Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.34 Vol.08/2005 / e-JEMMI No.34 Vol.08/2005

e-JEMMI No.34 Vol.08/2005


Indonesia Tahun 2005

Bencana Kelaparan di Yahukimo (Papua)

Sampai saat ini, diberitakan 55 orang meninggal dan 112 orang sakit parah di Kabupaten Yahukimo, Papua. Hal ini terjadi diduga karena kelaparan dan menderita sakit. Curah hujan yang cukup tinggi telah menyebabkan gagalnya panen umbi-umbian di kabupaten ini. Pemerintah melalui Menkes telah menurunkan tim kesehatan ke Yahukimo. Penduduk yang sakit saat ini dirawat di Rumah Sakit Wamena. Selain obat- obatan, Depkes juga memberikan bantuan makanan dan minuman untuk pasien di RS Wamena yang berasal dari Yahukimo.

Pemimpin yang Menjadi Teladan

Ketika para pemimpin dunia bertemu dalam KTT G8 di Skotlandia, Organisasi Amal Dunia "Mercy Ships" telah mengirimkan pesan yang luar biasa lewat keteladanan lebih dari 340 sukarelawannya yang melayani di Afrika. Dalam tahun ini saja, lebih dari 1.500 pasien di Afrika Barat akan menjalani operasi gratis, dan 7.000 pasien sakit gigi akan menerima pemeriksaan gigi gratis atas prakarsa Mercy Ship.

Florence Nightigale : Terang Kristus dalam Pekatnya Dunia Perawat

Keputusannya menyentak seisi rumah. Keluarganya tak menyangka bahwa gadis manis yang telah terbiasa hidup senang memilih menjadi perawat, padahal citra perawat pada waktu itu buruk.

Sebuah Visi
Florence gadis manis yang cantik itu lahir di kota Florence, Italia pada 12 Mei 1820. Flo, begitu panggilannya, dilahirkan dari keluarga kaya. Karena itu hidupnya bergelimang kesenangan. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia merasa prihatin dengan orang-orang yang hidup miskin.

Pada 7 Pebruari 1873, Florence mendapat visi untuk mengabdi kepada masyarakat. Dalam buku pribadinya ia menulis, "Tuhan telah bersabda kepadaku dan memanggilku untuk mengabdi kepada-Nya." Visi itu selalu menantangnya untuk mematuhi panggilan mulia ini. Namun, tampaknya hal ini tidak semudah yang ia bayangkan.