Mongolia Tahun 2003

Semua tuduhan telah dijatuhkan kepada para penatua "Church of All Nations" (Gereja Segala Bangsa) di distrik Bayangol, wilayah Ulaanbatar, Mongolia. Para penatua gereja menerima tuduhan-tuduhan melakukan tindak kriminal dan penyitaan atas semua perpuluhan serta persembahan karena gereja tersebut tidak terdaftar. Segala usaha untuk mendaftarkan gereja tersebut sejak tahun 1999 ternyata telah diabaikan. Para jemaat gereja berterima kasih kepada semua orang yang telah mendoakan mereka. Jemaat gereja tersebut juga terus meminta dukungan doa karena gereja ini sedang mengurus proses registrasi. Pemerintahan Mongolia telah bekerja sedemikian rupa untuk menghambat pertumbuhan kekristenan di negara tersebut. Namun di samping masalah-masalah yang terjadi, "Church of All Nations" telah pindah ke tempat yang lebih luas dan jemaatnya terus mengalami pertumbuhan.

Sumber: Voice of the Martyrs, December 20, 2002


  • Terus dukung dalam doa khususnya untuk proses registrasi "Church of All Nations". Doakan agar Allah melembutkan hati pemerintah Mongolia dalam memberikan ijin kepada gereja ini.

  • Bersyukur atas pertumbuhan dan kemajuan yang dialami oleh "Church of All Nations" di tengah masalah yang mereka hadapi saat ini.

e-JEMMi 02/2003