Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereEcuador Tahun 2003

Ecuador Tahun 2003


Seorang pria dari suku Indian Quichua, yang telah menjadi perintis gereja di Guayaquil, Ekuador ternyata tidak pernah belajar membaca. Dia menjadi Kristen beberapa tahun yang lalu. Kerinduan terbesarnya adalah membaca Alkitab. Dia mencoba, dan mencoba, dan ternyata tidak bisa dan tidak ada seorang pun yang mengajarinya. Akhirnya, dia menjadi semakin rajin berdoa dan meminta kepada Tuhan agar menolongnya sehingga dia bisa membaca Firman Allah itu. Suatu hari setelah dia berpuasa dan berdoa selama beberapa saat, Polivio membuka Alkitabnya pada Mazmur 27 -- dia terkejut karena ternyata bisa memahami kata per kata dari pasal tersebut. Saat ini, Allah sedang menggerakkan Polivio dan 10 perintis gereja lainnya di Ekuador untuk melayani suku Quichua.

Sumber: ADVANCE: August 3, 2003

  • Bersyukur kepada Allah yang telah menjawab doa Polivio sehingga dia bisa membaca Alkitab. Doakan agar hal ini terus menambah semangat Polivio untuk memahami Alkitab.

  • Berdoa untuk usaha perintisan gereja yang dilakukan Polivio dan teman-temannya untuk menjangkau Suku Quichua di Ekuador.

e-JEMMi 33/2003



Lima puluh tahun telah berlalu sejak peristiwa terbunuhnya lima misionaris yang mencoba menginjili suku Indian di hutan Ekuador. Namun, suasana yang begitu berbeda kini disaksikan oleh pilot Mission Aviation Fellowship saat ia sedang mengitari tepi sungai dimana para mendiang misionaris tersebut dulu dipanahi. Sekitar 200 orang di bawah terlihat sedang menyaksikan upacara pembaptisan 10 orang suku Indian Waorani. Suku Waorani sebelumnya dikenal sebagai orang Auca (kejam) sebelum mereka dijamah oleh kasih Tuhan lewat anggota-anggota keluarga para misionaris yang terbunuh di tahun 1956 itu. Acara pembaptisan itu adalah puncak dari sebuah kegiatan konferensi Waodani. Lloyd Rogers dari Christian Mission in Many Lands menyebut bahwa ini adalah kegiatan pertemuan orang percaya Waorani yang terbesar. "Wanita-wanita telah berjalan kaki lebih dari 3 hari dan banyak orang yang terlambat dan baru sampai ketika tengah malam, yang rela menelusuri sungai dengan perahu kano. Ini menunjukkan betapa luar biasanya usaha banyak orang ini untuk dapat sampai di sini. Kami sangat rindu untuk dapat mendengar Firman Tuhan diberitakan dengan cara yang benar-benar spesial." Kematian para misionaris lima puluh tahun yang lalu telah menjadi benih Injil yang sekarang telah bertumbuh dan menghasilkan buahnya.

Sumber: Mission Network News January 13th 2006

Pokok Doa:

  • Naikkan syukur untuk jiwa-jiwa baru dari suku Waorani yang telah diselamatkan oleh jamahan kasih Allah. Berdoa agar hati mereka dapat terus bertumbuh dalam iman yang semakin kokoh.
  • Berdoa agar firman Allah dapat terus diberitakan kepada orang- orang Indian yang belum percaya dan orang-orang yang telah percaya dapat menjadi alat yang spesial untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa.

e-JEMMi 04/2006