Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereJEKA-1 / THE BRIDGE OF LOVE ministry

THE BRIDGE OF LOVE ministry


By bipyanderson - Posted on 20 January 2011

the BRIDGE of LOVE ministry
Sentuhan hati kami sebagai pekerja radio siaran untuk melayani sesama dan memberitakan Injil Kebenaran, melalui program radio siaran dari group kami disurabaya,malang,tuban bahkan jaringan didaerah-daerah.

Motto, Iman,Pengharapan dan Kasih.
The LORD is near to those who have a broken heart,and saves such as have a contrite spirit
Psalm 34:18

Matius 10: 5 - 6
"Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria. " "Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hi-lang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi)."

Lalu Yesus berkata kepada mereka,
"Pergilah ke seluruh dunia dan siarkanlah Kabar Baik dari Allah itu kepada seluruh umat manusia.Markus 16:15

IMAN, PENGHARAPAN DAN KASIH
1 Korintus 13:13

Mazmur 126:5-6 : Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan Air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan MENANGIS sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

“ Receive the Holy Spirit,Ask and you will receive,
that your joy may be full. “

PROGRAM SIARAN ROHANI ADALAH MENARA DOA.
PONDASI MENARA DOA = FIRMAN TUHAN.
Yesaya 62:6-7, Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.
mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. (Yesaya 56:7)
Menara doa adalah pusat penjagaan untuk suatu kota dan biasanya didirikan di tempat yang tinggi dan strategis untuk bisa mengamati keadaan kota atau daerah sekelilingnya.
Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. (Habakuk 2:1)
Kubu doa adalah benteng pertahanan rohani yang dibuat pada wilayah-wilayah di tengah-tengah jemaat melalui kelompok-kelompok seorang pendoa atau pemimpin kelompok untuk mulai memenangkan dan mempertahankan wilayah tersebut.
... Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, ... (2 Samuel 22:2; Mazmur 18:3)
Rumah doa, secara fisik, adalah tempat di mana umat Tuhan menaikkan doa, pujian, dan penyembahan, dan Allah hadir di tengah-tengah mereka. Secara rohani, rumah doa adalah kehidupan rohani umat Tuhan yang dipenuhi doa, pujian, dan penyembahan seperti kedua puluh empat tua-tua di hadapan Anak Domba Allah (Wahyu 5:8).

PONDASI KEDUA MENARA DOA
Salah satu kunci yang diberikan Tuhan untuk menyongsong penuaian jiwa-jiwa adalah dengan menginjak, menduduki, dan mengumpulkan orang untuk berdoa di wilayah tersebut. Dalam penjabaran lebih lanjut, ini mengacu pada pembangunan kubu doa dan menara doa.
Melalui doa-doa di kubu doa dan menara doa, maka kita mulai memenangkan dan mempertahankan suatu wilayah dengan doa:
• Melakukan serangan terus-menerus terhadap musuh-musuh rohani yang menguasai suatu daerah/wilayah, melalui kubu-kubu doa.
• Memberikan penjagaan 24 jam atas kota/wilayah terhadap serangan musuh, dengan mendirikan menara doa.
Yesaya 62:6-7, Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.
Dalam doa terdapat beberapa tingkat hubungan:
1. Umat dengan Allahnya Setiap orang percaya membangun hubungan dengan Allahnya dalam doa.
2. Bapa dan anak (Matius 6:8-13; Lukas 11:1-2, 10-13)
Dalam kekristenan, doa bukan sekedar permohonan umat dengan Allahnya, tetapi lebih daripada itu, hubungan anak dengan bapaknya.
Contoh: Hubungan Yesus dengan Bapa tidak pernah putus (Markus 1:35; Yohanes 15:5-8)
3. Persahabatan (Yohanes 15:15; Mazmur 25:14; 1 Korintus 4:12; Amsal 17:17) Tingkatan hubungan persahabatan adalah di mana Allah mau mengkomunikasikan kehendak-Nya.
Contoh: Abraham (2 Tawarikh 20:7)
4. Mempelai Tingkat paling tinggi di mana kita benar-benar memiliki keintiman dengan Allah.

Prasyarat doa
Doa membutuhkan:
1. Ruang dan waktu (Daniel 6:11; Matius 6:6)
2. Iman percaya (Markus 11:24)
3. Kerinduan akan Tuhan (Mazmur 63:2)
4. Ketekunan (Kolose 4:2)
5. Keterbukaan (Filipi 4:6)
Jenis doa
Macam-macam doa:
1. Doa pribadi
o Doa pengakuan (1 Yohanes 1:9)
o Doa pernyataan (Roma 10:9-10)
o Doa permohonan (Filipi 4:6)
o Doa ucapan syukur (Filipi 4:6)
o Doa pengagungan (Mazmur 18:3-4)
o Doa keintiman (Keluaran 33:19-20; Kidung 1:12; Mazmur 63:7-9)
2. Doa syafaat
o Doa peperangan rohani ((Efesus 6:10-18)
o Doa ratapan (Yesaya 62:1-2, 6-7; Yeremia 9:1; Omel 1:13)
o Doa terobosan (Kolose 4:3-4; Kisah 4:31)
o Doa nubuatan (Yehezkiel 37:1-14)

KESAKSIAN PONDASI DASAR KETIGA MENARA DOA
1. LATAR BELAKANG DAN ARTI
Tugas kesaksian adalah “Amanat Agung” Yesus Kristus. Untuk itu, selayaknyalah warga gereja menyadari serta memahaminya dan bukan hanya oleh para ‘pelayan-pelayan’ gereja.
Kata ‘kesaksian’ adalah terjemahan dari kata : marturia atau martyfrein (Bahasa Junani). Marturia berasal dari kata martus, artinya saksi. Dalam dunia Junani (kuno), kata martus secara khusus digunakan pada bidang hukum : yakni, saksi solemnitas dan saksi prosesuil.
Tugas saksi terutama saksi prosesuil adalah memberitahu hakim tentang apa yang telah terjadi, dengan tidak menambahkan atau mengurangkan sesuatu. Dengan kata lain, saksi harus mengatakan kebenaran. Dan apa yang dinyatakan oleh saksi, itulah yang disebut dengan kesaksian.

2. SAKSI DALAM ALKITAB
2.1. Didalam Alkitab (Septuaginta, terjemahan Junani), hal yang sama tentang saksi dapat kita temukan, misalnya :
- Saksi dalam “suatu perjanjian” (Bil. 35 : 30 ; Ul. 19 : 15).
- Saksi dalam “suatu kejadian”, yang biasanya disebut sebagai “saksi mata” dan “saksi telinga” (Ul. 5 : 1 ; Bil. 23 : 18 ; Yes. 8 : 2).
Dalam proses hukum yang berlaku ditengah-tengah Israel, peran saksi punya tanggung jawab besar. Hal ini menjadi jelas bagi kita apabila kita baca aturan dalam Bil. 35 : 30 dan Ul. 19:15. Disana dikatakan, hidup atau matinya seorang terdakwa bergantung pada keterangan (kesaksian) para saksi-saksi. Itu makanya Hukum Allah melarang kesaksian dusta (Kel. 20:16).
2.2. Kata marturia dalam Alkitab (Septuaginta) bukan hanya dipakai dalam bidang hukum, tapi juga dipakai dalam hal keagamaan (religius).
Contoh yang jelas dapat kita temukan dalam Jes. 43:9-13 dan Jes. 44 : 7-11. Disana dikatakan bahwa : Allah (Jahwe) bertindak menempatkan diriNya bersama-sama dengan bangsa-bangsa kafir dalam suatu proses, dan harus diambil keputusan tentang siapakah Allah yang benar, Apakah Allah (Jahwe) atau ilah-ilah (dewa) kafir. Dalam proses tadi :
- Bangsa Israel bertindak sebagai “Saksi Allah (Jahwe)”, dan,
- Bangsa kafir sebagai “saksi ilah-ilah (dewa) kafir”.
Peran Israel sebagai “saksi Allah (Jahwe)” adalah berdasarkan panggilan, pemilihan dan kelepasan yang diperbuat Allah (Jahwe) bagi umat Israel, melalui Perjanjian Allah di Gunung Sinai (Kel. 20 : 1 dst).
Umat Israel dijadikan sebagai umat yang kudus, “penyambung lidah bagi Allah”, menjadi saksi yang benar dan setia dari FirmanNya, sehingga mereka tidak boleh mengurangi atau menambah satu katapun juga.
Disamping itu, peran pribadi sebagai “saksi Allah” banyak ditemukan dalam Perjanjian Lama. Peran ini juga adalah berdasarkan panggilan Allah, untuk menyampaikan FirmanNya kepada UmatNya. Diantaranya adalah para nabi. Panggilan dan pemilihan umat Israel dan nabi-nabi menjadi “saksi-saksi Allah (Jahwe)”, adalah merupakan anugerah Allah yang amat besar.
2.3. Dalam Perjanjian Baru, kata “marturia” atau “martyrein” dipakai secara khusus bagi saksi-saksi Kristus, yakni para murid-murid Yesus, serta setiap orang percaya. Di dalam PB, kata ini adalah sebanyak 76 buah, dan 43 diantaranya terdapat dalam Injil Yohanes serta surat-surat Yohanes.

3. KESAKSIAN PARA MURID JESUS
Untuk pertama sekali, tugas kesaksian diberikan Yesus kepada para muridNya. Murid-muridNya, ditetapkan Yesus sebagai saksi bagiNya (Luk.24:48; Kis.1:8). Tugas para murid selaku “saksi-saksi Kristus” adalah memberikan kesaksian tentang Yesus. Dengan kata lain, mewartakan Kabar Baik dari Allah kepada seluruh umat manusia, yakni kelepasan (keselamatan) yang dikerjakan oleh Yesus Kristus melalui penderitaan dan kebangkitanNya, serta kenaikan dan kedatanganNya kembali di dalam kemuliaan.

Saat ini, marturia (kesaksian) dipakai untuk menyatakan tugas gereja dan orang percaya, untuk bersaksi tentang kasih Kristus kepada dunia.
Tugas ini, disamping bersekutu (koinonia) dan melayani (diakonia), adalah tugas gereja dan orang-orang percaya yang tidak akan pernah berubah sepanjang jaman.

4. KESAKSIAN DAN WARGA GEREJA
Dalam Alkitab (PB) kita menemukan “Amanat Agung” Yesus Kristus untuk memberitakan Injil (Mark.16:15; Mat.28:20). Tugas panggilan memberitakan Injil inilah yang disebut : Bersaksi atau Kesaksian (= marturia).
Untuk tugas ini ada 3 (tiga) hal yang perlu disadari dan dipahami :
4.1. Tugas kesaksian adalah tugas panggilan bagi semua orang percaya
Semua orang percaya terpanggil sebagai “saksi-saksi Injil”, baik secara sendiri dan atau bersama-sama dalam persekutuan jemaat/gereja.
4.2. Isi kesaksian, adalah : Injil Yesus Kristus yang utuh
Kita harus sadar dan memahami, bahwa Injil bukan hanya terbatas pada soal-soal rohani dan sorgawi saja. Dalam Injil diberitakan bahwa Yesus mengampuni dosa, tapi juga menyembuhkan dan memberi makan. Dengan demikian, harus kita sadar dan pahami bahwa Injil Yesus Kristus itu adalah berita kesukaan mengenai pertobatan dan pembaharuan yang telah disediakan bagi manusia (Mark.1:15), tetapi juga berita kebebasan, keadilan, kebenaran dan kesejahteraan yang dikehendaki Tuhan untuk dunia (Luk.4:18-21).

4.3. Alamat kesaksian, adalah segenap manusia serta segala mahluk
Gereja dan warganya dipanggil untuk memberitakan Kabar Baik dari Allah untuk semua orang, agar percaya dan diselamatkan (Mat.28:19-20; Luk.24:47-48).
Disisi lain, gereja dan warganya harus menyadari fungsinya sebagai : penguasa, pengelola serta pemelihara lingkungan hidup dan alam semesta. Inilah yang dimaksudkan dengan tugas kesaksian kepada segala mahluk ( Mark. 16:15).
Untuk mencapai sasaran ini, ada dua (2) arah kesaksian gereja : yakni,
- Kesaksian ke dalam
Artinya : memberitakan Injil untuk membimbing dan mendewasakan gereja dan warganya agar diperlengkapi untuk setiap perbuatan yang baik (2 Tim.3:15-17) sehingga mampu menjadi “saksi Injil” di tengah-tengah lingkungan dan pekerjaan masing-masing. Dengan kata lain, warga gereja harus dapat menghayati iman, etik dan perilaku kristen sesuai Firman Tuhan, dalam hidup sehari-hari. Untuk sasaran ini, maka kesaksian dipahami dalam bentuk : khotbah, pembinaan, pendidikan/ pengajaran bagi semua warga gereja.
- Kesaksian keluar
Artinya, memberitakan Injil kepada semua orang dan kepada segala mahluk dalam segala aspek kehidupannya. Untuk sasaran ini, maka kesaksian gereja atau warga gereja harus dipahami dalam fungsi Profetis yakni sebagai nabi yang bertugas menyampaikan Firman Tuhan; dan dalam keteladanan Kristus, yakni sebagai Garam dan Terang (Mat.5:13-14).
Dalam 1 Petrus 2:9 dikatakan : “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia …”

Didalam sejarah PI di Simalungun, tercatat Kongsi Laita (15 Nopember 1931), dan Parguru Saksi Kristus (tahun 1942). Demikian juga halnya dengan peran “teacher-preacher”, yakni para guru yang bekerja di sekolah Zending yang sekaligus juga berperan dalam tugas kesaksian, yakni sebagai pemberita injil.
Semuanya itu menunjukkan kesaksian warga gereja, baik secara sendiri dan juga secara bersama dalam persekutuan jemaat, yang banyak menolong perkembangan Injil di Simalungun.

5. PENUTUP
Dalam kata mutiaranya M. Luther berkata : “Adalah menjadi tugas utama dari kasih yang harus dikerjakan oleh seorang Kristen, jika telah menjadi orang percaya, yaitu membawa orang-orang lain untuk beriman, sebagaimana dia sampai kepada Iman.
Tentu yang dimaksud M. Luther disini adalah : Kesaksian. Tugas itu adalah tugas gereja dan warganya sepanjang masa.

PONDASI SIARAN ROHANI JEMBATAN KASIH ministry
FIRMAN TUHAN
DOA SYAFAAT
KESAKSIAN
PUJI-PUJIAN.
BRIDGE LOVE ministry
Gigantara Bulding lt-3 no 185.D-E Surabaya
Telp.031-34757074V/ Fax 031-5030007
HP.082147231909
contactperson : BIPY.ASE
radio : Kosmonita 92.5 fm,My Radio 94,4 fm,Makou 88.7 fm, pesona 102,9 fm

Tags