Sejati", seorang pendeta berdiri dan berkata, "Saya seorang pendeta. Saya menggembalakan banyak gereja. Namun, melalui pelajaran ini, saya menyadari bahwa saya bahkan bukan orang Kristen. Apa yang harus saya lakukan?"

Selamat Datang di IDOP 2008

Pengantar:
Berikut ini adalah kutipan kata sambutan (welcome letter) yang ditulis oleh Johan Candelin, Koordinator Global IDOP, yang diambil dari situs IDOP
< http://www.idop.org/index.html >

Anda tidak sendiri ...

Ada sebuah kisah singkat yang luar biasa di Afrika. Penduduk desa di daerah miskin memutuskan untuk membangun sebuah rumah sakit, namun mereka benar-benar tidak memiliki dana untuk membiayainya. Karena itu, seorang bocah laki-laki memutuskan untuk melakukan sesuatu. Barang yang ia miliki hanyalah beberapa bolpoin. Maka ia mulai mendatangi rumah-rumah dan meminta pemilik rumah membeli bolpoin untuk mendukung proyek pembangunan itu. Seorang wanita berkata kepadanya, "Ini pekerjaan yang terlalu besar untukmu, Nak!" Lalu bocah itu tersenyum dan berkata, "Oh, tapi aku tidak sendirian! Adikku juga sedang menjual bolpoin di seberang jalan."

Asia Tenggara: Orang-Orang Kristen Hmong

"Mereka menusuk mulut satu orang Kristen dengan pisau yang panjang dan menuangkan air mendidih ke dalam mulut orang lain yang ditemukan memiliki Alkitab. Satu keluarga ditenggelamkan."

Jemaat Berdoa

  1. Berdoa, Hal yang Wajar di dalam Kehidupan Jemaat

    Berdoa dilakukan semua orang beragama. Berdoa adalah hal yang paling umum di dalam kehidupan jemaat. Namun, tidak dapat disangkal bahwa semakin banyak juga pertanyaan diajukan sekitar hal berdoa itu. Orang bertanya: Mengapa sebenarnya kita berdoa? Apa yang kita lakukan apabila kita berdoa? Apa gunanya kita berdoa? Kepada siapa kita berdoa? Benarkah berdoa itu berbicara dengan Allah? Tidakkah kita berbicara sendiri dalam doa? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang dikemukakan orang. Kadang-kadang sekadar bertanya-tanya saja, tetapi tidak jarang pula ada orang yang bertanya dengan sungguh-sungguh. Dan semua pertanyaan yang dikemukakan dengan sungguh-sungguh dan dengan jujur, selalu meminta jawaban.

The International Day of Prayer for the Persecuted Church (IDOP)

IDOP mulai berjalan pada tahun 1966 berkat usaha World Evangelical Fellowship (WEF) yang bekerja sama dengan beragam denominasi dan organisasi Kristen lainnya. Dari kelompok inti yang terdiri dari kira-kira tujuh ribu gereja, IDOP bertumbuh menjadi sebuah acara hari doa terbesar di antara sejenisnya di dunia. Fokus utamanya adalah untuk membangkitkan doa dan tindakan dari semua orang percaya demi kepentingan komunitas orang-orang percaya yang teraniaya. Selain itu juga untuk mendorong semua orang percaya berdoa bagi jiwa-jiwa para penganiaya, bangsa-bangsa yang mendukung penganiayaan, dan orang-orang yang mengabaikan tindakan tersebut. Selama pelayanannya, IDOP telah menuai banyak hasil, antara lain [1] lebih dari seratus ribu gereja AS diperkirakan telah bergabung di IDOP; [2] orang-orang Kristen di 130 negara ingat akan saudara- saudara mereka yang teraniaya; [3] gereja-gereja Kristen semakin sadar akan penganiayaan yang banyak terjadi, dan mulai bersatu dalam doa untuk mendukung sesama orang percaya; [4] publisitas yang semakin luas tentang masalah penganiayaan terhadap orang Kristen, baik di media Kristen maupun sekuler; dan banyak lainnya.

India Tahun 2008

Kaum radikal mengamuk menyerang orang Kristen setelah seorang anggota Swami sayap kanan terbunuh, 23 Agustus silam. Kekerasan berlanjut sehingga menyebabkan 21 orang meninggal dan ratusan gereja dan rumah rusak.

"Serangan yang paling parah dialami orang-orang di daerah Kandhamal, di mana lebih dari 400 gereja, 500 rumah, dan banyak institusi Kristen dihancurkan," tulis Presiden Global Council of Indian Christians (GCIC), Dr. SG.

Polisi mengatakan bahwa serangan tersebut melibatkan Naxalite, kelompok pemberontak antipemerintah, yang kemudian mengaku bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Beberapa orang berspekulasi bahwa kaum Naxalite mungkin telah mencoba mengambil hati orang Kristen dengan seakan-akan berpihak pada kaum miskin dan membunuh penganiaya utama mereka.

Dengan memercayai bahwa orang Kristen telah membalas dendam dan mencari alasan akan penyerangan terhadap orang Kristen, tokoh mayoritas garis keras segera menuduh orang Kristen memiliki perilaku yang buruk. Tak lama kemudian, kerumunan massa melakukan tindak kekerasan. GCIC telah menyusun sebuah daftar yang berisi 114 serangan berbeda terhadap orang Kristen. (t/Setyo)

Diterjemahkan dari:

Nama buletin : Body Life, Edisi September 2008, Volume 26, No. 9
Nama kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : India: Violence in Orissa Explodes
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 4

Pokok doa:

  • Doakan pihak-pihak yang tidak menyukai kekristenan di India, agar Tuhan menjamah hati mereka, sehingga mereka melihat kasih Kristus yang menjangkau mereka.
  • Doakan orang percaya di India, agar mereka tetap setia dalam mengikut Tuhan di tengah aniaya dan tindakan-tindakan kekerasan yang memojokkan mereka.
  • Akhir-akhir ini, situasi di India tidak kondusif, terlebih pascaserangan teroris pada November lalu. Biarlah Tuhan melawat dan memulihkan bangsa ini. Doakan juga agar orang percaya di India tetap bertekun dalam doa bagi negara mereka.

e-JEMMi 50/2008



Saat M mendengar pintunya diketuk pada tengah malam, dia takut kalau-kalau itu adalah kelompok Naxilites (Maoists). Mereka adalah kelompok pemberontak yang mengatasnamakan diri mereka sebagai buruh upahan yang melawan tuan tanah dan warga lainnya. Orang-orang yang tidak suka dengan mereka mengatakan bahwa mereka adalah kelompok teroris yang menindas orang atas nama perang golongan.

Indonesia Tahun 2008

PERSIAPAN NATAL 2008

Tanggal 25 Desember 2008 sudah di ambang pintu. Seluruh umat Kristen dan gereja Tuhan di seluruh dunia pasti sudah dan sedang akan memperingati hari kelahiran Sang Juru Selamat. Mari kita pakai kesempatan perayaan Natal ini untuk merenungkan makna Natal bagi iman kita. Kedatangan Kristus ke dunia sungguh merupakan peristiwa terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Karena jika Ia tidak datang ke dunia, maka sia-sialah hidup kita di dunia ini. Jika Ia tidak datang, maka hancurlah semua harapan akan masa depan manusia. Jika Ia tidak datang, maka manusia tidak akan pernah mengalami kasih yang sejati yang pernah ada di dunia ini. Melalui Natal tahun ini, biarlah kita semakin mengerti akan arti dan tujuan mengapa Ia rela datang ke dalam dunia mengambil rupa seperti manusia.

Ghana Christian Mission

Ghana Christian Mission merupakan sebuah organisasi kemanusiaan yang bertujuan untuk menyebarkan Injil Yesus Kristus melalui perkataan dan tindakan.