Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hererenungan / Mazmur 119: Pasal Penuh Kekuatan dan Penghiburan

Mazmur 119: Pasal Penuh Kekuatan dan Penghiburan


By suwandisetiawan - Posted on 07 January 2019

Terkadang hidup ini seperti menelan pil pahit. Janji Tuhan terasa jauh. Ketika pengharapan dan kenyataan tidak berjalan harmonis, dan beban yang saya pikul terasa berat, saya merenungkan Mazmur 119.

Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dalam Alkitab yang memuat 176 ayat. Pasal berjudul Bahagianya Orang Yang Hidup Menurut Taurat Tuhan ini sangat terkenal. Sejumlah lirik lagu rohani yang sering kita nyanyikan berasal dari pasal ini. Misalnya, Firman-Mu Pelita Bagi Kakiku, yang dikutip dari Mazmur 119:105.

Ajaib, setelah membaca mazmur ini berulang-ulang, saya menemukan kekuatan dan penghiburan. Saya ingin membagikan pengalaman itu kepada Anda.
Mari kita baca Mazmur 119, sambil merenungkan keempat hal ini:

1. Sumber kebahagiaan sejati adalah ketika kita memegang perintah Allah

“Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.” – Mazmur 119:2

Sejumlah ahli menduga penulis Mazmur 119 adalah Daud. Seorang raja yang tinggal di istana, dilayani banyak orang, punya nama besar, dan seorang pahlawan hebat.

Namun, mazmur ini tidak mengatakan bahwa orang yang berbahagia hanyalah orang kaya. Yang tidak punya masalah dan beban, atau memiliki segalanya. Daud justru baru merasakan kebahagiaan sejati dalam hidupnya ketika dia memegang perintah Tuhan dan mencari-Nya dengan segenap hati (Mazmur 119:57-64).

Jadi, dengan berpegang pada firman dan mencari Allah dengan sepenuh hati—terlepas dari banyaknya masalah Anda, atau beratnya pergumulan Anda setiap hari—Anda adalah orang yang berbahagia! Perintah Tuhan lebih berharga dari pada ribuan keping emas dan perak (Mazmur 119:72).

Jika Anda mengalami kesulitan atau keengganan mempelajari firman, berdoalah agar Tuhan memampukan Anda dengan bantuan Mazmur 119:73: “Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.”

2. Tuhan berjanji memberi kekuatan dan penghiburan

“Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.“ – Mazmur 119:50

Ada kalanya, hidup tidak menjanjikan hal-hal baik. Mungkin Anda kecewa pada seseorang yang mengkhianati Anda. Lalu, Anda bersumpah tidak akan percaya lagi pada janji siapapun.

Sikap itu bisa dipahami. Ini terjadi karena kita menaruh pengharapan pada sesuatu atau seseorang yang tidak kekal dan tidak pasti.

Namun, sekali ini saja, cobalah Anda percayai janji Tuhan. Sang pemberi janji ini adalah Sosok yang tidak dapat binasa, tidak berubah, dan kekal. Terlebih, Dia adalah pemilik alam semesta, yang mengasihi Anda sedemikian besar sehingga rela memberikan nyawa-Nya untuk Anda (Yohanes 3:16).

Anda akan terhibur dan dihidupkan kembali oleh janji-janji-Nya yang bukan janji palsu. Tuhan selalu memberikan pengharapan pasti dan tidak pernah menjanjikan sesuatu yang tak dapat Dia tepati (Mazmur 119:86a).

3. Perintah-Nya adalah pusaka yang kekal

“Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.” – Mazmur 119:111

Barangkali Anda merasa bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa. Namun, ketika Anda berpegang kepada perintah-Nya, Anda telah memiliki pusaka / warisan yang tidak ada habis-habisnya! Pusaka itu akan menjadi sumber sukacita dan kekuatan Anda.

Dengan tuntunan Allah, ketika kita hidup seturut firman-Nya, kita dapat membawa orang lain kepada keselamatan—teman, saudara, orang tua, bahkan anak-cucu. Itulah pusaka yang kekal bagi kita.

4. Tuhan adalah tempat persembunyian dan perisai kita

“Engkaulah persembunyianku dan perisaiku, aku berharap kepada Firman-Mu.” – Mazmur 119:114

Pernahkah Anda merasa tidak tahu ke mana harus mengadu? Kepada siapa mesti berlindung? Siapa yang bisa Anda andalkan?

Saya pernah. Saya seperti rumah tanpa tiang penyangga yang akhirnya hancur berkeping-keping. Walaupun saya punya keluarga dan teman, saya tahu mereka juga manusia yang memiliki keterbatasan. Kasih mereka terbatas. Waktu dan upaya yang dapat mereka berikan untuk saya juga terbatas.

Saat itulah, saya mencari Allah. Perisai hidup saya. Tempat persembunyian di mana saya merasa aman dan terlindung.

Siapakah persembunyian dan perisai hidup Anda? Apakah pacar, pasangan hidup, karier, kekayaan, orang tua, sahabat, alkohol, atau obat-obatan yang hanya memberi kelegaan sesaat? Jika Anda masih dalam pencarian, temukanlah tempat persembunyian dan perisai hidup yang kekal di dalam Tuhan dan firman-Nya.

Brothers and sisters, firman Tuhan bukanlah mantra sakti. Juga, bukan buku kuno berisi koleksi kata-kata indah. Ketika Anda tidak mengacuhkan Kitab Suci dan membiarkannya sebagai pengisi rak buku, firman itu tidak akan memberi pengaruh apa-apa dalam kehidupan Anda.

Namun, saat Anda mulai membacanya sedikit demi sedikit, satu demi satu kitab, hari demi hari, barulah kekuatan firman itu tampak. Isinya adalah kekuatan dan penghiburan dalam menjalani hidup, serta janji-janji Allah yang akan Anda terima, jikalau Anda percaya.

Source : https://gkdi.org/blog/mazmur-119-kekuatan-dan-penghiburan/

Tags