Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereAsia Tengah

Asia Tengah


Ada gerakan doa syafaat khusus dari Gerakan Ethnê ke Ethnê buat suku-suku terabaikan di Asia Tengah selama bulan Oktober ini. Info tambahan: ethne@ethne.net - www.ethne.net.

Azerbaijan
Azerbaijan (8 juta), Ibukota Baku (2 juta). Agama Islam 80%, Kristen 0,1% (termasuk 7-8000 Azari). Lewat telepon orang bisa mendengar berita Injil. Setiap hari ada beberapa orang yang meninggalkan nomor teleponnya atau alamat rumahnya. Akhirnya ada beberapa orang bertobat lewat pelayanan ini, termasuk seorang buta. WEB-site dalam bahasa Azari dengan banyak informasi dan bahan dari Alkitab dikunjungi oleh anak muda, wanita dan orang yang tua. Ada yang minta penjelasan seterusnya, diketahui satu orang yang sudah bertobat lewat Web-site ini.

Kirghizstan
Kirghizstan (4,7 juta), Ibukota Bishkek (0,9 juta), agama Islam 78%, Ortodoks 5%, tanpa agama 13%, Kristen 1%, orang Kirghiz asli yang Kristen 5 000 orang. Ada usaha membuat peraturan baru yang akan mem­­batasi kebebasan agama, hanya Islam dan Ortodoks akan resmi diakui, semua aliran dan kepercayaan dianggap bidat yang menyesatkan yang harus ditutup. Berdoalah agar usaha ini gugur. Kel. Pdt. M, WEC: Bapak M tetap mengajar sebagai guru komputer di sekolah. Doakan persekutuan mingguan yang diadakan pada hari Sabtu karena hari Minggu hari pa­sar; dan Bapak & Ibu B. sebagai penanggung jawab buat persekutuan ini, supaya mereka selalu kuat menghadapi tantangan. Perlindungan Tuhan untuk orang percaya baru yang mencari kebenar­an, karena ada cukup banyak aliran yang beredar dan film agama yang melenceng dari Alkitab yang ditayangkan di TV. Doakan kesehatan mereka di musim gugur dan dingin dipeliharakan, dan juga pendidikan kedua anak mereka untuk masa depan. Sekarang Ibu J mengajar me­reka. Kel. P, YPPII, membina anak-anak terlantar di Family House BK . Ibu H, YPPII, membantu da­lam pelayanan di je­maat-jemaat Logos dan Antiokhia di kota Bishkek. Gereja GPIK Antiokhia, yang didirikan oleh tenaga dari Indonesia, memerlukan seorang gembala baru. Di Pos P.I. Tup baru-baru ini dibaptis tiga wanita. Mereka harus didukung, agar mereka dapat bertumbuh dalam Kristus. Puji Tuhan, Tuhan mengirim dan meng­utus Hamba Tuhan melayani di Kirghiztan. Sdr. N, GKRI Jakarta. Sekarang ini ia belajar bahasa setempat di universitas negeri. Doakan pe­nyesuaian dengan budaya, bahasa dan lingkungan. Dalam waktu libur ia sudah ikut ke Pos P.I. dan membantu dalam pelayanan. Ada masalah baru buat para mi­sionaris: Pemberian dan per­panjangan visa yang tidak menentu waktu­nya. Mereka minta visa untuk satu tahun, kadang-kadang diberi hanya untuk 3 atau 4 bulan dan biayanya 2 kali lipat harganya.

Turkmenistan
Turkmenistan (4,4 juta), Ibukota Ashkhabad (0,4 juta), Agama: Islam campur okultisme, Ortodoks 2%, orang Kristen Turkmen l.k. 500. Penginjilan dilarang keras, orang Kristen tidak boleh berbakti di rumah sendiri, izin membangun gedung gereja tidak pernah turun. Bagaimana jalan keluar?

Uzbekistan
Uzbekistan (25,3 juta), Ibukota Tashkent (2,2 juta), orang Uzbeki 19 juta, masih ada 30 suku lain, agama: Islam 95%, Kristen 0,3%, yang berasal dari suku Uzbeki, 10 ribu. Pemberitaan Injil dilarang, malah mempelajari Alkitab dan doa secara bersama di rumah dilarang.

Tajikistan
Tajikistan (6,3 juta), Ibukota Dushambe (0,6 juta). Agama Islam 89%, tanpa agama 9%, Ortodoks 1,2%. Kristen 0,03%, jumlah 2 000 orang, di antara mereka 400 orang Tajiki. Kel. I & M, O.M. Indonesia, mem­bantu dalam tugas dan pelayanan satu LSM sosial. Ada juga pelayanan INTERNET lewat LSM ini. Tim O.M. sudah masuk ke salah satu daerah pegunungan dengan 200 000 penduduk yang memakai enam bahasa dan beragama salah satu aliran Shia untuk membantu mereka. Selama musim dingin kendaraan tidak bisa ke situ karena semua jalan ditutupi dengan salju.

Kazakhstan
Kazakhstan (15 juta), Ibukota Astana (0,7 juta), kota Almaty (1,2 juta), Agama Ortodoks 39 %, Is­lam 56%, Kristen 2%. 100+ suku bangsa tinggal di negara ini. Daerah kumuh Schangiraks di kota Almaty sudah melihat banyak kekerasan, satu badan Kristen sudah mendirikan satu gedung di situ sebagai Pengharapan buat penduduk di tempat ini. Untuk pelayan dari luar negeri makin lama sulit untuk mendapat izin kerja dan izin tinggal dalam negara ini.