Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Christian Science

Christian Science


Beberapa Pokok Ajarannya

Kendati Alkitab selalu disebut sebagai pedoman utama ajarannya, namun dalam praktiknya tulisan-tulisan Mary Baker Eddy-lah, terutama Science and Health, yang dijadikan Christian Science atau Gereja Kristus Ahli Ilmu Pengetahuan sebagai pedoman ajarannya. Sebagai intisari tulisan-tulisan dan ajarannya, bersamaan dengan penyusunan Manual of The Mother Church, Mary merumuskan pokok-pokok ajaran (tenets) gereja itu. Berikut ini disajikan terjemahan dari rumusan ajaran itu, lalu akan kita coba membicarakannya bersama dengan beberapa pokok ajaran lain.

Pokok-pokok Ajaran
Gereja Ibu, Gereja Pertama Kristus Ahli Ilmu Pengetahuan

Untuk ditandatangani oleh barangsiapa yang bergabung dengan Gereja Pertama Kristus Ahli Ilmu Pengetahuan di Boston, Massachusetts.

  1. Sebagai penganut Kebenaran, kami menjadikan Firman yang diilhamkan di dalam Alkitab sebagai penuntun kami yang lengkap menuju Kehidupan kekal.

  2. Kami mengakui dan memuji satu Allah yang Mahatinggi dan tak terbatas. Kami mengakui Putera-Nya, satu Kristus; Roh Kudus atau Penghibur ilahi; dan manusia di dalam citra dan rupa Allah.

  3. Kami mengakui pengampunan dosa oleh Allah, pada pemusnahan dosa dan pengertian rohani yang mengusir kejahatan sebagai yang nyata. Tetapi kepercayaan akan dosa akan dihukum sampai tidak dengan berakhirnya kepercayaan itu.

  4. Kami mengakui penebusan oleh Kristus sebagai bukti Kasih yang ilahi dan mujarab, yang membentangkan kesatuan manusia dengan Allah melalui Kristus Yesus Sang Penunjuk-Jalan, dan kami mengakui bahwa manusia diselamatkan melalui Kristus, melalui Kebenaran, Kehidupan, dan Kasih sebagaimana diperlihatkan oleh Nabi Galilea itu di dalam penyembuhan orang sakit dan penaklukan dosa dan maut.

  5. Kami mengakui bahwa penyaliban Kristus dan kebangkitan-Nya bertujuan meningkatkan iman agar memahami Kehidupan kekal, bahkan kesemestaan Jiwa, Roh, dan ketiadaan materi.

  6. Dan kami dengan sepenuh hati berjanji untuk memperhatikan, dan berdoa agar Pikiran (Mind) itu berada di dalam kami sebagaimana berada di dalam Kristus Yesus; berbuat kepada orang lain sebagaimana kami ingin mereka perbuat kepada kami; dan menjadi penuh belas-kasihan, adil, dan murni. [MARY BAKER EDDY]

Membaca rumusan pokok-pokok ajaran di atas kita bisa mendapat kesan bahwa tidak ada yang luar biasa atau yang kelewat berbeda dari rumusan ajaran atau pernyataan iman dari gereja atau aliran di lingkungan Protestan, paling tidak menyangkut butir 1-4. Namun, kita akan melihat banyaknya perbedaan pemahaman, kendati seringkali istilah yang digunakan sama atau mirip. Dan, harus dicatat pula bahwa penjelasan Mary Baker Eddy menggunakan bahasa yang sulit dimengerti, yang mengingatkan kita kepada Swedenborg, Quimby, ataupun Emerson. Untuk jelasnya baiklah kita mencoba melihat beberapa pokok ajaran Christian Science ini secara lebih sistematis, dengan mengacu pada tulisan Mary Baker sendiri maupun tulisan beberapa pengamat (a.l. Gottschalk, Hoekema, Harm, Backman, Braswell, dan Gruss).

Berikut ini ulasan singkat dari butir 1-4:

  1. Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus

    Butir 2 di atas bisa memberi kesan bahwa Christian Science mempercayai Allah yang Tritunggal. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Dalam glosari yang terdapat pada buku Science and Health (Mary Baker Eddy, hlm. 587), Allah Bapa digambarkan sbb.:

    "Aku adalah Yang Agung, mengetahui semua, melihat semua, melakukan semua, bijaksana semua, mengasihi semua dan kekal; Prinsip; Pikiran; Jiwa; Roh; Kehidupan; Kebenaran; Kasih; Hakikat semua, kecerdasan."


    Membaca penjelasan ini kita tentu bisa bingung, apa persisnya yang dimaksudkan. Namun menurut para pengamat, setidak-tidaknya penjelasan ini telah memuat sejumlah kata-kata kunci yang nantinya juga digunakan untuk menjelaskan banyak hal, baik mengenai Allah maupun mengenai hal-hal lain. Pada bagian-bagian lain dari tulisan yang sama, ataupun pada tulisan-tulisan lain, Mary sangat menekankan bahwa Allah Bapa dan Yesus Kristus, sama seperti Roh Kudus, adalah Roh atau Prinsip yang rohani; karena itu hakikat ciptaan-Nya pun adalah roh atau rohani. Baginya benda atau materi adalah sesuatu yang semu. Lebih lanjut digambarkan juga bahwa Allah bukan hanya sebagai Bapa, melainkan juga Ibu, atau Ibu-Bapa. Konsep "Ibu" menjadi sangat penting bagi pengertian Mary dan Christian Science tentang Allah (bnd. Teologi Feminis Masa Kini; pen.).

    Yesus didefinisikan oleh glosari itu sebagai "konsep tertinggi yang dibutuhkan manusia mengenai gagasan ilahi, yang menghardik dan menghancurkan kesalahan serta membawa kebakaan manusia kepada terang". Di tempat lain kemudian dijelaskan juga bahwa Yesus itu manusia, bukan Ilah, yang lahir dari wanita, berjalan di bumi, yang memampukan manusia untuk memperoleh pengetahuan pengertian tentang Allah. Ia menjadi contoh tentang manusia yang mampu mencapai status "satu dengan Allah". Sedangkan Kristus didefinisikan sebagai "pewujudnyataan tertinggi dan ilahi dari, yaitu, sang Pikiran, yang datang kepada daging untuk menghancurkan kesalahan yang bersarang di dalamnya". Dengan demikian, Christian Science membedakan Yesus dari Kristus. Berdasarkan pemahaman ini pula Christian Science tidak mengakui kematian Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia dan mendamaikan manusia dengan Allah, demikian pula kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga (dan dengan sendirinya tidak mengakui kedatangan-Nya kembali kelak; lihat pokok ajaran tentang zaman akhir di bawah).

    Lalu Roh Kudus digambarkan sebagai Ilmu Pengetahuan Ilahi, pengembangan dari Kehidupan, Kebenaran, dan Kasih. Berdasarkan itu Science and Health. menjelaskan "Tritunggal Ilahi" sebagai berikut:


    "Kehidupan, Kebenaran, dan Kasih merupakan Pribadi tritunggal yang disebut Allah, yakni Prinsip ilahi rangkap-tiga, Kasih. Mereka menampilkan suatu ketritunggalan di dalam keesaan; tiga di dalam satu, sama dalam hakikat, kendati pelbagai di dalam jabatan: Allah sang Bapa-Ibu; Kristus sang gagasan rohani tentang keanakan; Ilmu Pengetahuan ilahi atau Penghibur Suci. Ketiganya ini terungkap tiga kali ganda di dalam ilmu pengetahuan ilahi, kodrat hakiki dari yang tak terbatas. Mereka juga menandai Prinsip ilahi dari wujud ilmiah, hubungan yang cerdas antara Allah dengan manusia dan alam semesta."

  2. Manusia

    Sebagaimana disinggung pada ayat 2 rumusan ajaran di atas, Christian Science memahami manusia pertama sebagai citra Allah memiliki keserupaan dengan Allah. Karena Allah adalah Roh maka manusia pada hakikatnya adalah roh. Dalam buku Facts About Christian Science (dikutip dalam Braswell 1986:202) dikatakan sbb.:


    Manusia di dalam citra Allah, Roh, harus seluruhnya rohani dan sama sempurnanya dengan penciptanya. Karena itu orang sakit dan berdosa yang tampak dalam penampilan jasmani adalah perwakilan yang salah dari manusia, bahkan dalam kenyataannya merupakan salah paham yang bersifat bendawi.

    Baker Eddy sendiri dalam Science and Health (hlm. 475-477) menulis sebagai berikut:


    "Manusia bukanlah materi; ia tidak terbuat dari otak, darah, tulang, dan unsur umur bendawi lainnya. Alkitab memberitahu kita bahwa manusia dibuat menurut citra dan rupa Allah. Materi bukanlah rupa itu. ... Manusia itu rohani dan sempurna.... Manusia adalah ide, citra, dari Kasih; ia bukan jasmani. Ia adalah perpaduan ide Allah, termasuk semua ide yang benar; ungkapan asli bagi segala yang memantulkan citra dan rupa Allah ... Manusia adalah pantulan Allah, atau Pikiran (Mind) dan karena itu bersifat kekal dan tidak mempunyai pikiran yang terpisah dari Allah.... Ia tidak mempunyai hidup, kecerdasan, ataupun daya cipta milik sendiri, tetapi memantulkan secara rohani apa yang merupakan milik Pembuatnya....


    Ketika berbicara tentang anak-anak Allah, bukan anak-anak manusia, Yesus berkata: "Kerajaan Allah ada di dalam dirimu"; itu berarti bahwa Kebenaran dan Kasih memerintah di dalam manusia sejati, yang menunjukkan bahwa manusia di dalam citra Allah tidaklah jatuh [ke dalam dosa] dan adalah kekal.... Di dalam manusia sempurna ini Sang Juruselamat menemukan rupa Allah sendiri dan pandangan yang benar tentang manusia ini menyembuhkan si sakit. Jadi, Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu utuh, universal, dan bahwa manusia adalah murni dan suci. Manusia bukanlah tempat human yang bersifat bendawi bagi Jiwa; ia sendiri adalah rohani."

  3. Dosa dan Penyakit

    Karena Allah adalah baik, "Semua di dalam semua", berupa Mind dan tidak bersifat material, maka dosa, penyakit dan maut; sama seperti materi, sebenarnya tidak ada, atau bukan merupakan hal-hal yang nyata. Kepercayaan akan adanya hal-hal tersebut hanya disebabkan oleh kekeliruan penglihatan atau salah tangkap belaka, atau karena orang itu menolak mengakui fakta bahwa Allah adalah Semua di dalam semua. Orang seperti itu dianggap masih memiliki mortal mind (pikiran yang fana) dan masih terikat pada mortal error (kekeliruan yang fana). Untuk membebaskan diri dari pikiran dan kekeliruan yang fana itu, Mary Baker Eddy memberi resep yang sederhana: "Ubah pikiranmu [tentang kenyataan] dan ubah hidupmu." Segera sesudah seseorang melihat kehidupan dan kenyataan melalui lensa menurut resep itu, maka dosa, penyakit, dan maut akan menghilang (karena semua itu toh bersifat maya) dan ia akan menjadi Allah, dan segala sesuatu menjadi baik. Sederhana, bukan? Di sini sekaligus terlihat bahwa Mary dan Christian Science sangat dipengaruhi kaum Transendentalis di New England yang sudah disebut di atas, yang gemar berkata: "Gampangkan saja!", kendati mereka itu tidak bicara tentang Allah ataupun agama.

  4. Keselamatan dan Penyembuhan

    Keselamatan berarti memahami Allah, Kehidupan, Kebenaran, dan Kasih, dan mendemonstrasikan keyakinan akan semua itu sebagai yang unggul atas dosa, kesakitan, dan maut pada kehidupan masa kini. Sehubungan dengan itu, diyakini bahwa bagi manusia yang sejati tidak ada penyakit dan maut, dalam arti bahwa kehidupan tidak bisa dirusak. Yang mengalami penyakit, maut, ataupun neraka hanyalah manusia jasmani, yang tidak sejati dan yang jahat. "Orang berdosa membuat nerakanya sendiri dengan berbuat jahat, sedangkan orang suci membuat surganya dengan berbuat baik. Bila pemikiran kita jahat, kita berada di neraka, yang merupakan kemalangan yang didatangkan sendiri, termasuk dosa, kesakitan dan maut," demikian ajaran Mary (dikutip dalam Backman 1982:212). Dengan demikian, keselamatan mencakup pengetahuan atau science tentang Allah dan praktik penyembuhan (bnd. istilah Yunani, sozein, yang punya arti ganda: menyembuhkan dan menyelamatkan).

    Christian Science berbicara tentang keselamatan kini dan di sini, membebaskan seseorang agar memiliki kelimpahan energi, tujuan hidup, jati diri, dan sukacita. Istilah "penyembuhan" sebagaimana digunakan Christian Science mencakup penyembuhan masalah-masalah keluarga dan bisnis, ketidak-adilan sosial, keterbatasan intelektual, ketegangan jiwa, dan kerancuan moral (Facts about Christian, Science, hlm. 6).

    Penyembuhan merupakan fungsi yang paling penting dalam Christian Science. Sama seperti Mary Baker Eddy disembuhkan melalui pembacaan Alkitab dan doa, begitu pula para practitioner Christian Science harus menjalankan praktik penyembuhan dengan juga mengandalkan kedua hal ini; tentu menurut petunjuk, tafsiran, dan metode yang sudah digariskan Mary dalam buku Science and Health buku-buku pegangan lainnya. Dengan demikian, bagi para practiner yang bekerja penuh waktu untuk gereja ini, praktik penyembuhan itu merupakan pelayanan rohani sekaligus profesi. Karena praktik penyembuhan ini mengandalkan kedua sarana dan metode `rohani` itu, maka praktik itu tidak boleh dikombinasikan dengan pengobatan dan pertolongan dokter, kecuali menyangkut kasus-kasus usus, antara lain patah tulang dan melahirkan (yang toh tak boleh menggunakan obat-obatan modern). "Hanya melalui pengandalan Kebenaran secara radikallah kuasa penyembuhan ilmiah dapat diwujudnyatakan" (Science and Health, hlm. 167).

Bahan diedit dari sumber:
Judul Buku : Berbagai Aliran di dalam dan di Sekitar Gereja
Judul Artikel: Christian Science
Penulis : Jan S. Aritonang
Penerbit : PT BPK PENABUR, Jakarta, 1996
Halaman : 391 - 395

e-JEMMi 25/2005