Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereBagian C. Bagaimana Saya Dapat Bersaksi?

Bagian C. Bagaimana Saya Dapat Bersaksi?


Saya ingin memaparkan pendekatan langkah demi langkah yang sederhana yang telah saya gunakan dalam bersaksi kepada orang lain. Dengan cara ini saya menghindari perdebatan yang tidak perlu yang akan menghalangi penyampaian Injil secara lengkap.

Mula-mula saya menanyakan lima pertanyaan untuk menentukan kondisi rohani orang tersebut. Melalui hal itu saya mencari informasi, bukan menyampaikan alasan-alasan saya.

Kemudian, saya meminta orang itu membaca beberapa ayat-ayat kunci dari Alkitab dan menanyakan ayat-ayat tersebut berbicara apa kepadanya. Tujuannya bukan untuk berkotbah, tetapi agar Roh Kudus memberi keyakinan, sementara orang itu membaca dan berpikir tentang kebenaran-kebenaran dari Alkitab.

Langkah ketiga berupa lima pertanyaan yang lain lagi. Pertanyaan-pertanyaan ini meringkas kebenaran-kebenaran ayat-ayat yang baru saja ia baca, dan ia terpanggil untuk mengambil keputusan menerima Kristus.

  • Langkah 1 -- Pendekatan
  • Langkah 2 -- Dasar Alkitab
  • Langkah 3 -- Penutup
  • Ringkasan

  • Langkah 1 -- Pendekatan
  • Langkah 2 -- Dasar Alkitab
  • Langkah 3 -- Penutup
  • Ringkasan

LANGKAH 1 -- PENDEKATAN

PENDEKATAN (Pertanyaan)

  1. Apakah Anda memiliki kepercayaan rohani tertentu?
  2. Menurut Anda, siapakah Yesus?
  3. Menurut Anda, apakah surga dan neraka itu ada?
  4. Jika Anda meninggal saat ini juga, ke mana Anda akan pergi?
  5. Jika apa yang Anda percayai ternyata tidak benar, maukah Anda mengetahuinya?

Pada saat Anda mengajukan pertanyaan, hal itu memberi kesempatan pada orang tersebut untuk menyatakan pandangannya. Orang senang menyatakan pendapat-pendapat mereka. Ketika Anda menanyakan satu pertanyaan, jangan menanggapinya dengan jawaban Anda sendiri; maka Anda tidak akan mengakhirinya dengan debat panjang. Pada saat orang itu berkata bahwa ia akan bereinkarnasi atau berakhir saat meninggal, Anda pasti ingin melompat dan menanggapi. Tetapi jangan melakukannya!

Sebagai tambahan dari pertanyaan-pertanyaan ini, saya kadang-kadang menggunakan pertanyaan-pertanyaan pengantar yang lain sebagai penghubung. Salah satu yang menjadi favorit saya adalah: Apakah Anda ke suatu gereja tertentu? Hal itu tidak terlalu memojokkan. Cobalah hal itu pada saat orang tersebut ada di tempat kerja dan amati apa yang terjadi. Pertanyaan itu dapat menjadi alat penghubung yang efektif untuk masuk dalam pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Apakah Anda memiliki kepercayaan rohani tertentu?

Pertanyaan pertama ini tidak menanyai orang apakah mereka percaya kepada Allah -- pertanyaan seperti itu mungkin akan menyebabkan Anda mendapat jawaban, "Bukan urusanmu." Namun jika Anda menanyai mereka apakah mereka memiliki kepercayaan rohani tertentu, mereka akan berbicara kepada Anda, sekitar 5-10 menit. Biarkan mereka berbicara, sebab jika mereka melakukan hal itu, mereka tidak akan terlalu mendebat Anda. Jika mereka menjawab langsung "ya" tanpa penjelasan apa pun, lanjutkan ke pertanyaan berikutnya.

2. Menurut Anda, siapakah Yesus?

Pada saat Anda bertanya pada seseorang apa pendapatnya tentang Yesus, ia biasanya akan menanggapi, "Anak Allah" atau "Orang yang mati disalib." Namun jika saya bertanya tentang hal itu kepada Anda, saya berharap jawaban Anda akan menggambarkan hubungan pribadi Anda dengan Yesus. Saya mengharapkan Anda berkata, "Allahku dan Juruselamatku." Oleh karena itu, perhatikan dengan baik jawaban orang itu.

3. Menurut Anda, apakah surga dan neraka itu ada?

Pertanyaan ini aman. Ini pertanyaan intelektual. Secara sederhana pertanyaan ini menanyakan apa yang mereka percayai tentang kehidupan yang akan datang.

4. Jika Anda meninggal saat ini juga, ke mana Anda akan pergi? Jika ke sorga, mengapa Anda berpendapat demikian?

Saya bertanya kepada seorang wanita, "Menurut Anda, apakah surga dan neraka itu ada?" Ia menjawab dengan tegas, "Jelas tidak ada." Namun pertanyaan keempat ini adalah bersifat pribadi. Jadi ketika saya menanyai ke mana ia akan pergi jika ia meninggal, ia berkata, "Tentu saja ke surga." Pendapat ini mengalir dari kepala ke hatinya. Ketika Anda mulai berbicara tentang aspek-aspek pribadi kehidupan seseorang, ia akan mulai serius.

Jika orang menjawab, "Surga," tanyakan, "Mengapa?" Jawaban mereka akan menunjukkan dengan tepat kepercayaan mereka yang sesungguhnya. Jika mereka berkata, "Tidak tahu," lanjutkan ke pertanyaan berikutnya.

5. Jika apa yang Anda percayai ternyata tidak benar, maukah Anda mengetahuinya?

Pertanyaan terakhir ini adalah pertanyaan yang sulit. Yesus membuat orang-orang Farisi dan Saduki jengkel dengan pertanyaan-pertanyaanNya yang keras, jadi saya tidak ragu-ragu menanyai mereka demikian.

Apakah dua kemungkinan jawaban atas pertanyaan nomor 5? Ya atau tidak. Jika "ya", teruskan. Jika jawabannya "tidak", berhenti. Dan tahukah Anda apa yang akan terjadi setiap kali Anda berhenti? Orang itu akan berkata, "Tidakkah Anda ingin memberitahu saya?" Kasus seperti ini sangat sering terjadi. Jika Anda mendapat jawaban tidak, ingatlah, itu bukan persoalan Anda, itu urusan Allah.

VARIASI PENDEKATAN

Anda dapat membuat variasi pendekatan dalam beberapa cara. Di bawah ini saya berikan beberapa contoh.

Contoh 1: Saya sedang berada di suatu bandara dan saya berada di tempat pengambilan tiket sebelum naik ke pesawat. Saya mengamati seorang wanita yang sendirian. Saya mendekatinya dan berkata, "Saya memiliki satu pertanyaan." Dan ia bertanya, "Apa?" Saya berkata, "Jika Anda meninggal saat ini juga, ke mana Anda akan pergi?" Ia berkata, "Ini adalah pertanyaan yang penting." Kemudian saya mengajaknya ke satu sudut, dan akhirnya ia menyerahkan hidupnya kepada Yesus Kristus.

Pertanyaan-pertanyaan ini hanya merupakan suatu penyelidikan untuk mengetahui kesiapan hatinya. Anda dapat mengatur mereka sesuai dengan keinginan Anda. Jika Anda ingin langsung ke persoalan inti, tanyakan saja. Tidak ada percakapan yang tidak dapat diarahkan ke pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas.

DERRINGER
"Derringer" adalah sebuah pistol saku kecil. Para penjudi Barat kuno menggunakannya untuk menembaki lawan mereka. Jika Anda pergi ke suatu tempat dengan seseorang, jangan membawa "senjata" Anda (Alkitab yang dipakai ke gereja). Jika Anda ingin mendekati saya sebelum saya menjadi orang Kristen dan meletakkan Alkitab besar Anda di atas meja restoran, Anda dan Alkitab itu tak akan ditanggapi. Bawalah Alkitab saku yang kecil. Setiap hari bila Anda menaruh di saku atau tas, berdoalah dan katakan, "Tuhan, saya telah siap."

Contoh 2: Anda dapat berkata kepada seseorang, "Di suratkabar Anda membaca tentang olahragawan ternama yang mencetak banyak uang namun kehidupan pribadinya kacau balau. Menurut Anda, apa yang membuat seseorang berbahagia? Saya ingin tahu apakah Anda memiliki kepercayaan rohani tertentu? Siapa Yesus menurut pemahaman Anda?"

Contoh 3: Anda dapat berkata, "Anda tahu bukan, berbagai ketegangan di dunia dan peperangan yang sedang berlangsung, apakah Anda berpikir tentang para tentara itu yang mungkin akan meninggal? Pernahkah Anda memikirkan apa yang akan terjadi pada seseorang jika mereka meninggal? Bagaimana dengan Anda? Jika Anda meninggal saat ini juga, ke mana Anda akan pergi?"

Anda dapat mengarahkan percakapan apa pun ke dalam konfrontasi yang tidak kentara. Namun jangan meninggalkan pertanyaan-pertanyaan tadi, atau Anda mungkin tidak akan mendapat kesempatan lagi untuk berbicara tentang Tuhan kepada mereka.

Contoh 4: Seorang saksi Yehova datang ke rumah saya. Saat itu saya sedang terburu-buru untuk pergi memenuhi suatu janji, tetapi saya membuka pintu juga. Ia berkata, "Hallo, saya dari Watchtower." Saya berkata, " Sebentar, saya benar-benar harus pergi, tetapi saya mempunyai satu pertanyaan." Ia bertanya, "Apa itu?" Saya berkata, "Jika apa yang Anda percayai ternyata salah, maukah Anda mengetahuinya?" Ia menjawab, "Tapi, Tuan, apa yang saya percayai itu benar, dan saya datang ke sini untuk membagikan kebenaran dan wahyu itu kepada Anda." Saya berkata, " Bu, itu bukan pertanyaan saya." Saya mengulang hal ini 12 kali. Akhirnya ia berkata, "Baiklah." Dan ia telah kembali ke rumah saya dua kali.

Pokok pikiran dari seluruh pertanyaan tersebut adalah untuk masuk ke Alkitab. Kuasa itu ada pada firman Allah. Saya ingin mengarah ke dalam firmanNya.

Contoh 5: Saya mempunyai seorang teman yang membaca 1200 kata dalam satu menit dan ingat segala hal yang ia pernah baca. Selama 20 tahun ia menjadi seorang ateis dengan hobinya menggoyahkan iman orang-orang percaya lainnya.

Pada suatu hari di Guam, di sebuah bis, ia melihat seorang laki-laki yang sedang diganggu oleh beberapa orang. Seseorang merebut Alkitabnya dan melemparkannya keluar lewat jendela. Teman saya yang memiliki hati yang peka itu, mendekat dan berkata, "Mengapa Anda membiarkan mereka melakukan hal itu kepadamu?" Orang itu berkata, "Saya seorang Kristen."

Teman saya menanggapi hal ini dengan berkata, "Maksud Anda, Anda mau mengatakan bahwa Anda percaya seseorang dimuntahkan dari mulut ikan paus?" Orang itu menjawab ya. Teman saya bertanya dengan cepat, "Dari mana Anda tahu?" Jawabnya, "Alkitab saya mengatakan demikian."

Hal ini dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan lagi dan orang itu menjawab dengan ya atau tidak dan berkata, "Alkitab saya mengatakan demikian." Hal ini sangat menggusarkan teman saya sehingga ia pulang, meminjam sebuah Alkitab, dan membacanya selama akhir pekan. Sebuah ayat dalam kitab Ayub yang mengatakan, "Diamlah, dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah" berbicara kepadanya (Ayub 37:14).

Selama dua minggu ia berpikir dan bergumul antara bunuh diri atau percaya Kristus, sebelum akhirnya ia menyerahkan diri kepada Tuhan. Sekarang ia adalah seorang Kristen, pembela iman yang tangguh.

Hal yang paling penting adalah: Jangan sampai merasa terancam. Katakan "ya" bila "ya" dan "tidak" bila "tidak".

  • Langkah 1 -- Pendekatan
  • Langkah 2 -- Dasar Alkitab
  • Langkah 3 -- Penutup
  • Ringkasan

LANGKAH 2 -- DASAR ALKITAB

DASAR ALKITAB

  1. Roma 3:23
  2. Roma 6:23
  3. Yohanes 3:3
  4. Yohanes 14:6
  5. Roma 10:9-11
  6. Wahyu 3:20

Allah menggunakan Alkitab untuk mengubah hidup manusia. Langkah kedua dalam bersaksi tanpa berdebat berdasarkan pada dua prinsip berikut. Pertama, dari Roma 10:17, "Iman timbul dari pendengaran." Pendengaran adalah kuncinya. Prinsip kedua, dalam Lukas 10:26, yang saya kutip, "Apa yang kaubaca di sana?" Roh Kuduslah yang akan memberi meyakinkan dan kepastian. Anda hanya bersiap dan melihat Allah melakukan sesuatu.


Roh Kuduslah yang akan memberi keyakinan dan kepastian
1. Roma 3:23 -- "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."

Pada saat saya bersaksi, saya membawa Alkitab dan membukanya di depan orang lain -- di meja atau di pangkuannya. Saya menunjuk Roma 3:23 dan memintanya untuk membacanya dengan bersuara. Kemudian saya bertanya padanya, "Apa yang dikatakannya pada Anda?" Bila Anda bertanya dengan cara demikian, ia tidak dapat berkata, "Itu kan hanya interpretasi Anda sendiri." Ia akan membaca dan mengatakan kepada Anda apa yang dikatakan Alkitab padanya. Dengan demikian ia tidak dapat berkata bahwa Anda yang memberitahu padanya. Ketika Anda melakukannya, orang tersebut akan berbicara, Roh Kudus akan meyakinkan, dan tak seorang pun yang akan memulai perdebatan dengan Anda tentang interpretasi itu.

Setelah orang tersebut membaca ayat ini dan memberitahu Anda apa yang didapatnya, bila Anda rasa orang itu memerlukan penjelasan secara sederhana katakan, "Pernahkah Anda membunuh?" Orang itu mungkin berkata, "Belum." Lalu tanyakan, "Pernahkah Anda membenci atau marah pada seseorang?" Ia mungkin akan merasa sedikit terdesak dan berkata, "Yah, Anda sendiri?" Anda berkata, "Tentu pernah." Dan kemudian Anda berkata, "Tahukah Anda bahwa Allah berkata bahwa marah itu sama dengan membunuh?" Pada saat itu ia biasanya akan diam, sebab tiba-tiba ia menyadari bahwa dilihat dari standar kesucian Allah, ia adalah sampah.

KE MANA SELANJUTNYA? Di bawah ini adalah saran seandainya Anda bingung bagaimana mengingat ayat selanjutnya yang harus dibuka. Bukalah Alkitab Anda pada Roma 3:23. Buka sedemikian rupa sehingga orang yang sedang menghadap Anda dapat membacanya. Pada tepi yang paling dekat, tulis "Roma 6:23." Sementara Anda membaca Roma 3:23 dengan seseorang, Anda akan melihat referensi ayat berikutnya pada tepi Alkitab Anda. Kemudian, pada bagian Roma 6:23, tulislah di tepinya " Yohanes 3:3" Lakukan hal ini untuk semua ayat yang akan Anda gunakan. Setiap kali Anda membuka sebuah ayat, Anda akan tahu ke mana Anda harus meneruskannya.

2. Roma 6:23 -- "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Mintalah orang itu membaca ayat ini, kemudian tanyakan, "Apa yang dikatakan ayat ini?" Ia akan berkata bahwa karena satu dosa kita binasa.

Ayat ini dapat menghancurkan agama seseorang dan perasaan bahwa ia aman-aman saja. Dalam Roma 6:23, garis bawahi atau lingkarilah kata dosa. Kemudian tariklah garis menuju kata maut. Dengan huruf besar, tulislah kata neraka di dekatnya. Kemudian lingkari kata dalam. (Lakukan hal ini di Alkitab Anda sebelum Anda berbicara dengan orang lain.)

Ada kecenderungan dalam diri kita untuk terburu-buru. Kita mungkin ingin memberitahu seseorang, "Dengar, tolol, karena satu dosa kamu akan pergi ke neraka. Dan agamamu tidak akan menyelamatkanmu!" Jika Anda melakukan itu, hal tersebut bukan saja tidak kasih, tetapi juga orang itu tidak akan mau mendengar. Anda dapat menyampaikan pesan dengan cara yang lebih halus. Kunci keseluruh-annya terletak pada bagaimana Anda menunjukkannya.


Ada kecenderungan dalam diri kita untuk terburu-buru, tetapi kita harus penuh kasih dan lemah lembut dalam menyampaikan Injil Kristus

Setelah orang tersebut membaca dan memberitahukan apa yang dikatakan ayat tersebut kepadanya, Anda dapat berkata, "Apakah Anda perhatikan bahwa di dalam Alkitab saya kata dosa saya garis bawahi?" (Menunjuk ke kata itu.) Ia akan berkata, "Ya." Kemudian sambil menunjuk ke kata dosa Anda dapat berkata lagi, "Hal ini mengingatkan saya bahwa dosa yang dimaksud di sini adalah satu dosa, bukan banyak dosa. Allah berkata karena satu dosa Dia akan mengirim saya ke neraka." Anda menunjuk diri Anda sendiri, tetapi orang tersebut akan mengerti maksud Anda.

Sekarang, seandainya orang yang Anda ajak berbicara adalah orang yang biasa ke gereja, tanyakan, "Apakah Anda perhatikan bahwa saya melingkari kata dalam? Hal ini mengingatkan saya bahwa saya harus berada dalam suatu hubungan dengan Yesus Kristus, bukan di dalam sebuah agama." Saat itu juga hal-hal yang ia percayai, baptisan anak, sidi, keanggotaan gereja, atau kegiatan keagamaan apa pun lenyap. Dengan ayat ini Anda dengan sopan telah menunjukkan padanya bahwa ia tidak memiliki harapan. Dan Anda telah melakukannya dengan baik sekali.

3. Yohanes 3:3 -- "Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Untuk mengingatkan Anda sendiri, di tepi Alkitab di dekat Yohanes 3:3, tariklah sebuah garis silang seperti salib Kristus, dan sepanjang garis itu tulislah pertanyaan, "Mengapa Yesus datang untuk mati?"

Kali ini ada perkecualian dimana Anda tidak bertanya pada orang itu apa arti ayat tersebut baginya. Mengapa? Karena ia tidak akan tahu.

Cara untuk masuk ke ayat ini adalah dengan berkata pada orang tersebut, "Saya tahu seseorang seperti Anda yang mendekati Yesus Kristus dan bertanya padaNya bagaimana cara untuk masuk surga. Orang ini adalah seorang yang religius, tetapi ia tahu bahwa pergi ke gereja saja tidak cukup. Saya ingin Anda membaca dengan keras apa yang Yesus katakan padanya." Dan ia akan membaca, "Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Jangan bertanya padanya apa artinya. Ia tidak akan tahu. Kita tahu dari Alkitab bahwa Nikodemus sendiri bingung.

Selanjutnya Anda dapat berkata, "Anda mungkin bertanya-tanya apa yang dimaksud Yesus. Nikodemus berpikir Yesus bermaksud mengatakan bahwa ia harus masuk kembali ke rahim ibunya. Tetapi tidak demikian, Yesus sedang berbicara tentang kelahiran secara rohani."

Sekarang adalah saatnya untuk mengajukan pertanyaan. Keluarkan sebuah pena dan buatlah tanda salib dengan menggunakan jari Anda dan pena itu. Kemudian tanyalah, "Mengapa Yesus datang untuk mati?" Lima puluh persen dari orang-orang tersebut tidak akan tahu. Dengarkan jawabannya. Orang itu mungkin akan berkata bahwa Yesus harus melakukan hal itu atau Dia ingin melakukannya. Tanyalah, "Mengapa?" Mungkin ia akan berkata, "Yesus datang untuk mati bagi dosa." Katakan, "Benar. Upah dosa ialah maut. Anda baru saja membacanya dalam Roma 6:23." Kemudian katakan, "Yesus tergantung di kayu salib dan Dia menanggung semua dosa-dosa Anda, dan saya, dan dosa seluruh dunia. Ketika Dia mati di kayu alib tersebut, Dia mati untuk saya, untuk pengampunan saya. Pengampunan itu merupakan karunia dari Allah.

Kemudian pegang pena Anda, dan tanyakan, "Jika Anda menginginkan pena ini, apa yang harus Anda lakukan untuk mendapatkannya?" Ia mungkin akan menjawab, "Saya harus berterima kasih." Anda berkata tidak. Kemudian dia mungkin berkata, "Saya harus membayar." Katakan, "Tidak, ini hadiah yang diberikan gratis." Jangan beri ia jawabannya. Biasanya ia akan berkata, "Saya hanya mengambilnya atau menerimanya."

Saya tidak tahu mengapa, orang tidak suka menerima sesuatu yang gratis. Namun pada saat mereka mengambilnya, saat itulah Anda dapat berkata, "Nah, hal itu sama dengan apa yang harus Anda lakukan dengan salib. Salib itu tidak menjadi karunia bagi Anda sampai Anda menerimanya untuk diri Anda sendiri."

4. Yohanes 14:6 -- "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Saat Anda sampai pada ayat ini, mintalah orang tersebut untuk membacanya dengan bersuara, kemudian tanyakan apa yang dikatakan ayat tersebut. Orang itu akan berkata bahwa tidak ada jalan lain menuju ke surga untuk bersama-sama dengan Allah jika tidak melalui Yesus.

Kadang-kadang saya akan berkata, "Apakah Anda melihat jalan lain menuju ke surga kecuali melalui Yesus Kristus?" Dan saya mendapati orang-orang yang dengan marah berkata, "Tidak!" Menurut Anda mengapa mereka jengkel? Karena mereka pikir itu adalah pertanyaan yang tolol, yang memang demikian, karena ayat ini sangat jelas. Jika mereka mengetahuinya, mereka mungkin akan memberi jawaban yang menunjukkan kejengkelan mereka, "Tidak!" Apa yang Anda dengar ini menunjukkan bahwa Allah sedang bekerja.

5. Roma 10:9-11 -- "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata: 'Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.'"

Salah satu hal yang paling sulit bagi orang-orang untuk percaya adalah bahwa mereka dapat diampuni. Setelah Anda meminta orang tersebut untuk membaca Roma 10:9-11 dan ia melakukannya, tanyakan padanya apakah frase "Jika kamu...percaya...kamu akan diselamatkan" itu termasuk para pembunuh, pecandu alkohol, pecandu obat-obat bius, dan lain-lain. Anda tanyakan hal itu sebab jika ia percaya Allah akan mengampuni seorang pembunuh ia akan percaya Allah akan mengampuni ia untuk perzinahan, kecanduan alkohol, obat-obatan, rasa tidak mengasihi, atau apa saja. Hal ini adalah pokok permasalahannya.


Salah satu hal yang paling sulit bagi orang-orang untuk percaya adalah bahwa mereka dapat diampuni

Namun seandainya saat Anda bertanya padanya apakah itu termasuk para pembunuh dan ia berkata tidak, mintalah ia untuk membaca ayat itu lagi. Biarkan Roh Kudus mengajarnya. Ingatlah ini masalah Roh Kudus. Bukan masalah Anda untuk masuk dalam perdebatan tentang apakah Allah akan mengampuni para pembunuh atau tidak.

6. Wahyu 3:20 -- "Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."

Seperti ayat-ayat sebelumnya, mintalah orang tersebut untuk membaca ayat ini keras-keras. Kemudian tanyakan, "Apa yang dikatakan ayat itu kepada Anda?" Ia akan berkata bahwa saat kita membuka pintu hidup kita kepada Yesus, Dia akan masuk.

Dengan ayat ini Anda ingin orang itu sadar bahwa Yesus sangat ingin masuk ke dalam kehidupan kita. Tuhan rindu kita menjalin hubungan yang benar dengan Dia.

Sekarang Anda siap untuk maju ke langkah terakhir.

  • Langkah 1 -- Pendekatan
  • Langkah 2 -- Dasar Alkitab
  • Langkah 3 -- Penutup
  • Ringkasan

LANGKAH 3 -- PENUTUP

PENUTUP

  1. Apakah Anda orang yang berdosa?
  2. Apakah Anda ingin memperoleh pengampunan atas dosa Anda?
  3. Apakah Anda percaya bahwa Yesus mati di kayu salib untuk Anda dan bangkit kembali?
  4. Apakah Anda bersedia menyerahkan diri Anda kepada Kristus?
  5. Apakah Anda siap untuk mengundang Yesus masuk ke dalam hati dan hidup Anda?

Ini adalah bagian yang paling menakutkan bagi kita -- panggilan untuk mengambil keputusan. Beginilah cara.

Lima pertanyaan akhir ini adalah rangkuman dari ayat-ayat kunci yang telah Anda gunakan untuk membimbing orang lain.

  1. Apakah Anda orang yang berdosa? Pertanyaan ini menunjuk kembali kepada Roma 3:23, "Karena semua orang telah berbuat dosa." Pada permulaan ia telah melihat bahwa "semua orang" itu termasuk ia.

  • Apakah Anda ingin memperoleh pengampunan atas dosa Anda? Roma 6:23 berkata bahwa pengampunan adalah hadiah cuma-cuma yang disediakan Yesus Kristus. Untuk memperoleh karunia itu kita harus menerimanya sendiri.
  • Apakah Anda percaya bahwa Yesus mati di kayu salib untuk Anda dan bangkit kembali? Dalam Yohanes 3:1-36, Kristus menjelaskan bahwa Dia akan mati bagi dosa-dosa kita dan kita harus mempercayai Dia untuk dilahirkan kembali.
  • Apakah Anda bersedia menyerahkan diri Anda kepada Kristus? Yohanes 14:6 berkata bahwa jalan satu-satunya untuk berdamai dengan Allah ialah melalui Yesus Kristus.
  • Apakah Anda siap untuk mengundang Yesus masuk ke dalam hati dan hidup Anda? Roma 10:9-11 menyatakan bahwa kita diselamatkan pada saat kita menerima kebenaran tentang Yesus secara pribadi dan meletakkan iman percaya kita padaNya.
  • Pada saat Anda menanyakan pertanyaan akhir ini, berdiam dirilah -- dan berdoalah dalam hati untuk orang tersebut. Roh Kudus akan bekerja dalam diri orang tersebut. Tiga puluh detik dalam keheningan akan terasa seperti 20 menit bagi orang tersebut. Inilah saat dimana seseorang sedang membuat keputusan apakah ia ingin mengikut Yesus atau setan. Jadi, kapan pun saya menanyakan pertanyaan akhir itu, saya berdoa dalam hati sekuat tenaga, sementara itu saya berdiam menanti jawabannya.


    Berdiam dirilah dan berdoa, dan biarkan Roh Kudus melakukan pekerjaanNya

    Saya pernah melihat seseorang yang yang sampai mandi keringat. Saya tidak mengatakan sepatah kata pun. Saya hanya tetap menatap matanya dan berdoa. Akhirnya ia berkata, "Ya." Dan saya berkata, "Ya untuk apa?" Ia berkata, "Saya siap." Saya berkata, "Siap untuk apa?" Saya ingin ia membuat keputusan pribadi yang jelas. Itu harus merupakan pilihannya, pernyataan dari keinginan hatinya.

    DOA YANG DISARANKAN

    Ketika orang yang sedang Anda ajak berbicara berkata bahwa ia siap untuk mengundang Yesus masuk dalam hidupnya, Anda dapat membimbingnya dengan doa seperti ini:

    Bapa, terima kasih untuk pemberian cuma-cuma berupa hidup yang kekal. Saya tahu saya seorang berdosa dan membutuhkan pengampunanMu. Saya menyesali dosa-dosa saya di masa lalu, dan saya memohon padaMu untuk mengampuni saya.

    Yesus, saya percaya Engkau mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa saya dan bangkit dari kematian. Sekarang saya membuka pintu hati saya dan mengundang Engkau masuk dalam hidup saya. Saya menyadari tidak ada sesuatu pun yang dapat saya lakukan untuk memperoleh keselamatan, dan saya meletakkan seluruh kepercayaan saya padaMu selama-lamanya. Saya memilih untuk mengikut Engkau sebagai Tuhan saya. Tolonglah saya menjadi orang yang Engkau kehendaki.

    RINGKASAN
    PENDEKATAN
    1. Apakah Anda memiliki kepercayaan rohani tertentu?
    2. Menurut Anda, siapakah Yesus?
    3. Menurut Anda, apakah surga dan neraka itu ada?
    4. Jika Anda meninggal saat ini juga, ke mana Anda akan pergi?
    5. Jika apa yang Anda percayai ternyata tidak benar, maukah Anda mengetahuinya?
    DASAR ALKITAB
    1. Roma 3:23
    2. Roma 6:23
    3. Yohanes 3:3
    4. Yohanes 14:6
    5. Roma 10:9-11
    6. Wahyu 3:20
    PENUTUP
    1. Apakah Anda orang yang berdosa?
    2. Apakah Anda ingin memperoleh pengampunan atas dosa Anda?
    3. Apakah Anda percaya bahwa Yesus mati di kayu salib untuk Anda dan bangkit kembali?
    4. Apakah Anda bersedia menyerahkan diri Anda kepada Kristus?
    5. Apakah Anda siap untuk mengundang Yesus masuk ke dalam hati dan hidup Anda?