Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereAsia Selatan dan Tenggara

Asia Selatan dan Tenggara


Ada gerakan doa syafaat dari "Gerakan Ethnê ke Ethnê" buat suku-suku terabaikan Nomad di Asia Selatan pada bulan Oktober 2008. Untuk lebih jelasnya hubungi: asianrd@sr21.com atau www.ethne.net.

Pakistan

Pakistan (160 juta), Ibukota Islamabad (0,9 juta), agama: Islam 97%, Hindu 1,5%, Katolik 0,5%, Kristen 1%. Banyak orang fanatik dan ekstrim tetap mengganggu ketertiban dalam masyarakat. Sebagian besar suku-suku belum pernah mendengar Injil dan sangat sulit memberitakan Injil di sana, karena ada penguasa-penguasa setempat yang menghalangi pemberitaan Injil dengan cara apa pun.

India

India (1,2 milyard), Ibukota Delhi (11 juta), Agama: Hindu 81%, Islam 13%, Budha 0,8%, Sikh 1,1%, Katolik 1%, Kristen 1,5%. Berita dari India: Jangan berhenti berdoa karena setiap hari ada orang Kristen yang diserang, rumah dan toko orang Kristen dibakar atau fasilitas Kristen dirusak oleh orang fanatik yang mau membebaskan India dari kekristenan, orang Kristen dipaksakan masuk agama Mayoritas. Pada bulan Agustus di negara bagian Orissa sekitar 25 orang Kristen dibunuh, 600 gedung gereja dihancurkan, rumah dan toko Kristen dijarah massa. Sebelumnya seorang pemimpin Hindu dibunuh oleh kawanan teroris, tetapi orang Kristen dituduh yang melakukan pembunuhan tersebut. Tidak ada perlindungan dari pihak polisi, malahan sesekali mereka membantu orang fanatik. Informasi lengkap kunjungi: http://www.missionmanual.com/wiki/2008_Persecution_in_Orissa%2C_India. Selain gereja-gereja, 51 badan PI. dari Indian Missions Association (IMA) juga terkena dampaknya, juga di negara-negara bagian lain orang Kristen sering mengalami aniaya.

Di India ada ribuan bahasa: Tahun ini Rekaman Injil India sudah merekrut 6 tenaga perekam, dan di bulan November mendatang mereka akan mengikuti pelatihan. Setiap kali satu bahasa tambahan direkam satu kelompok orang lagi bisa mendengar berita Injil dalam bahasa mereka sendiri.

Doakan penginjilan dan perintisan jemaat baru di daerah-daerah kumuh di Mumbai dan di Pune oleh Friendship Center India yang dipimpin oleh Bapak dan Ibu Pdt. JP. Gladstone, (YPPII). Informasi lengkap kunjungi www.friendshipcentre.org. Dua asrama untuk anak-anak jalanan dengan 48 puteri dan 22 putra.

Nepal

Nepal: (24 juta), Ibu kota Kathmandu (0,6 juta), agama: Hindu 80%, Buddhis 10%, Islam 4,5%, Kristen 1,9% (500 ribu). Keluarga Sammy dan Phoebe Han (Navigator), sudah membina orang Kristen selama 15 tahun. Mereka sudah kembali di Indonesia dan mengajar di universitas asalnya yang sudah mengutus mereka ke Nepal. Puji Tuhan, Keluarga Raastrako Jyoti (Navigator) sudah menggabungkan diri dengan kelompok Navigator setempat. Selain bekerja dalam rumah sakit, mereka juga belajar bahasa Nepal, karena bekerja secara penuh waktu di RS. Doakan agar mereka terus bersemangat dalam memelajari bahasa Nepal.

Bhutan

Bhutan (0,8 juta), Ibu kota Tumbuh (31 000), agama: 73% Budha-Lamais aliran Bon (suku Drukpa), merupakan agama negara, 22% Hindu (suku Nepal), 4% Islam, 1,2% Kristen. Tidak ada kebebasan beragama dalam negara ini, hanya agama Budha-Lamais yang diakui. Meskipun terdapat banyak halangan, namun Injil terus berkembang. Sekarang ini jumlah orang Kristen sudah meningkat menjadi 10.000 orang, sebagian besar dari mereka adalah orang Nepal, namun ada juga yang berasal dari suku-suku terpencil. Sulit melayani orang Kristen, karena sebagian tinggal di daerah terpencil dan separuh dari mereka juga buta huruf. Para pemimpin harus berjalan jauh untuk mengunjungi orang Kristen.

Bangladesh

Bangladesh (145 juta), Ibukota Dhaka (11 juta, banyak di antara mereka tinggal di daerah kumuh), agama: Islam 87%, Hindu 12%, Animis 0,6%, Budha 0,6%, Kristen 0,3%, Katolik 0,2%. Negara ini sedang memersiapkan diri untuk pemilihan umum. Perlu persiapan agar pemilihan umum dapat berjalan dengan damai dan tenang. Penganiayaan terhadap umat Kristen dari suku-suku asli terus meningkat.

Myanmar

Myanmar (49,8 juta), Ibukota Naypyidaw, kota besar: Yangon (5 juta), agama: Buddhis 83%, Kristen 7%, Katolik 1%, Islam 3,8%. Badai Cyclone Nargis telah menelan 100.000 korban jiwa, dua juta orang kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan ladang. Sebagain besar dari mereka hingga saat ini masih mengalami trauma. Doakan agar mereka segera bangkit dari keterpurukan.

Kamboja

Kamboja (14,8 juta), Ibukota Phnom Penh (1,5 juta), agama Budha 85%, Animis 4,3%, Islam 3,9%, Kristen 400.000. Doakan Keluarga Heryanto, khususnya Ibu Susie (Navigator) yang sedang menjalani pengobatan dari sakit penyakit yang dideritanya. Doakan juga LSM setempat (ICC) yang sedang mencari kontrakan baru, karena tidak mudah mencari tempat yang baru, ditambah lagi harga sewa yang cukup tinggi. Doakanlah Rika (Navigator), yang sedang dalam proses orientasi, penyesuaian dan belajar bahasa Khmer, agar ia dapat bertumbuh dan tetap fokus pada tujuan. Keluarga Suyatno (Navigator), bisa berinteraksi dan beritakan Injil di Waroeng Bengawan Solo. Mereka sedang mencari tempat baru untuk usaha ini. Sejak bulan September Sdr. Heru sudah menggabungkan diri dengan pelayanan gereja misi Fiji selama setahun.

Laos

Laos (6,2 juta), Ibukota Vientiane (0,7 juta), Budha 58,7%, Animis 33%, tanpa agama 5,1%, Islam 1%, Katolik 1%, Kristen 1%, hanya agama Buddhis dan Animis diperbolehkan. Pemerintahan tetap menganut paham komunis, semua agama lain, apa lagi kepercayaan akan Yesus dianggap ilegal. Belum lama seorang Kristen dibunuh dan 90 orang ditangkap dengan tuduhan palsu. 80 orang diantaranya tidak mendapat makanan dan dipaksa untuk kembali ke agama sebelumnya.

Vietnam

Vietnam (86 juta), Ibukota Hanoi (2,3 juta), Ho Chi Minh City (7 juta), menganut paham komunis. Agama Buddhis 55%, Katolik 5%, Kristen 0,8 juta. Keluarga PM terbeban untuk menjangkau suku-suku terabaikan. Mereka tetap belajar bahasa V. Mereka memerlukan tempat tinggal baru.

Pilipina

Pilipina (87 juta), Ibukota Manila (1,7 juta), agama: Katolik 83%, Islam 8%, Protestant 7,5%. Keluarga Pdt. Mekkie Famdale (YPPII), memimpin GKI-P di Manila, anggota jemaat terutama mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Manila. Sejak bulan Juni ada satu pelayanan khusus di antara anak muda. Ibu Ria Zebua (OMF), melayani diantara orang Manobo yang Animis di Upper Langilan/Davao del Norte. Ria menulis, "Datu Oral dikenai disiplin gereja sampai ia berhenti dari rokok, miras, judi dan kejahatan lain. Jauh dari yang kami harapkan, Oral malah dibakar amarah. Lima kali ia berencana membunuh saya, lima kali juga ia gagal. Tuhan ikut campur tangan dan bersama dengan pimpinan gereja dan masyarakat masalah ini telah terselesaikan pada tanggal 29 Juli 2008. Tetapi tanpa Oral berubah, ia tetap menjadi akar pahit bagi Sekolah Alkitab dan bagi gereja. Puji Tuhan, ada beberapa orang di berbagai dusun telah dibaptis. Karena ada peperangan rohani dan banyak orang masih diikat oleh kuasa gelap, maka diciptakan 24 nyanyian peperangan rohani, 12 dari nyanyian ini sudah dimasukkan CD untuk diputar di desa-desa sampai orang hafal nyanyian-nyanyian ini. Di dua desa proyek air bersih sudah bisa diadakan." Jangan berhenti mendoakan orang Sama, agar mereka mengerti, siapa Yesus Kristus!

Thailand

Thailand (66,2 juta), Ibu kota Bangkok (7 juta), agama: Budha 92%, Islam 4%, Kristen 1,6%. Keluarga Nara mendapat satu tugas baru. Bulan September mereka pindah ke Indonesia dan menjadi pimpinan dari Badan Pengutus Lintas Budaya (BPLB) di Jakarta.

Malaysia

Malaysia (27 juta), Ibukota Kuala Lumpur (2,2 juta), agama: Islam 55%, Budha 29%, Hindu 7%, Kristen 4%, Katolik 3,5%. Doakan Keluarga Sim yang memimpin dua jemaat, yaitu Gereja Injili berbahasa Indonesia (GIBIN) -- yang saat mengalami penurunan jemaat karena pekerja Indonesia banyak yang pulang, dan SIB Petaling Jaya -- yang sebagian anggota belum lahir baru, namun ada satu sukacita di mana satu sel dengan 8 orang dalam satu tahun terakhit sudah berlipat ganda menjadi 80 orang dan sekarang sudah menjadi gereja cabang. Keluarga Pdt. Seken Bangun yang berada di kota Sandakan, sedang menderita penyakit jantung sehingga beliau harus OP di KL pada tanggal 3/4 Oktober 2008.