Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hereBlogs

Blogs


Saat Bimbang Melanda Hidup Orang Percaya

Adakalanya kita bimbang dalam mengambil sebuah keputusan, terutama jika menyangkut hal penting. Misalnya, kita ragu haruskah berhenti kerja dan memulai usaha sendiri. Untuk melanjutkan atau menyudahi hubungan asmara dengan seseorang. Untuk mengasihi orang yang sepertinya tak layak dikasihi. Atau, apakah rencana kita, yang sudah diiringi doa dan kerja keras akan membuahkan hasil.

Menjadi Orang Kristen yang Punya Integritas

Integritas seseorang erat kaitannya dengan jati diri yang sejati. Seluruh aspek kehidupannya, baik yang internal maupun eksternal, berjalan dengan harmonis, tanpa kepalsuan atau kemunafikan. Dengan kata lain, pribadi yang berintegritas adalah mereka yang memiliki keselarasan dalam pikiran, perasaan, perbuatan, serta perkataannya.

Tantangan Terbesar dalam Memikul Salib

Sepulang kerja, terkadang saya bertemu kolega atau tetangga yang sama-sama Kristen, untuk mengobrolkan beragam topik. Namun, ketika diskusi mengarah ke tema salib, saya menyadari tidak semua orang nyaman membahasnya. Ada yang menganggap salib adalah topik berat yang bikin pusing. Ada juga yang merasa sudah punya cukup masalah sehingga tak ingin ditambahi lagi dengan hal lain.

Ciri Pernikahan Sehat: Mampu Kelola Konflik

Ibarat magnet, adakalanya kita tertarik dengan orang dari “kutub berlawanan”. Opposite attraction inilah yang membuat orang cenderung jatuh cinta pada lawan jenis dengan karakter yang berseberangan. Misalnya, pria ekstrover tertarik dengan wanita yang introver; atau, wanita yang ceria dan easygoing terpesona pada pria yang cool.

Pandangan Saya tentang Misi

Oleh: Abraham Aji

Seperti kebanyakan orang percaya, konsep bermisi dan memberitakan Injil bukanlah sesuatu yang asing di telinga saya. Subjek ini sudah sering saya dengar, baik dalam khotbah, kesaksian, maupun dari membaca Kitab Suci, tepatnya dalam Kitab Matius pasal 28 yang membahas Amanat Agung. Kesan saya pada pekerjaan misi adalah bahwa misi merupakan tugas mulia yang diemban oleh setiap orang percaya. Namun, penerapannya masih cukup samar bagi saya. Pengertian saya terhadap misi adalah melakukan perjalanan ke suatu daerah/negara yang memiliki budaya dan bahasa yang berbeda dengan kita, dengan masyarakat yang belum mengenal Injil, dan kemudian memberitakannya. Ini adalah pekerjaan besar, dan rasanya tidak semua orang siap meninggalkan segalanya untuk memulai pelayanan di tempat yang benar-benar baru. Belum lagi kendala-kendala lain yang mungkin menyebabkan seseorang tidak bisa bermisi ke luar wilayahnya.

Resolusi Tahun Ini: Start Strong, Finish Strong

Pertanyaan “Apa resolusi Anda?” lebih sering terdengar pada awal tahun. Namun, mungkin ada di antara kita yang baru memulai langkah-langkah untuk mewujudkannya, atau bahkan baru menemukan resolusi itu sekarang.

“Wah, apakah itu berarti saya terlambat?”

Apakah Tuhan Butuh Pelayanan Kita?

Pelayanan merupakan aspek integral dalam kehidupan orang Kristen. Kita mungkin sering mendengar ada yang berkata, “Mau pergi pelayanan dulu,” atau, “Hari ini kamu ada pelayanan apa?”

Saya Takut Mengecewakan Orang: Belajar Berkata Tidak dengan Iman

Ketika keluarga kami pindah melintasi negeri agar suami saya dapat melakukan pelayanan, saya turut melibatkan diri dalam sejumlah komitmen dan kesempatan. Sebagai istri pendeta yang baru, saya merasa bertanggung jawab untuk menghadiri sejumlah Bible studies, rapat, dan pertemuan sosial. Saya berasumsi itulah yang orang lain harapkan dari saya. Bahwa saya harus mengatakan “ya”.

Gunakan Waktu untuk Tiga Hal Berikut, Selagi Masih Bisa Menyebut “Hari Ini”

Masih segar dalam ingatan kita tragedi jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Kepulauan Seribu pada Oktober 2018 lalu. Kejadian ini menyisakan pilu yang teramat dalam bagi keluarga korban. Kementerian Keuangan pun berduka karena kehilangan sejumlah pegawai.

Benci Dosa: Ditolak Manusia tapi Dicintai Allah

Mendengar kata benci, yang pertama terlintas di pikiran kita biasanya adalah sesuatu yang negatif. Membenci sesama (Imamat 19:17), kebenaran firman (Yohanes 17:14), atau didikan (Amsal 15:10) memang merupakan hal buruk, bahkan merugikan diri sendiri.

Di sisi lain, ada jenis benci yang positif, yaitu ketika kita mengarahkannya kepada dosa.