Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereKesaksian Misi / Colorado: Rachel Scott

Colorado: Rachel Scott


"Saya tidak akan minta maaf karena membicarakan nama Yesus. Saya akan menanggungnya. Jika teman-teman saya harus menjadi musuh-musuh saya, maka bagi saya dan sahabat saya, Yesus, tidak menjadi masalah, namun saya tak pernah berpikir bahwa 'teman-teman' saya akan menjadi musuh."

Rachel adalah seorang pelajar di sekolah menengah atas Columbine ketika suatu hari dua orang pelajar meletuskan tembakan di sekolah itu. Seorang penembak menanyai dirinya apakah ia masih percaya kepada Tuhan. Ia memandang mata penembak itu dan berkata bahwa ia masih percaya. Penembak bertanya mengapa ia masih percaya kepada Yesus. Namun, penembak itu tidak membiarkannya menjawab sebelum kemudian membunuh Rachel.

Rachel Scoot lulus dalam ujian iman tersebut. Peristiwa tersebut membuat "terang" menjangkau sekolah dan sampai ke seluruh dunia. Jauh sebelum ujian itu datang, Rachel mengekspresikan kerelaannya untuk memberikan segalanya bagi Kristus. Kalimat dalam buku hariannya, yang tertulis tepat setahun sebelum kematiannya, menceritakan tentang komitmennya: "Saya tidak akan menyembunyikan terang yang Tuhan telah taruh dalam diri saya. Jika saya harus mengorbankan segalanya, saya akan melakukannya."

Iman adalah ungkapan hubungan pribadi kita yang tak kelihatan dengan Kristus. Alkitab menjelaskan iman seseorang sebagai sebuah terang -- sebuah penyebaran harapan yang memengaruhi setiap orang di sekitarnya. Yesus memilih ilustrasi ini karena terang tidak dapat dicegah. Sebagai contoh, membaca dengan lampu senter di bawah selimut, yang disangka anak-anak tidak dapat diketahui, tidaklah terlalu efektif untuk menyembunyikan aktivitas larut malam! Terang bersinar dengan sendirinya -- apapun usaha kita menghambatnya. Demikian juga halnya tekanan muncul dalam kehidupan umat percaya ketika mereka harus memilih antara mengekspresikan secara penuh iman mereka atau berupaya mematikannya. Dengan ketergantungan pada terbitnya matahari tiap hari, mereka yang telah membulatkan keputusannya suatu waktu dan untuk selamanya, akan menemukan bahwa menyinarkan terang mereka akan menjadi sifat mereka yang kedua.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Devosi Total
Penulis : The Voice of the Martyrs
Penerbit : Yayasan KDP (Kasih Dalam Perbuatan), Surabaya 2005
Halaman : 4

Dipublikasikan di: http://kesaksian.sabda.org/colorado_rachel_scott