Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.34 Vol.06/2003 / e-JEMMI No.34 Vol.06/2003

e-JEMMI No.34 Vol.06/2003


Globalreach

Global University's Center bagian Penginjilan dan Pemurdian menghadirkan Globalreach, satu situs yang menyediakan bahan penginjilan dan pemuridan secara gratis di seluruh dunia. Globalreach pada awalnya menyediakan materi-materi tersebut dalam bahasa Inggris, Mandarin, Perancis, dan Spanyol. Bahasa Mandarin Tradisional dan Bengali akan segera ditambahkan.

Bible League

"Kami dipanggil Tuhan untuk menyediakan kitab-kitab Injil dan melatih orang-orang dari berbagai belahan dunia supaya mereka yang disiapkan oleh Roh Kudus dapat dibawa masuk dalam persekutuan dengan Kristus dan gereja-Nya," itulah misi Bible League yang membuatnya unik.

Indonesia Tahun 2003

National Youth Conference (NYC) -- 28-31 Oktober 2003

Berangkat dari suatu kerinduan untuk menyaksikan terjadinya kesatuan di antara pemuda-pemuda Kristen supaya dapat turut berperan aktif dalam kegerakan transformasi, maka pada 28-31 Oktober 2003 diadakan National Youth Conference (NYC) di Jawa Barat. Tujuan dari NYC adalah untuk membangun jaringan antar pemimpim kaum muda dan terbentuknya fasilitator nasional agar terjadi suatu kegerakan yang terintegrasi bagi transformasi Indonesia. Hasil yang dicapai dari NYC tahun ini adalah terbentuknya jejaring pemuda dengan nama National Youth Community (Komunitas Pemuda Nasional) dengan fasilitator pemuda di Jakarta, Medan, Bandung, Denpasar, dan Surabaya.

D.L. Moody

Dwight L. Moody dilahirkan di Northfield, Massachusetts, pada tanggal 5 February 1837 dari pasangan Edwin Moody dan Betsey Holtom. Ayahnya bekerja sebagai seorang tukang batu. Ayahnya meninggal saat Moody masih kecil dan dalam masa kesusahan mereka. Sejak itu ibunyalah yang bekerja keras membanting tulang untuk membesarkan anak-anaknya menjadi orang-orang dewasa yang baik.

Masa kecil Moody dilalui sebagaimana anak-anak kecil lain di tempatnya. Ia bersekolah, dan pada musim panas ia bekerja untuk menggembalakan lembu tetangganya dengan upah satu sen sehari. Moody merupakan anak yang periang dan humoris, tapi juga terkadang nakal dan menjadi pengacau di kelasnya. Sampai suatu saat Moody berhadapan dengan gurunya yang menegur perbuatan Moody dengan kasih dan teguran itu membuat Moody menyadari kesalahannya.