Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMi No.08 Vol.12/2009 / Bedouin, Levantine Mesir

Bedouin, Levantine Mesir


Sejatinya, tanah air suku Arab Bedouin adalah Gurun Arab; akan tetapi, beberapa kelompok suku Bedouin telah berpindah ke utara menuju wilayah Gurun Negev di Israel. Kini, beberapa ribu orang Bedouin tinggal di Israel, sebagian besar dari mereka menjadi penggembala domba dan kambing. Kelompok terbesar dari suku ini adalah orang Banu Sakhr dan orang al-Huwaytat.

Orang Bedouin terbagi menjadi dua kelompok sosial utama. Kelompok pertama dikenal sebagai orang Bedouin "asli", dan mereka hidup sebagai penggembala nomaden. Kelompok yang lain telah mengenal cocok tanam dan kelompok ini disebut sebagai "fellahin". Fellahin hidup menetap di pinggir gurun. Sebaliknya, orang Bedouin "asli" dikenal sebagai perampok kafilah-kafilah yang melewati wilayah mereka ketika melintasi padang pasir yang tandus. Mereka pindah ke gurun selama musim dingin yang disertai hujan dan kembali ke pinggir gurun selama musim panas yang kering. Mereka berbahasa Badawi atau yang lazim disebut bahasa Arab Bedouin.

Seperti Apakah Kehidupan Mereka?

Orang Bedouin Arab menjalani kehidupan yang relatif keras. Para pengembara tidak memunyai rumah tetap, tetapi tinggal di tenda-tenda hitam dari pintalan bulu kambing yang mudah dibawa ke mana-mana. Tenda-tendanya dipisah-pisahkan oleh dinding penyekat berdekorasi yang disebut "gata". Separuh tenda untuk kaum wanita, anak-anak, peralatan memasak, dan gudang. Separuh bagian yang lain berisi tungku perapian dan digunakan untuk mengadakan hiburan. Kaum wanita bertugas melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tangga, sementara kaum pria bersosialisasi dengan masyarakat dan membuat perencanaan untuk kelompoknya.

Orang Bedouin memiliki sedikit sekali benda-benda budaya. Tenda-tenda mereka yang merupakan harta utama mereka serta binatang-binatang yang mereka miliki, penting bagi gaya hidup mereka yang berpindah-pindah. Unta merupakan alat transportasi utama mereka, sedangkan domba dan kambing diperjualbelikan.

Produk-produk yang terbuat dari susu adalah sumber makanan utama bagi orang Bedouin. Susu unta dan kambing digunakan untuk membuat yogurt dan mentega. Sebagian besar makanan mereka paling tidak terdiri dari semangkuk susu, yogurt, atau nasi. Potongan roti tidak beragi disajikan jika tersedia. Buah kurma yang dapat ditemukan di oasis gurun pasir, dihidangkan sebagai makanan penutup. Daging hanya dihidangkan pada acara-acara khusus, seperti pesta pernikahan, upacara-upacara, atau jika ada tamu.

Untuk bertahan dalam panasnya gurun yang luar biasa, orang Bedouin mengenakan pakaian yang bahannya ringan dan berwarna terang. Pakaian mereka sangat longgar sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara.

Meskipun dahulu orang Bedouin menganggap pekerjaan buruh itu merendahkan martabat, namun entah bagaimana anggapan itu telah berubah dalam beberapa tahun-tahun terakhir ini. Oleh karena kebutuhan akan kondisi kesehatan, uang, dan kehidupan yang lebih baik, beberapa orang Bedouin menerima pekerjaan upahan. Namun demikian, sebagian besar dari mereka masih meremehkan jenis pekerjaan ini.

Apakah Kepercayaan Mereka?

Hampir 100 persen orang Bedouin di Israel adalah Muslim Sunni. Agama Islam didasarkan pada ajaran nabi Muhammad. Al-Quran ("kitab suci" agama Islam) dianggap sebagai pewahyuan yang diberikan malaikat Gabriel kepada Muhammad.

Islam adalah agama yang yang berpusat pada lima "pokok" dasar. (1) Seoramg Muslim harus mengakui bahwa "tidak ada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah nabinya". (2) Dia harus berdoa lima kali sehari menghadap Mekah. (3) Dia harus memberi zakat dengan murah hati. (4) Dia harus berpuasa selama bulan Ramadhan, bulan kesembilan dalam kalender Islam. (5) Dia harus mengusahakan paling tidak satu kali selama hidupnya untuk beribadah umroh ke Mekah.

Agama Islam sangat berpengaruh dalam kehidupan orang Bedouin. Sebagai contoh, untuk memelihara keberadaan masyarakatnya, orang Bedouin hanya diperbolehkan menikah dengan orang-orang dari sukunya sendiri. Selain itu, masyarakatnya juga bersifat patrilineal, artinya keturunan diturunkan menurut garis keturunan kaum lelaki.

Apakah Kebutuhan Mereka?

Usaha-usaha penginjilan di antara orang Bedouin sangat menantang karena gaya hidup mereka yang keras dan tak menetap. Para pekabar Injil yang mampu bertahan dalam keadaan yang berat di Gurun Negev, sangat diperlukan.

Pokok-Pokok Doa

  1. Berdoalah agar kuasa kegelapan yang mengikat orang Arab Bedouin selama beberapa generasi dapat dilepaskan.

  2. Mintalah pada Tuhan untuk memanggil orang-orang yang bersedia menjangkau mereka dan membagikan kasih Kristus kepada mereka.

  3. Berdoalah agar Tuhan membangkitkan perantara yang setia, yang akan menjadi jembatan bagi orang Bedouin.

  4. Mintalah Tuhan untuk menguatkan, mendorong, dan melindungi beberapa orang Bedouin Kristen yang hidup di Israel.

  5. Berdoalah supaya tradisi budaya tradisional di sana dilunakkan sehingga membuka jalan bagi Injil untuk diberitakan di antara mereka.

  6. Mintalah Roh Kudus untuk membuka hati orang Arab Bedouin terhadap orang Kristen sehingga mereka mengenal kasih Allah secara pribadi.

  7. Berdoalah agar Tuhan menyatakan diri-Nya kepada mereka melalui mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan.

  8. Mintalah kepada Tuhan untuk membangkitkan gereja-gereja lokal yang kuat di antara orang Bedouin. (t/Setya)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Joshua Project
Penulis : Tidak dicantumkan
Alamat URL : www.joshuaproject.net