Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hererenungan / Yesus Bangkit: Apa Maknanya bagi Kebangkitan Kita?

Yesus Bangkit: Apa Maknanya bagi Kebangkitan Kita?


By suwandisetiawan - Posted on 16 July 2019

Barangkali karena terbawa kemeriahan acara akhir tahun, sebagai umat Kristen kita tanpa sadar lebih memusatkan diri pada kelahiran Yesus dibanding peristiwa-peristiwa lain dalam kehidupan-Nya. Apalagi, Natal memang menjadi pokok keselamatan setiap orang percaya.

Namun, bagaimana dengan peristiwa ketika Yesus bangkit?

Yesus berfokus pada misi-Nya, yaitu agar kebangkitan-Nya mengubah hidup mereka yang percaya kepada-Nya dan melakukan perintah-Nya. Lalu, sudahkah kita memaknai kebangkitan Yesus sebagaimana mestinya? Apa pengaruh Yesus bangkit terhadap kebangkitan hidup orang Kristen?

Yesus Bangkit = Dosa Kehilangan Kekuatan

“Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” – 1 Korintus 15:54b-55

Beberapa waktu lalu, seorang saudara mengaku kepada saya bahwa ia sudah lelah menjadi seorang Kristen. Pasalnya, ia bergumul hebat dengan salah satu kelemahan terbesarnya. Selalu jatuh di dosa yang sama membuat ia malu setiap kali harus mengakui dosa atau memastikan pertobatannya. Ia ingin berhenti menjadi Kristen karena merasa tidak bisa berubah.

Jika Anda merasa tidak bisa berubah, mungkin itu ada benarnya. Ketika Anda lebih bergantung dengan pengalaman atau pengetahuan Anda sebagai seorang Kristen, Anda takkan pernah bisa berubah.

Mengapa?

Karena, Anda berhadapan dengan dosa—yang telah lama menguasai hidup Anda dan membuat Anda menjadi budaknya. Anda ingin bertobat, tapi selalu jatuh dalam dosa yang sama. Ingin berbuat baik, yang terjadi malah hal yang tidak ingin Anda perbuat. Anda suka firman Tuhan, tetapi keinginan daging Anda terlalu kuat (Roma 7:22-23).

“Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” – Roma 7:24-25a
Akibat dosa, tak ada sesuatu pun yang baik dalam diri kita (Mazmur 14:3). Paulus menyebut dirinya manusia celaka: karena apa yang ada di dalam tubuh, pikiran, dan hati kita semuanya mendatangkan celaka. Jadi, memang, kita tidak bisa berubah dan tidak dapat mengalahkan dosa dengan kekuatan kita sendiri.

Namun, ingatlah: ketika Yesus wafat, Dia ikut menyalibkan dan menghapus dosa-dosa kita. Dan, dengan bangkit, Yesus membuktikan bahwa Dia lebih berkuasa daripada dosa.

“Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.” – Roma 6:9

Dengan kebangkitan Yesus, maut tak lagi punya kekuatan atas kita, anak-anak Allah. Yakinlah bahwa Anda bisa menang melawan dosa—seburuk dan seberat apapun itu—karena kuasanya atas hidup Anda telah kalah ketika Yesus bangkit. Dengan kebangkitan-Nya, Anda dibebaskan. Anda bukan lagi tawanan dosa, melainkan pemenang!

Yesus Bangkit = Kita Punya Hidup Baru

“… supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” – Roma 6:4a.

Salah satu penyesalan yang sering dialami kebanyakan orang adalah, bahwa mereka tidak bisa menghapus masa lalu. Betapa mereka ingin memutar waktu agar dapat memperbaiki hidup mereka.

Sebagai seorang Kristen, kita tidak perlu risau. Setelah Yesus bangkit, Dia naik dalam kemuliaan dan kembali ke surga. Demikian pula, setelah Anda mematikan dosa-dosa Anda dan menyalibkan keinginan daging, Anda akan bangkit ke dalam hidup baru. Manusia lama Anda telah dikuburkan. Anda adalah Anda yang baru, manusia baru, ciptaan baru.

“Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” – 1 Korintus 15:17

Ketika Yesus bangkit, Anda ikut bangkit dan memiliki hidup yang baru. Masa lalu Anda sudah ditiadakan. Anda kini punya kesempatan mengukir kembali kehidupan Anda sebaik-baiknya. Hidup Anda tidak lagi sia-sia, karena Anda bukan hamba atau tawanan dosa. Anda bebas. Anda orang yang merdeka dari perbudakan dosa.

Yesus Bangkit = Kita Hidup dalam Pengharapan

Jika Yesus yang kita sembah tidak bangkit, maka sia-sialah keyakinan kita (1 Korintus 15:14). Kita adalah orang-orang yang paling malang di dunia (1 Korintus 15:19).

Namun, karena Yesus bangkit, kita memiliki pengharapan penuh bahwa Dia juga akan menghidupkan kita kembali (Roma 8:11). Dan, kelak kita dapat tinggal di surga bersama-sama dengan-Nya.

“… yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. – 1 Petrus 1:3-4

Jadi, karena Yesus bangkit, dosa kehilangan kekuatannya dan kita memiliki hidup baru yang penuh pengharapan. Janganlah kita menyia-nyiakan, apalagi melupakan kebangkitan-Nya. Gunakan dan terimalah kuasa kebangkitan Yesus supaya Anda menjadi orang yang merdeka dari perbudakan dosa.

Syukur kepada Allah!

Source : https://gkdi.org/blog/yesus-bangkit/

Tags