Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.20 Vol.05/2002 / e-JEMMI No.20 Vol.05/2002

e-JEMMI No.20 Vol.05/2002


Reaching The Bugis-makassar with The Gospel

Situs web berbahasa Inggris ini diadakan guna menggerakkan setiap jemaat Kristen yang ingin mendoakan, mendukung dan terlibat secara aktif untuk melayani suku Bugis-Makassar. Tujuan dari gerakan ini adalah mewujudkan terjadinya gerakan perintisan gereja di wilayah tersebut sehingga para penduduknya memiliki kesempatan untuk mendengar tentang pernyataan Kasih Kristus.

Operation Sunrise Africa

Operation Sunrise Africa memiliki visi 50-50-50 dengan tujuannya yaitu mengabarkan Injil kepada 50 juta penduduk di 50 kota di Afrika bagian Tenggara dalam jangka waktu 50 hari yang dimulai pada tanggal 1 Juli 2002 nanti. Setiap penduduk yang tinggal di wilayah target memunyai banyak kesempatan untuk mendengarkan berita Injil.

Indonesia Tahun 2002

Pelayanan Penginjilan

  1. Bersyukur atas setiap pelayanan penginjilan yang dilakukan sampai saat ini guna menjangkau orang-orang yang belum mengenal Yesus terutama di masa Natal saat ini. Ingat, Hari Natal merupakan suatu fakta istimewa -- Yesus Kristus Lahir -- (bahkan orang non-Kristen pun dapat menerima fakta ini) dan doakanlah kita bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk melakukan penginjilan!

Pandita Ramabai Mukti Mission

Berikut ini adalah sekilas cerita tentang Pandita Ramabai -- seorang wanita yang menjadi pendiri Pandita Ramabai Mukti Mission di India.

Pandita Ramabai mulai mempelajari bahwa Yesus adalah jawaban yang dibutuhkan oleh para wanita India. Tahun 1882, Ramabai mendirikan Arya Mahila Samaj yang memberikan pendidikan bagi kaum wanita di India. Keberadaan organisasi tersebut menuntun Ramabai untuk mendirikan Sharada Sadan pada tahun 1889 -- sebuah sekolah yang akhirnya berkembang menjadi sebuah organisasi besar. Saat ini organisasi tersebut dikenal dengan nama Pandita Ramabai Mukti Mission. Pandita Ramabai menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Marathi dengan menggunakan Alkitab bahasa Yunani dan Ibrani sebagai acuannya.