Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.06 Vol.16/2013 / e-JEMMi No.06 Vol.16/2013

e-JEMMi No.06 Vol.16/2013


Misi di Pulau Jawa 1 (Editorial Edisi 06-2013)

Shalom,

Sejarah perkembangan kekristenan di Indonesia selalu menarik untuk disimak dan dipelajari. Dalam dua edisi pertama bulan ini, kami akan mengajak pembaca setia e-JEMMi untuk menyusuri sejarah penyebaran agama Kristen di Pulau Jawa, khususnya pada masa penjajahan Belanda dan Inggris. Seperti apa kondisi ladang misi yang harus dihadapi para misionaris pada saat itu? Dan, sejauh apa pengaruh kebijakan politis terhadap perkembangan pelayanan misi? Temukan jawabannya dalam artikel yang kami sajikan ini. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Penyebaran Kekristenan di Jawa dan Pertemuannya dengan Islam pada Abad ke-19 (1)

Pemerintahan Peralihan Inggris di Jawa (1811-1816) yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles, hanya berlangsung singkat. Tetapi, dalam waktu yang singkat itu, Raffles mampu membuat beberapa perubahan penting dalam peta keagamaan di Pulau Jawa. Sebagai seorang pejabat muda di bidang administrasi politik, Raffles dipengaruhi oleh ide-ide baru mengenai kebebasan yang pernah mencapai puncaknya pada masa Revolusi Perancis, yaitu hak untuk terbebas dari tirani feodal dan hierarki gereja. Hak-hak dasar dan kebebasan pribadi, terutama kebebasan beragama sesuai keyakinan tiap-tiap pribadi, merupakan sebagian dari apa yang dijunjung oleh Raffles.