Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.36 Vol.11/2008 / e-JEMMI No.36 Vol.11/2008

e-JEMMI No.36 Vol.11/2008


Advancing Native Missions

"Membantu menyebarkan Injil kepada orang-orang yang belum dijangkau dan belum diinjili di seluruh dunia", itulah satu-satunya tujuan dari pelayanan Advancing Native Missions. Tujuan itu berusaha dicapai dengan pengadaan ribuan misionaris lokal untuk menjangkau komunitas mereka masing-masing demi Kristus di lebih dari seratus negara. Advancing Native Missions, yang berpusat di Charlottesville, Virginia, adalah organisasi misi nonprofit evangelikal nondenominasi yang didirikan pada 1992. Dengan semakin banyaknya negara yang menutup pintu untuk organisasi-organisasi barat, Advancing Native Missions menyadari bahwa jalan yang terbaik untuk menjangkau bangsa-bangsa itu dengan Injil adalah melalui para misionaris lokal; orang India menjangkau orang India, orang Iran menjangkau orang Iran, dst.. Cara itu memang menghasilkan banyak misionaris yang membaptis ratusan orang percaya baru dan mendirikan lusinan gereja baru. Dukunglah pelayanan mereka dalam doa dan cari tahulah apa yang bisa Anda bantu dengan mengunjungi situsnya.

Strategi Menjangkau Orang Miskin di Kota-Kota Besar Negara Berkembang

Sejak revolusi industri, hampir setiap kota besar dibanjiri oleh daerah kumuh dan "perumahan" liar. Negara-negara Eropa dapat mengatasi masalah tersebut dengan mengeksploitasi sumber daya yang ada. Di negara-negara maju, sumber daya terus meningkat karena meningkatnya kemakmuran negara dan emigrasi. Namun tidak demikian halnya di negara-negara berkembang. Bagi negara-negara Asia, Amerika Latin, dan Afrika, fenomena pascaperang nampaknya menghadirkan konflik yang tak dapat diatasi -- urbanisasi yang berlebihan (karena migrasi jutaan orang ke ibu kota yang terlalu cepat), rendahnya tingkat industrialisasi, dan sedikitnya lapangan pekerjaan.

Srilanka Tahun 2008

Tanggal 6 Juli yang lalu, gereja Calvary yang berada di dekat Colombo dirusak oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh para biarawan, dan mengakibatkan seorang pendeta dan lima pekerja gereja luka parah akibat pukulan pentung dan tongkat. Sebelumnya, 3 Juli, rumah seorang pendeta di Hambanthota (pesisir selatan) yang telah diancam selama berminggu-minggu, diserang oleh kelompok perusuh saat mereka sedang tidur; akan tetapi mereka berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api tanpa mengalami luka-luka. Pada bulan sebelumnya, seorang pendeta Metodis di Ampara (pesisir timur) diserang oleh polisi yang sedang tidak bertugas, dan sekarang ia masih dirawat di rumah sakit. Selain penganiayaan terhadap orang Kristen, perang saudara yang terus berkecamuk di Sri Lanka dan pengeboman bis serta penyerangan terhadap penduduk di seluruh wilayah tersebut, juga meningkat. (t/Setyo)

China Tahun 2008

Trans World Radio (TWR) -- Asia sedang berusaha menjangkau etnis minoritas China yang memiliki kemampuan baca tulis yang masih rendah dengan program siaran penginjilan selama 5 jam dan pemutar audio portabel. Siaran dalam bahasa induk suku Amdo Tibetan, Hui, Nosu Yi, dan Yuighur dapat menjangkau lebih dari 22,6 juta pendengar. Sepuluh juta orang Hui adalah suku China terbesar, dan sedikit dari mereka yang mengenal Kristus. Menyebarkan firman Tuhan yang tepat secara kultural adalah dengan menggunakan cerita, puisi, dan musik. Respons dari usaha ini sangat menggembirakan. Seorang Amdo Tibet yang percaya menulis, "Kami sudah memberikan radio kepada para petani dan peternak. Di sini, informasi sangat dibatasi dan ada banyak tempat yang belum dialiri listrik, oleh karena itu radio menjadi sangat penting. Kami mendengarkan radio setiap hari. Terima kasih!" (t/Setyo)

Internasional Tahun 2008

Kenaikan harga bahan bakar berdampak besar terhadap pelayanan misi, memengaruhi penginjilan, bantuan kemanusiaan, misionaris, transportasi misi, dan penjangkauan jangka pendek di seluruh dunia. Living Water International (LWI) memiliki 5.000 proyek air di 13 negara, dan harga bahan bakar diesel yang tinggi membuat mereka mengurangi upaya penginjilan dalam pelayanan mereka. "Kami bisa melayani 100.000 orang 2 tahun yang lalu; kini kami hanya mampu membantu 66.000 orang," kata perwakilan LWI, BW. Mission Aviation Fellowship juga sedang memotong biaya operasi sampai dengan sepuluh persen di seluruh dunia untuk menahan harga bahan bakar, dan OM International Ships terpaksa membayar dua kali lebih mahal untuk harga bahan bakar daripada tahun lalu. Kenaikan biaya transportasi pesawat juga akan membuat gereja dan tim misi mengalami kesulitan melakukan perjalanan jangka pendek. Pelayanan di seluruh dunia meminta orang-orang Kristen berdoa dan meminta Tuhan membantu mereka dalam menjangkau jiwa yang terhilang bagi Kristus. (t/Setyo)

Diterjemahkan dari:

Judul buletin : Body Life, Edisi September 2008, Volume 26, No. 9
Judul kolom : World Christian Report
Judul asli artikel : Global: High Fuel Prices Hamper Missions
Penerbit : 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman : 3

Pokok doa:

  • Berdoalah agar krisis ekonomi global yang saat ini sedang melanda dunia, tidak membuat anak-anak Tuhan menjadi mundur dalam melayani, melainkan melihat keadaan ini sebagai kesempatan untuk sungguh-sungguh melayani.
  • Doakan juga agar Tuhan menggerakkan setiap orang percaya untuk saling menopang dan mendukung pelayanan misi di lapangan, baik dalam doa maupun dana, sehingga berita keselamatan tetap dapat diberitakan.
  • Berdoa untuk misionaris yang sedang melayani di lapangan agar dapat mengelola bantuan yang mereka terima dengan bijaksana. Doakan agar mereka tetap menaruh pengharapan hanya kepada Tuhan saja yang memelihara mereka.

e-JEMMi 48/2008



Sam, Direktur Eksekutif Grace Ministries Internasional (GMI), akhir bulan ini sibuk melakukan kunjungan ke negara-negara di mana GMI memiliki pelayanan untuk menguatkan umat percaya di negara-negara tersebut.