Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.16 Vol.05/2002 / e-JEMMI No.16 Vol.05/2002

e-JEMMI No.16 Vol.05/2002


URL Pelayanan Penerbangan Lain

Jungle Aviation And Radio Service (JAARS)
==> http://www.jaars.org/

Air Serv International
==> http://www.airserv.org/

Greatcommission Air
==> http://www.greatcommissionair.org/

Flying Mission

Mission Aviation Network

Situs ini merupakan sumber bagi para mahasiswa dan orang-orang yang tertarik dengan pelayanan sebagai pilot Kristen, ahli mesin Kristen, atau staf pendukung dalam pelayanan penerbangan dan organisasi-organisasi yang berkecimpung dalam pelayanan dirgantara di seluruh dunia.

Indonesia Tahun 2002

Pelayanan Penginjilan

  1. Bersyukur atas setiap pelayanan penginjilan yang dilakukan sampai saat ini guna menjangkau orang-orang yang belum mengenal Yesus terutama di masa Natal saat ini. Ingat, Hari Natal merupakan suatu fakta istimewa -- Yesus Kristus Lahir -- (bahkan orang non-Kristen pun dapat menerima fakta ini) dan doakanlah kita bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk melakukan penginjilan!

Mission Aviation Fellowship (MAF)

Berawal dari pertemuan tiga pilot Perang Dunia II untuk berdoa, mempelajari Alkitab, dan berdiskusi mengenai penerbangan bagi misionaris, Mission Aviation Fellowship (MAF), yang dulu masih bernama Christian Airmen`s Missionary Fellowship (CAMF), berdiri pada tahun 1945.MAF didirikan dengan tujuan untuk membantu para misionaris mencapai tempat-tempat terpencil di seluruh dunia sehingga lebih banyak orang dapat menerima bantuan fisik dan rohani yang mereka butuhkan.

Elizabeth "Betty" Greene

Meskipun Betty Greene tidak menganggap dirinya sebagai pendiri MAF (Mission Aviation Fellowship), namun pada kenyataannya dialah yang bekerja paling banyak pada tahun-tahun pertama pengajuan konsep organisasi misi penerbangan (mission aviation) sebagai sebuah pelayanan misi khusus. Lebih jauh lagi, dia adalah staf pekerja full- time pertama dan pilot pertama yang terbang pada saat organisasi itu baru terbentuk. Meskipun dia seorang wanita, pengalaman dan keahliannya sebagai pilot tidak diragukan lagi. Betty bekerja di Air Force selama bulan-bulan pertama Perang Dunia II, menerbangkan misi- misi radar dan terakhir dia ditugaskan untuk mengembangkan beberapa proyek termasuk menerbangkan pesawat-pesawat pengebom B-17. Namun pelayanan di dunia militer bukanlah pilihan karir Betty. Oleh karena itu sebelum PD II berakhir dia telah meninggalkan dunia militer dan memulai pelayanan seumur hidupnya sebagai seorang pilot misionaris.