Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hererenungan / Kapan Waktu Terbaik Untuk Saat Teduh?

Kapan Waktu Terbaik Untuk Saat Teduh?


By suwandisetiawan - Posted on 20 June 2019

Sebagai seorang murid Yesus, saat teduh adalah sesuatu yang kita lakukan setiap hari. Waktu yang kita khususkan untuk menjalin hubungan yang semakin dalam dengan Tuhan. Meskipun idealnya hubungan kita dengan Tuhan terjalin sepanjang hari, tetapi saat teduh menjadi penanda bahwa kita memprioritaskan satu bagian terbaik dari waktu kita dalam sehari untuk Tuhan.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, kapan waktu terbaik untuk saat teduh? Meskipun tidak ada ayat khusus di Alkitab yang menentukan kapan saat teduh harus dilakukan, tetapi kita dapat belajar satu atau dua hal berharga dari teladan Yesus.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. (Markus 1:35)

Yesus mempersembahkan bagian pertama dari hari-Nya untuk Tuhan. Pernahkah kita membayangkan kesibukan Yesus dalam sehari? Dia berkhotbah dan mengajar, berjalan kaki kemana-mana, melayani kebutuhan banyak orang, diundang makan ke rumah-rumah. Bahkan, malam sebelum Dia bersaat teduh pagi itu, Dia baru saja mengusir roh jahat dan menyembuhkan ibu mertua Simon. Dikatakan bahwa malam itu penduduk kota berkerumun di depan pintu dan Yesus menyembuhkan berbagai macam penyakit serta mengusir banyak setan (Markus 1:23-34). Mendengarnya saja sudah melelahkan!

Motivasi Untuk Saat Teduh di Pagi Hari

Jadi, apa yang memotivasi Yesus untuk bersaat teduh pagi itu? Tentunya Yesus sadar benar akan kebutuhan-Nya untuk selalu dekat dengan Bapa. Hubungan itulah yang menjadi bahan bakar-Nya untuk menghadapi hari yang padat dan penuh tantangan. Jika hubungan dengan Bapa adalah hal pertama yang menjadi fokus Yesus di pagi hari, bagaimana dengan kita?

Kita pasti sudah sering mendengar berbagai macam alasan. “Ah, saya paling tidak bisa bangun pagi.” “Saya merasa lebih fokus di malam hari.” “Saya tidak punya waktu di pagi hari, saya harus berangkat sekolah pagi-pagi sekali!” “Saya tipe burung hantu, bukan burung gereja.” “Saya tidak mau saat teduh menjadi sekadar rutinitas!”

Bagi sebagian orang ini memang tidak mudah. Namun, bagaimana jika menghabiskan pagi hari bersama Tuhan ternyata dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan-Nya? Saat kita menghabiskan waktu-waktu pertama kita di pagi hari bersama Tuhan, bukankah itu menunjukkan bahwa kita memprioritaskan hubungan ini di atas hal-hal lainnya dalam hidup?

Jika kita pernah bangun pagi-pagi sekali, kita pasti tahu bahwa pagi hari adalah salah satu saat paling sunyi dalam sehari. Situasi ini membuat kita dapat berkonsentrasi penuh dan bebas dari gangguan. Apa yang kita pikirkan pertama-tama di pagi hari juga seringkali berpengaruh terhadap sikap dan suasana hati kita sepanjang hari. Mengisi hati dan pikiran kita dengan doa dan firman Tuhan akan membantu kita memfokuskan hati dan pikiran pada apa yang baik dan penting di hari itu.

Saat teduh di pagi hari juga dapat melepaskan beban dan kekhawatiran kita, serta tekanan dari hari sebelumnya, karena kita sudah menyerahkan segalanya kepada Dia di dalam doa. Masih banyak manfaat dari saat teduh di pagi hari. Kita harus mengalaminya sendiri untuk dapat benar-benar merasakan manfaatnya.

Apa yang Dapat Membantu Kita Bangun Pagi?

Mungkin kita sudah sering mendengar saran-saran ini. Tapi, sudahkah kita bertekun melakukannya? Mari kita segarkan kembali pikiran kita.

Tidak tidur terlalu malam – Perjuangan untuk bangun di pagi hari dimulai pada hari sebelumnya, yaitu pada malam sebelum kita tidur! Tentukan jam tidur kita setiap malam dan latihlah diri Anda untuk disiplin dengannya. Bukankah banyak kegiatan yang kita lakukan di malam hari tidak efektif dan disebabkan oleh kurangnya pengendalian diri? Apakah saya benar-benar perlu menonton serial drama ini, perlu mengintip akun-akun sosial media saya lagi? Apakah saya harus menjawab chat itu sekarang, atau membalas email itu malam ini juga? Ada di antara kita yang mempunyai jadwal kerja yang unik. Tetapi, itu seharusnya bukan halangan untuk memakai waktu pertama kita saat bangun dari tidur untuk saat teduh.
Menentukan jam yang sama untuk bangun setiap hari – Saat tubuh kita dilatih untuk tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, maka kita akan tidur lebih nyenyak dan bangun lebih segar.
Bertanggung jawab untuk membangunkan diri Anda dari tempat tidur – Ini adalah tanggung jawab pertama dalam sehari! Jangan bergantung kepada orang lain, ambillah tanggung jawab penuh untuk memastikan hal ini terjadi.
Lakukan apa pun yang diperlukan untuk benar-benar bangun – Cuci muka. Buat kopi. Lakukan gerakan senam di tempat. Apa pun untuk membuat Anda benar-benar bangun dan terjaga. Jangan terus-menerus menekan tombol “snooze” di ponsel. Salah satu hal yang suami saya lakukan adalah memasang alarm di salah satu tablet yang diletakkan di ruang keluarga (lantai bawah), sementara ruang tidur kami berada di lantai dua! Memang mengesalkan mendengar alarm itu di pagi hari. Dibutuhkan penyangkalan diri besar-besaran untuk bangun dan turun ke bawah untuk mematikannya. Tetapi, itu cukup berhasil membangunkan kami!

Pagi hari adalah waktu yang sangat spesial. Ada aroma yang berbeda di udara dan kesunyian sebelum hiruk-pikuk hari dimulai membawa ketenangan tersendiri ke dalam jiwa. Inilah salah satu waktu terindah yang dapat kita berikan kepada Tuhan. Cobalah untuk melakukan saat teduh Anda di pagi hari dan perhatikan bagaimana hubungan Anda dengan-Nya semakin bertumbuh. Saya ingin menutup tulisan ini dengan mazmur yang indah dari Daud, sang kekasih Allah:

Bangunlah, hai jiwaku,

bangunlah, hai gambus dan kecapi,

aku mau membangunkan fajar!

Aku mau bersyukur kepada-Mu

di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan,

aku mau bermazmur bagi-Mu

di antara suku-suku bangsa

Sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit,

dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan.

Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah!

Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!

Source :https://gkdi.org/blog/saat-teduh/

Tags