Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hererenungan / Basmi Rasa Takut Tepat di Akarnya

Basmi Rasa Takut Tepat di Akarnya


By suwandisetiawan - Posted on 16 July 2019

Semua orang bisa dan pernah merasa takut. Hal-hal yang ditakutkan pun bermacam-macam. Entah takut disakiti, takut gagal, takut menghadapi masa depan, takut akan kematian, takut sakit, takut miskin, takut dikecewakan, dimarahi, ditinggalkan, dan lain sebagainya.

Rasa takut datang dalam bentuk berbeda-beda. Pertanyaannya, dari manakah asalnya? Apa yang menjadi sumber ketakutan kita?

Akar Ketakutan

Secara biologis, rasa takut adalah reaksi kognitif alami manusia terhadap ancaman keamanan atau keselamatan. Tanpa itu, kita akan ceroboh, lengah, atau justru mencelakakan diri sendiri. Ketakutan merupakan salah satu mekanisme pertahanan manusia untuk melindungi diri dari bahaya fisik dan emosional. Misalnya, kita terperanjat ketika dikagetkan dari belakang, atau tidak akan dengan sengaja mengganggu binatang buas.

Secara rohani, ada dua hal yang menjadi sumber ketakutan kita.

1. Takut karena Dosa

Mengapa manusia memiliki rasa takut? Salah satunya adalah karena manusia mengenal dosa. Dosa membuat kita mengalami rasa takut yang pertama.

Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” – Kejadian 3:10

Mengapa Adam takut ketika Allah memanggilnya di Taman Eden? Bukankah Adam terbiasa berkomunikasi langsung dengan Allah dalam kesehariannya?

Saat Adam berbuat dosa dengan memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, rasa takut kepada Tuhan mulai muncul. Namun, “takut akan Tuhan” di sini bukan mengacu pada kepatuhan. Ini adalah kengerian harafiah, yaitu takut datang kepada Allah, atau takut berkomunikasi dengan-Nya. Tak hanya menciptakan ketakutan, dosa membuat hubungan manusia dan Allah semakin berjarak.

Dosa memberi Anda rasa takut. Ketika Anda tidak menunjukkan performa dalam pekerjaan, mungkin Anda takut datang ke rapat. Karena melakukan kesalahan, Anda mungkin ketakutan ketika harus menemui atasan Anda.

Dan, ketika Anda berdosa kepada Tuhan, bukankah Anda merasa takut atau merasa tidak layak datang kepada-Nya?

Hari ini, jika Anda mengalami banyak ketakutan, cobalah periksa batin Anda. Apakah masih ada dosa yang belum Anda kalahkah? Jauhkan diri Anda terhadap dosa. Itu akan membantu mengurangi ketakutan-ketakutan Anda selama ini.

2. Takut karena Ketidakpercayaan kepada Allah

Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. – Matius 8:26

Jika Anda sudah membereskan ketakutan yang disebabkan oleh dosa, tetapi masih memiliki banyak rasa takut, bisa jadi Anda sebenarnya tidak percaya kepada Allah.

Ayat di atas adalah penggalan peristiwa ketika angin ribut mengombang-ambingkan perahu murid-murid Yesus. Kendati secara kasat mata Yesus ada di sisi mereka—meski sedang tidur—murid-murid-Nya tetap ketakutan. Akhirnya mereka membangunkan Yesus, yang kemudian berkata, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”

Kisah serupa lainnya terjadi saat Yesus berjalan di atas air. Saat itu, Petrus meminta supaya ia juga diizinkan berjalan di atas air bersama Yesus. Awal-awalnya ia berhasil. Namun, sewaktu merasakan tiupan angin kencang, Petrus mulai tenggelam, lalu meminta Yesus menolongnya.

Dan, inilah respon Tuhan:

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” – Matius 14:31

Mengapa Petrus tenggelam? Karena ia kurang percaya. Petrus menganggap masalah yang ia hadapi, yaitu angin kencang dan badai, lebih besar daripada imannya kepada Tuhan.

Ketidakpercayaan kita kepada Tuhan menciptakan banyak ketakutan. Bahkan sebelum kita memulai sesuatu yang baru, kita sudah menimbun banyak ketakutan dengan berpikir:

“Bagaimana kalau saya gagal?”

“Bagaimana kalau hubungan ini ujung-ujungnya hanya membuat saya kecewa?”

“seandainya kalau saya tidak sukses menjalani usaha ini?”

“Bagaimana pendapat orang ketika saya melakukan ini? Nanti banyak yang menolak saya. Banyak yang membenci saya.”

“Bagaimana kalau hasilnya tidak seperti yang saya harapkan?”

Ketika ketakutan-ketakutan itu berkuasa sedemikian rupa sehingga menghambat kemajuan hidup kita, inilah solusinya:
Trust God. Percayalah kepada Tuhan. He is in control. Percayalah bahwa tidak ada yang kebetulan dalam segala sesuatu!

Bagaimana kalau tingkat kepercayaan Anda kepada Tuhan masih rendah?

Berdoa, baca Alkitab, ingat akan janji-janji Tuhan, berpuasa, dan lakukan perintah-Nya akan membantu kita untuk berserah kepada Allah. Percayalah, jika Anda sudah lakukan bagian Anda dengan maksimal, Tuhan tidak menutup mata-Nya terhadap Anda. Dia peduli terhadap Anda dan tidak akan melupakan Anda.

Cara Ampuh Kalahkan Ketakutan

Sekarang kita tahu dua akar ketakutan, yaitu dosa dan ketidakpercayaan akan Allah. Dan, agar terbebas dari rasa takut, Anda harus hidup benar, jauh dari dosa, dan percaya kepada Tuhan.

Namun, pada dasarnya ketakutan itu akan terus hadir dalam hidup kita. Mau bagaimanapun caranya, ia tidak akan hilang 100%.

Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Untuk melawan ketakutan, ciptakan ketakutan yang lebih besar lagi

Ya, itulah tips dari leader saya. “Jika Anda takut, ciptakanlah ketakutan yang lebih besar lagi.”

Ganti ketakutan Anda dengan ketakutan lain yang lebih besar tetapi lebih masuk akal.

Contohnya, karena saya bekerja di bidang marketing, beliau memberi tantangan seperti ini: “Kamu takut ditolak orang? Mana yang lebih kamu takutkan? Ditolak orang atau jatuh miskin?”

You got the point, right?

Berita baiknya, ternyata prinsip ini Alkitabiah, lho.

“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” – Matius 10:28

Ketakutan terhadap apa yang paling menghantui Anda saat ini?

Menurut saya pribadi, yang paling parah adalah takut kehilangan tubuh yang kita tinggali, alias takut mati. Namun, Alkitab mengatakan Anda harus mengkhawatirkan satu ketakutan yang lebih besar lagi, yaitu takut akan Allah—yang tidak hanya bisa membinasakan tubuh, tetapi juga jiwa.

Berhentilah takut terhadap hal-hal yang kecil atau sepele. Sebagai anak Tuhan, kita tahu bahwa rasa takut itu harus pada tempatnya. Takutlah hanya pada hal yang besar dan yang benar. Gantilah ketakutan Anda dengan ketakutan baru, yaitu takut akan Tuhan. Jadikan rasa takut Anda kepada Allah mengalahkan semua ketakutan lainnya.

Amin.

Source : https://gkdi.org/blog/basmi-rasa-takut/

Tags