Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereBagian C. 12 Aturan Pemahaman Alkitab

Bagian C. 12 Aturan Pemahaman Alkitab


Jika kita menerapkan prinsip-prinsip kontekstual yang telah dijelaskan, kita akan melihat di dalamnya telah teringkas elemen-elemen dasar penafsiran Alkitab. Namun, kita juga akan sangat terbantu dengan menggunakan 12 pedoman yang menguraikan cara tersebut dengan lebih detil, sebagaimana dipaparkan di bawah ini.

  1. Mintalah pertolongan Roh Kudus. Roh Kudus dikaruniakan kepada untuk memperjelas isi Alkitab dan membuatnya menjadi hidup saat kita mempelajarinya. Mintalah penerangan dari-Nya.
  2. Pahami Alkitab secara harfiah (literal). Artikan kata-kata yang ada seperti penggunaan yang lazim. Perhatikan tata bahasa, susunan kalimat dan paragrafnya.
  3. Pertimbangkan konteks yang terkait. Latar belakang khusus dari setiap tulisan sangatlah penting. Hal itu menolong kita mengerti kapan penafsiran non-harfiah (tidak literal) diperlukan dan akan memperjelas bagian yang sedang kita baca.
  4. Tanamkan keutuhan isi Alkitab dalam pikiran. Mengembangkan pemahaman berdasarkan pesan Alkitab secara utuh akan mencegah kita membangun doktrin yang salah karena penafsiran yang tidak tepat terhadap ayat tertentu.
  5. Berkonsentrasilah pada kebenaran-kebenaran yang pokok (utama). Hindari masalah-masalah yang menjadi perdebatan, dan tolak godaan yang dapat menggelincirkan kita ke hal-hal yang spekulatif (dugaan yang tidak berdasar kuat).
  6. Ingatlah pembaca mula-mula. Setiap bagian Alkitab ditujukan kepada orang-orang tertentu dengan suatu maksud. Carilah maksud tersebut sebelum Anda membuat aplikasi yang sesuai dengan situasi saat ini.
  7. Mulailah dengan bagian-bagian yang lebih mudah. Anda harus bertumbuh dahulu dalam pemahaman tentang kitab-kitab Injil (Matius, Markus Lukas dan Yohanes) dan Roma sebelum mulai menggali kitab Yehezkiel atau Wahyu.
  8. Mulailah dari hal-hal yang diketahui ke hal-hal yang tidak diketahui. Pahamilah bagian-bagian yang sulit, tidak jelas, dan kontroversial dengan tuntunan kebenaran yang telah pasti, jelas dan mudah dipahami.
  9. Nikmatilah gambaran-gambaran dalam Alkitab. Bahasa penggambaran (metafora, kiasan, penokohan dan simbol) menjadikan Alkitab berkilauan. Gunakan kamus untuk menolong kita memahami artinya.
  10. Pekalah terhadap pola-pola nubuatan. Tandailah unsur-unsur nubuatan yang segera digenapi setelah nubutan itu dinyatakan. Kemudian carilah hal-hal yang digenapi pada kedatangan Kristus yang pertama. Akhirnya, temukan nubuatan-nubuatan yang akan digenapi pada waktu kedatangan-Nya kembali.
  11. Dapatkan gambaran umum terlebih dahulu. Bacalah sebagian besar atau seluruh kitab sebelum memahami lebih dalam satu pasal atau ayat-ayat di dalamnya. Setiap penulis memiliki gaya penulisan dan pesan-pesan khusus yang akan disampaikan dalam setiap kitab yang ditulisnya.
  12. Sadari keterbatasan Anda. Akuilah bahwa dalam hidup ini kita tidak mungkin dapat memahami seluruh kebenaran yang tertuang dalam Buku yang diinspirasikan Allah ini.