Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are herekasih / Mencintai dan Menghargai Pasangan Dengan Tulus

Mencintai dan Menghargai Pasangan Dengan Tulus


By chritis ghaza - Posted on 18 December 2014

Tidak jauh dari judul diatas maka kita akan berbicara tentang kasih! iya cinta kasih; BUKAN kupang, aman, sehat, indah, harmonis (Kasih)
Saya mau bertanya, apa anda mencintai pasangan anda dengan tulus? Coba deskripsikan ketulusan anda pada pasangan anda pada saya?
Apa anda pernah berkorban untuk pasangan anda dan berharap dia berkorban juga? Apa anda sering bilang "I Love You, I Miss You" pada pasangan anda dan berharap dia juga membalas yang sama? Apa anda membuka google dan mencari "bagaimana agar pacar tidak cuek, bagaimana agar pacar yang kaku menjadi romantis, dll. Itu bukan ketulusanan/pengorbanan ataupun "pejuang cinta" melainkan EGO.. mengapa demikian? sebab ketulusan tidak mengharapkan balasan , sesuatu yang berlandaskan ketulusan dan cinta kasih akan berujung pada hasil akhir yang baik pula
Tarik lagi dari judul diatas, mencintai dan menghargai pasangan dengan tulus, pertanyaanya BAGAIMANA?
Pertama, Saya pribadi mencintai pasangan saya dalam Yesus Kristus, mengapa Yesus? Sebagai seorang Kristen anda harus mencintai sang Empunya cinta kasih ,Yesus Kristus. Dari Dialah Kasih berasal (1 Korintus 13 : 1 - 3). waktu saya duduk merenungkan Kematian Yesus di Kayu Salib, saya menyadari karena cinta kasih Bapa yang begitu besar akan kita semua maka Dia Mengutus AnakNya agar mati di kayu salib demi menebus dosa kita (Yohanes 3:16) , jika anda mencintai pasangan anda dalam Yesus, maka secara otomatis anda Mengundang Yesus untuk campur tangan dalam hubungan anda, kasih Karunia Allah yang paling Mulia akan membaur bersama anda dan pasangan anda .
Yang Kedua, cintailah dan hargailah diri anda terlebih dahulu (dalam arti positif)
Bagaimana anda akan tulus mencintai dan menghargai pasangan anda kalau diri sendiri tak anda hiraukan contoh nyata dari diri saya sendiri, saya dulunya perokok aktif dan pemabuk, tapi kemudian hari saya sadar kalau saya hanya mengijinkan hal buruk masuk kedalam tubuh saya, itu adalah salah satu contoh tidak mencintai dan menghargai diri sendiri, motivasi dari orang tua, rekan sejawat, dan terlebih pasangan yang tanpa henti selalu mengontrol saya , maka semakin mantap untuk berhenti. ujungnya dengan total saya pun bisa melepas semua itu. Yesus berkata, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Matius 22:39), dan Paulus melihat bahwa "tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat" (Efesus 5:29), dua ayat diatas merujuk pada tindakan akan cinta kasih serta menghargai diri sendiri. , itulah beberapa hal yang dapat saya berikan malam ini untuk kita semua, terimakasih telah membaca. Damai Kristus besertamu (Christian Giri/@Chritis_Ghaza)