Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereASIA TENGAH

ASIA TENGAH


Azerbaijan

Azerbaijan (8 juta), Ibukota Baku (2 juta). Agama Islam (sebagian besar aliran Shia) 80%, Kristen 0,1% (termasuk 7-8000 Azari). Semua jemaat harus didaftarkan. Lewat telepon orang bisa mendengar berita Injil. Setiap hari ada beberapa orang menelpon kembali dan membahas isi berita lewat telepon, ada tiga laki-laki yang mendengar berita Injil lewat telepon dan membaca Alkitab lewat web-site sudah dekat dengan TUHAN. Acara Natal yang disiapkan orang berjalan dengan khidmat.

Kirghizstan

Kirghizstan(5,2 juta), Ibukota Bishkek (0,9 juta), agama Islam 78%, Ortodoks 5%, tanpa agama 13%, Kristen 1%, orang Kirghiz asli yang Kristen 5 000 orang. Di bulan November telah terjadi demonstrasi besar di ibu kota. Pasar-pasar sepi, toko-toko besar tutup beberapa hari, karena pemiliknya takut akan terjadi penjarahan dari para demonstran. Ada juga pembunuhan. Kel. G, WEC: Meskipun ada kerusuhan dalam negara, di desa mereka aman. Bapak G tetap mengajar sebagai guru komputer di sekolah, ia ditolong oleh R. Doakan persekutuan mingguan yang diadakan setiap minggu; karena banyak tantangan jumlah yang hadir berkurang. Doakan mereka yang tidak mau datang lagi dengan berbagai alasan. Perjalanan pulang pergi sekolah menghadapi angin dingin yang membuat muka terasa seperti ayam potong di friser dan sakit telinga. Doakan kesehatan, agar mereka di musim dingin (salju dan es) dipeliharakan, dan juga pendidikan kedua anak mereka untuk masa depan. Sekarang Ibu G mengajar mereka. Kel. P, YPPII, membina anak-anak terlantar di Family House Bahtera Kasih . Ibu H, YPPII, melayani di jemaat Antiokhia di kota B. Jemaat Antiokhia bisa merayakan Natal dengan khidmat. Perlu keserasikan antara anggota jemaat dengan para pemimpin jemaat. Khusus lewat pembicaraan pribadi Ibu H bisa membantu anggota gereja dalam berbagai kesulitan. Selama musim dingin ini banyak orang yang ekonomi lemah menderita kedinginan. Mereka harus membeli batu bara untuk pemanas ruangan. Dan kalau tidak ada pemanas, sangat dingin sampai di bawah nol derajat. Puji TUHAN, Ibu H mendapat perpanjangan visa. Sdr. N, GKRI Jakarta. Sekarang ini ia belajar bahasa setempat di universitas negeri.

Turkmenistan

Turkmenistan (4,4 juta), Ibukota Ashkhabad (0,4 juta), Agama: Islam, Ortodoks 2%, orang Kristen Turkmen l.k. 500. Presiden seumur hidup Saparmurat Niyazov sudah meninggal dunia. Kita berdoa, agar pemerintah baru mau memberikan kebebasan agama. Selama ini penginjilan dilarang keras, orang Kristen tidak boleh berbakti di rumah sendiri, mereka dianggap penghiniat, mereka sulit mendapat pekerjaan, anak muda mereka sulit masuk universitas.

Uzbekistan

Uzbekistan (25,3 juta), Ibukota Tashkent (2,2 juta), orang Uzbeki 19 juta, masih ada 30 suku lain, antara lain: Rusia 5%; Tajiki 5%; Kazakh 3%, agama: Islam Sunni 88%, Ortodoks 8%, Kristen 0,3%, yang berasal dari suku Uzbeki, 10 ribu. Masyarakat lewat TV diperingati bahwa berita Injil lebih bahaya daripada sistem Uni Sovyet yang dahulu. Alkitab, buku Kristen, dan buku nyanyian dirampas polisi, orang Kristen perlu diangkat, agar mereka bisa bertahan di tengah-tengah tekanan. Sebagian sudah didenda karena ada kebaktian di rumah mereka. Orang Kristen disiksa dan dicemooh.

Tajikistan

Tajikistan (6,3 juta), Ibukota Dushambe (0,6 juta). Agama Islam 89%, tanpa agama 9%, Ortodoks 1,2%. Kristen 0,03%, jumlah 2 000 orang, di antara mereka 400 orang Tajiki, bertambah sedikit. Kel. I & M, O.M. Indonesia, membantu dalam tugas dan pelayanan satu LSM sosial.

Kazakhstan

Kazakhstan (15,1 juta, 9 juta orang Kazakh), Ibukota Astana (0,7 juta), kota Almaty (1,2 juta), Agama Ortodoks 39 %, Islam 56%, Kristen 2%. 10 000 orang percaya Kazakhi. Secara ekonomi negara ini maju, tetapi meskipun demikian, ada banyak orang begitu miskin, bahwa mereka tidak bisa membeli pakaian. Satu badan P.I. menolong mereka dengan membagikan pakaian kepada mereka. Di salah satu desa semua penduduk minum alkohol yang dibuat sendiri. Terus-menerus ada kesusahan dan penderitaan. Satu keluarga Kristen pindah ke situ, memberitakan Injil. Ada perubahan di antara sebagian keluarga, mereka bertobat, penderitaaan berhenti. Musuh Injil tidak senang dengan perkembangan ini. Mereka membakar enam gedung orang Kristen.