Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel Misi / Belajar dari Kota Makedonia

Belajar dari Kota Makedonia


Apa yang sedang terjadi di negara Indonesia akhir-akhir ini, menguji kita untuk percaya bahwa tangan Tuhan tetap menyertai kita. Dalam masa-masa krisis seperti ini, masihkan kita percaya akan penyertaan Tuhan yang luar biasa, yang senantiasa memimpin umat-Nya untuk tetap kuat dan bertindak?

Dalam Kisah Para Rasul 13:1-2, kita melihat gereja mula-mula di Anthiokhia, sebagai jemaat yang kuat dalam doa dan terlibat aktif dalam misi. Merekalah yang mengutus Paulus dan Barnabas untuk melakukan pekerjaan misi. Merekalah yang mendorong Paulus dan Barnabas untuk melangkah dengan luar biasa dalam pekerjaan misi, sehingga mereka dapat melayani sampai ke daerah-daerah Makedonia, Akhaya, dan lainnya.

Hasil dari pelayanan Paulus dan Barnabas, khususnya jemaat Makedonia, memberikan informasi yang jelas bagaimana orang-orang di Korintus justru belajar memberi jemaat Makedonia, sehingga orang-orang di Yerusalem dan gereja lokal lainnya mendapat bantuan pekerjaan misi. Seperti yang tercatat di 2 Korintus 9:1-15, Paulus memberi contoh tentang orang-orang di Makedonia yang terlibat dalam pekerjaan misi, mereka memberikan uang sekalipun mereka bukanlah orang yang kaya/orang mampu. Mereka menginvestasikan uang mereka untuk jemaat di Yerusalem (pusat kegerakan misi), karena mereka sedang kekurangan bantuan.

Di sini, kita melihat sikap hati memberi yang luar biasa dari jemaat Makedonia, di tengah-tengah situasi yang kurang baik dan mungkin mengalami krisis, mereka tetap memberi. Melalui contoh ini, kiranya kita pun diingatkan seperti jemaat Makedonia yang sedang menghadapi krisis, bisa tetap memberi dengan hati yang berlimpah. Tujuannya bukan supaya semua orang dapat makan/berkecukupan, tapi tujuannya adalah supaya semua orang dapat mengucap syukur. Yang memberi mengekspresikan ucapan syukurnya dengan memberi, yang berkekurangan menerima pemberian itu, sehingga ia dapat mengucap syukur kepada Tuhan.

Diambil dan disunting dari:

Judul majalah : abbavoice, Edisi Sahabat Kota Kita , Volume 1
Judul artikel : Belajar dari Kota Makedonia
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : abbalove ministries, Jakarta
Halaman : 23 -- 24

e-JEMMi 14/2011