Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.27 Vol.12/2009 / e-JEMMi No.27 Vol.12/2009

e-JEMMi No.27 Vol.12/2009


The Christian Evangelistic Mission

Berbicara soal memberi, situs ini memberikan sesuatu yang penting kita terima sebelum kita siap memberikan kabar keselamatan kepada orang lain yang belum pernah mendengarnya. The Christian Evangelistic Mission mengajak semua orang percaya yang memiliki kerinduan mengabarkan Injil untuk: memberikan informasi mengenai metode-metode pengabaran Injil, ayat-ayat di Alkitab yang harus diingat dalam mengabarkan Injil, dan ayat-ayat yang akan menjawab rasa penasaran yang tersirat dalam pertanyaan tentang Alkitab, Allah, Tuhan, dan Juru Selamat kita yang terlontar dari mereka yang belum mengenal-Nya. Melalui situs ini, The Christian Evangelistic Mission telah memberikan banyak informasi penting tentang bagaimana mengabarkan Injil dengan mudah dan tidak menyinggung orang lain, baik dalam bentuk cetak, audio, maupun pelatihan secara online. Kunjungi situsnya untuk mencari tahu bagaimana mendapatkan bahan-bahan tersebut dan membantu pelayanan mereka dalam hal dana.

Berkat Memberi

"Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35)

Dalam banyak budaya, sering kali seseorang yang memberi itu dianggap (baca: harus) orang kaya. Orang miskin tentulah tidak bisa memberi. Sebenarnya, pola pikir semacam ini menutupi kekikiran yang halus. Alkitab mengajarkan bahwa kasih bersifat memberi. Terang sifatnya memberi. Garam sifatnya memberi. Kasih memberi dan berkorban. Allah Bapa sendiri menyatakan kasih-Nya yang teramat besar bagi dunia ini dengan memberikan Yesus Kristus Putra-Nya yang Tunggal untuk mati ganti kita, manusia berdosa, agar kita boleh diselamatkan. Orang yang sungguh telah mengalami betapa besarnya berkat pemberian Allah, yaitu Yesus Kristus, dalam hidupnya, tahu apa artinya memberi bagi pekerjaan Tuhan. Memberi adalah berkat. Alkitab mengatakan bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kisah Para Rasul 20:35).

Nepal Tahun 2009

Minggu lalu di Nepal, orang-orang Nepal merayakan Hari Republik untuk pertama kalinya sejak penghapusan 240 tahun kekuasaan monarki tahun lalu. Perdana Menteri yang baru dilantik melaju terus dengan proses perdamaian, dan Presiden Ram Baran Yadav menyerukan rakyatnya untuk memperkuat demokrasi.

Walaupun ini merupakan berita yang menguatkan, namun 400 orang Kristen masih menunggu kebebasan beragama yang dijanjikan oleh demokrasi. Menurut sebuah laporan dari Voice of the Martyrs (VOM) Kanada, 400 orang Kristen tersebut sedang berada di sebuah gereja Katolik di Kathmandu ketika sebuah bom meledak di dalam gereja pada minggu sebelumnya.

Teladan dalam Hidupku

Paul adalah cucu seorang raja dan anak seorang pria berpengaruh di kotanya. Ia dilahirkan dengan nama SU. Tetapi ketika ia memilih mengikuti Kristus, ia mengganti namanya menjadi Paul, suatu tanda ke arah yang baru dalam hidupnya. Pilihannya dibayar dengan sebuah harga.

"Kakekku dulunya adalah seorang raja di kota ini," kata Paul kepada kontak KDP yang mengunjungi kotanya di tengah Nigeria. "Ayahku adalah seorang pemimpin "agama lain". Ia telah membawa sebagian besar para pemuja berhala di kota ini menjadi pemeluk "agama lain". Saya dilahirkan dan dibesarkan sebagai pengikut "agama lain". Dulunya, terkadang aku memimpin mereka dalam beribadah.

Indonesia Tahun 2009

PERSIAPAN NATAL DI INDONESIA

Tanpa terasa kita telah sampai di penghujung tahun 2009, itu berarti sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2009 dan memasuki tahun yang baru -- 2010. Kami percaya banyak rencana yang sudah Anda persiapkan untuk memasuki tahun yang baru. Namun sebelum kita memasuki tahun baru, kita akan terlebih dahulu melewati perayaan Natal yang saat ini kita nantikan bersama. Apa yang Anda harapkan untuk Natal tahun ini? Mari kita bersatu dalam doa agar Natal tahun ini membawa sukacita surga.