Gerakan Doa Dunia

Seperti tanaman tidak dapat hidup tanpa air, demikian pula kebangunan rohani di kota-kota kita tidak dapat terjadi tanpa doa. Benih-benih yang telah ditabur, diairi oleh air mata para pendoa syafaat, menghasilkan jiwa-jiwa yang bertobat dan datang kepada Tuhan. Air melunakkan tanah yang kering kerontang. Air membawa mineral yang memberikan kesuburan. Air memberikan kehidupan bagi tunas yang baru muncul. Air mata para pendoa syafaat telah membanjiri dunia, mempersiapkan sebuah kebangunan rohani besar- besaran yang akan terjadi di akhir zaman ini.

Kegiatan-kegiatan di atas dapat pula dilakukan oleh sebuah gereja lokal, selain tren doa yang telah dilaksanakan di gereja-gereja lokal seperti: menyediakan ruang doa 24 jam, mengadakan doa berantai, menggerakkan altar keluarga, membuat buletin doa, membentuk perkumpulan doa, dan kegiatan-kegiatan doa lainnya.

Waktu kairos Allah bagi Indonesia adalah sekarang ini! Waktu Allah ini didukung pula dengan gencarnya gerakan doa, baik dari luar negeri maupun dari Indonesia sendiri, untuk menumbuhkan bibit-bibit kebangunan rohani yang telah ditaburkan.

Namun demikian, ada bagian yang harus dilakukan oleh gereja Tuhan, yaitu kesehatian untuk menaruh kepentingan jiwa-jiwa di kota, di atas interpretasi dan metodologi gereja masing-masing. Sebuah panggilan untuk mengutamakan yang utama.

Judul Buku: : Kota Doa -- Mengobarkan Api Kebangunan Rohani di Komunitas Anda
Judul Artikel : Gerakan Doa bagi Kota Anda
Penerbit : Harvest Publication House, Jakarta, 1998
Penulis : Jimmy B. Oentoro
Halaman : 262 - 267

e-JEMMi 05/2005