Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.01 Vol.11/2008 / e-JEMMI No.01 Vol.11/2008

e-JEMMI No.01 Vol.11/2008


Indonesia Tahun 2008

PERSIAPAN NATAL 2008

Tanggal 25 Desember 2008 sudah di ambang pintu. Seluruh umat Kristen dan gereja Tuhan di seluruh dunia pasti sudah dan sedang akan memperingati hari kelahiran Sang Juru Selamat. Mari kita pakai kesempatan perayaan Natal ini untuk merenungkan makna Natal bagi iman kita. Kedatangan Kristus ke dunia sungguh merupakan peristiwa terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Karena jika Ia tidak datang ke dunia, maka sia-sialah hidup kita di dunia ini. Jika Ia tidak datang, maka hancurlah semua harapan akan masa depan manusia. Jika Ia tidak datang, maka manusia tidak akan pernah mengalami kasih yang sejati yang pernah ada di dunia ini. Melalui Natal tahun ini, biarlah kita semakin mengerti akan arti dan tujuan mengapa Ia rela datang ke dalam dunia mengambil rupa seperti manusia.

Amerika Serikat Tahun 2008

Pada tanggal 25 Mei lalu, ribuan siswa SMU dan mahasiswa dari seluruh Amerika Serikat berkumpul di tengah-tengah negara dari pagi sampai sore untuk mengikuti PARADISE, sebuah kebaktian penyembahan khusus tanpa menampilkan kelompok musik, pembicara, atau produk terkenal apapun. Di lapangan terpencil seluas 240 hektar di La Cygne, pinggiran kota sepi, empat puluh mil sebelah barat daya Kansas City, Kansas, para siswa menghabiskan waktu sehari penuh untuk memfokuskan diri menyembah Yesus Kristus dalam pujian, doa, pembacaan Alkitab, dan persekutuan dengan saudara seiman yang lain. Tidak ada kaos, CD, atau makanan yang dijual atau dipromosikan selama kegiatan itu berlangsung. Panitia menjelaskan, "PARADISE bukanlah tentang popularitas, uang, atau maksud-maksud tertentu. PARADISE digelar untuk membawa generasi ini bersama-sama mengalami Tuhan, mengagumi kuasa-Nya, dan membangkitkan bangsa ini untuk kembali kepada-Nya." (t/Setyo)

Rusia Tahun 2008

Orphan Outreach saat ini telah memiliki tim pertama mereka di Rusia. Mereka telah berkunjung ke sepuluh rumah yatim piatu di St. Petersburg dan sekitarnya dengan membagikan tas ransel dan Alkitab. Tiffany, pemimpin Orphan Outreach, mengatakan bahwa Alkitab menjadi hal yang mereka cari saat ini. "Sangat terharu melihat bagaimana anak-anak ini begitu antusias memiliki Alkitab. Ketika Alkitab dibagikan di rumah yatim piatu, mereka berebut mendapatkannya lalu berlari berkeliling dengan mengangkat Alkitab itu sambil berteriak-teriak `Alkitab, Alkitab, Alkitab!` Mereka masih belum percaya bahwa mereka betul-betul memiliki Alkitab mereka sendiri." Banyak di antara anak-anak tersebut yang ditelantarkan orang tuanya sehingga berita tentang kasih Allah yang tidak berkesudahan sungguh memikat mereka. Tiffany mengatakan pemahaman Alkitab yang mereka adakan mendorong anak-anak itu untuk banyak bertanya. "Anak-anak ingin mengetahui bagaimana sesungguhnya memiliki hubungan dengan Yesus. Seorang anggota tim kami telah berbagi dan membimbing seorang yatim piatu melalui kisah keselamatan dalam Alkitab. Sungguh mengharukan melihat anak-anak begitu antusias mendengar Injil."

World Evangelical Alliences (WEA)

Pada 1846, orang-orang Kristen dari sepuluh negara bertemu di London untuk meluncurkan "sebuah hal baru dalam sejarah gereja, sebuah organisasi sebagai ekspresi kesatuan orang-orang Kristen dari beragam gereja". Itulah awal mula visi yang terpenuhi pada tahun 1951, saat orang-orang percaya dari 21 negara secara resmi membentuk World Evangelical Fellowship, yang kini bernama World Evangelical Alliance (WEA). WEA merupakan organisasi pelayanan yang bekerja sama dengan gereja-gereja lokal di seluruh dunia untuk menghidupi dan mengabarkan Kabar Baik Yesus di daerah masing-masing. Sebagai jaringan dari berbagai gereja di 128 negara dan 100 organisasi, WEA bertujuan untuk memberi identitas, suara, dan kebijakan-kebijakan dunia kepada lebih dari 420 juta orang-orang Kristen injili. Organisasi ini memperluas Kerajaan Allah dengan pengabaran Injil ke semua bangsa dan dengan mengubah masyarakat menuju kekristenan. Kunjungi situsnya untuk mengetahui lebih banyak hal lagi yang berkaitan dengan organisasi ini.

Belajar Bahasa dan Mencari Jiwa

Belajar Bahasa dan Mencari Jiwa
Sekilas tentang pelayanan keluarga C di Asia Timur

Bel berbunyi, Pak C menutup buku, mengambil jaket tebal, memasang topinya, lalu pulang meninggalkan kampus besar dengan banyak mahasiswa asing di dalamnya. Ternyata belajar bahasa tidak gampang. Walaupun Pak C rajin dan sudah lebih dari satu tahun mempelajari bahasa setempat, di hatinya terkadang masih muncul perasaan putus asa dan merasa tidak mengalami kemajuan dalam pelajarannya, meskipun Pak C sadar bahwa itu hanyalah bisikan iblis yang ingin mematahkan semangatnya untuk melanjutkan pelayanan. Jika tidak rajin dan tekun dalam menghafal, maka akan sulit mengomunikasikan Injil kepada orang-orang setempat. Istri Pak C yang telah menunggu di flat asrama universitas untuk keluarga asing, lebih gampang mempelajari bahasa tersebut karena saat berada di Indonesia, mereka juga telah menggunakan dan memperdalam bahasa itu.

Bahwa Kita Harus Menaruh Segala Harapan Kita Kepada Allah

Datangnya tahun 2008 cukup menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang, termasuk orang Kristen. Selain masalah ekonomi dan politik, saat ini dunia juga sedang diancam oleh berbagai masalah lingkungan hidup, seperti pemanasan global, pencemaran lingkungan, dan lain-lain. Tidak seperti generasi-generasi sebelumnya, para orang tua generasi zaman ini tidak lagi dapat berkata kepada anak cucunya bahwa masa depan mereka akan lebih baik dibandingkan masa-masa sebelumnya. Kekhawatiran-kekhawatiran ini perlahan-lahan akan membawa manusia pada titik di mana ia harus mengambil sikap hidup yang akan menguji iman percaya mereka pada Tuhan. Bagaimana dengan Saudara? Sikap hidup seperti apakah yang akan Anda ambil untuk bertahan dalam menghadapi tantangan di tahun 2008?