Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.31 Vol.15/2012 / Bunak, Mare di Indonesia

Bunak, Mare di Indonesia


Pendahuluan/Sejarah

Indonesia adalah negara yang memiliki penduduk terpadat keempat di dunia dan terus mengalami pertumbuhan yang cepat. Negara ini juga merupakan salah satu negara yang memiliki populasi yang beragam secara etnis di dunia, dengan hampir 800 kelompok suku yang berbeda. Banyak dari mereka adalah Muslim. Terletak di Asia Tenggara, banyak pulau-pulau di Indonesia memegang jalur laut yang amat berpengaruh antara Australia, Eropa, dan daratan Asia. Pulau-pulau ini merupakan penghubung utama antara Lautan Pasifik dan India.

Wilayah Suku Bunak terletak di bagian dalam Pulau Timor di Provinsi Nusa Tenggara. Suku ini adalah salah satu dari kelompok mayoritas penduduk di pulau tersebut. Bahasa mereka, yang juga disebut Bunak, tidak mendekati bahasa mana pun.

Ada sedikit informasi terkait dengan pola hidup yang unik dan budaya dari orang-orang Bunak; namun, mereka dianggap sangat mirip dengan kelompok penduduk asli yang lain, yang hidup di Timor.

Seperti Apa Kehidupan Mereka?

Pulau Timor kira-kira memiliki panjang 280 km dan lebarnya mencapai 84 km. Gunung Ramelau adalah puncak tertinggi, yaitu setinggi 2.963 meter. Hampir seluruh curah hujan bagi pulau ini jatuh selama musim hujan yang terjadi dari Desember hingga Maret. Secara umum, kondisi tanah pulau ini buruk dan tumbuhannya jarang. Namun, di tempat ini terdapat hutan-hutan kayu putih, kayu cendana, kayu manis (rosewood), bambu, dan kayu jati yang berharga.

Orang-orang Portugis menduduki Timor di awal tahun 1500-an, dan pedagang-pedagang Belanda pertama kali mendarat di pulau tersebut pada tahun 1613. Orang-orang Portugis dan Belanda bersaing untuk memberikan pengaruh sehingga serangkaian perjanjian dibuat untuk menetapkan batas-batas kepemilikan mereka. Timor untuk Belanda dipusatkan di sebelah Barat, menjadi bagian dari Republik Indonesia di tahun 1950. Timor untuk Portugis, dipusatkan di sebelah timur, diambil paksa oleh Indonesia di akhir tahun 1975.

Ekonomi Timor didominasi oleh pertanian. Pengolahan dengan metode tradisional, dan hasil utamanya adalah maizena, beras, kopi, buah-buahan, dan kopra. Penduduk pantai Timor kebanyakan adalah keturunan Indonesia-Melayu. Mereka telah menggusur penduduk asli Melanesia (seperti Bunak) ke gunung-gunung.

Desa Bunak sering kali terdiri atas perkampungan individu. Di gunung-gunung, orang-orang hidup dengan ladang-ladang yang dibuat dengan cara "babat dan bakar" untuk sebagian tahun. Setelah memanen hasil bumi, mereka kembali ke desa-desa asal mereka. Setiap desa memiliki sebuah rumah keramat, dengan seorang dukun pemelihara dan daerah tabu sekitarnya. Karena perang pesisir terdahulu, desa-desa dan rumah-rumah yang terisolasi dikelilingi oleh tembok-tembok pertahanan.

Keturunan orang Bunak dilacak baik melalui laki-laki dan perempuan, dan lingkaran kekerabatan dibagi menjadi berbagai subkelompok. Pusatnya adalah keluarga inti, yang terdiri dari seorang pria, seorang wanita, dan anak-anak mereka.

Apa Keyakinan Mereka?

Agama-agama animistis (percaya bahwa benda-benda mati memiliki roh) masih dianut oleh suku-suku di wilayah-wilayah terpencil, seperti di Bunak. Pengayauan baru akhir-akhir ini saja ditekan. Orang-orang Bunak juga melaksanakan penyembahan kepada nenek moyang (bersembahyang kepada sanak saudara yang telah meninggal untuk meminta bimbingan, berkat, dan perlindungan).

Apa Kebutuhan Mereka?

Ada pernyataan bahwa lebih dari 100.000 orang mungkin telah terbunuh oleh tentara Indonesia selama perebutan Timor. Ketegangan politik di wilayah itu, mengacu pada pembunuhan besar-besaran oleh tentara Indonesia di tahun 1991. Banyak dari penduduk pulau itu perlu mengalami pemulihan emosional.

Orang-orang Bunak tidak memiliki sumber-sumber kekristenan yang tersedia dalam bahasa mereka sendiri. Namun, ada dua agen misi yang akhir-akhir ini bekerja di antara mereka. Materi-materi Injil perlu diterjemahkan ke dalam bahasa mereka dan pekerjaan-pekerjaan misi harus diluaskan. Hanya dengan itu orang-orang Bunak dapat menemukan kedamaian sejati di dalam Yesus.

Pokok Doa

  1. Mintalah kepada Tuhan agar mengirimkan orang-orang Kristen yang mengasihi untuk mengabarkan damai Kristus kepada orang-orang Bunak.

  2. Mintalah agar Roh Kudus memberikan kebijaksanaan dan kemurahan kepada agen-agen misi, yang memfokuskan pelayanan mereka kepada orang-orang Bunak.

  3. Mintalah kepada Allah untuk menyatakan Diri-Nya kepada orang-orang Bunak melalui mimpi dan penglihatan.

  4. Berdoalah agar tanda-tanda dan keajaiban akan mengikuti orang-orang Bunak yang percaya ketika mereka menceritakan Kristus kepada orang-orang mereka sendiri.

  5. Mintalah kepada Allah agar menambah tim-tim doa yang akan mulai menyiapkan fondasi melalui penyembahan dan doa syafaat.

  6. Mintalah kepada Tuhan untuk memunculkan jemaat Bunak yang berjaya untuk kemuliaan nama-Nya!

  7. Berdoalah untuk penerjemahan Alkitab di dalam bahasa utama kelompok suku tersebut.

  8. Berdoalah bagi ketersediaan film Yesus dalam bahasa utama dari suku ini.

  9. Berdoalah untuk pesan-pesan Injil, agar tersedia dalam format audio bagi kelompok orang-orang ini. (t/Anna)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Joshua Project
Alamat URL : http://joshuaproject.net/people-profile.php?rog3=ID&peo3=11015
Judul asli artikel : Bunak, Mare of Indonesia
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 24 Januari 2012

e-JEMMi 31/2012