Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereAsia Selatan dan Tenggara

Asia Selatan dan Tenggara


Ada gerakan doa syafaat dari "Gerakan Ethnê ke Ethnê" buat suku-suku tera-baikan di

Asia Selatan, pada bulan Agustus dan September 08. Info: asianrd@sr21.com - www.ethne.net

Pakistan (160 juta), Ibukota Islamabad (0,9 juta), agama: Islam 97%, Hindu 1,5%, Katolik 0,5%, Kristen 1%. Banyak orang fanatik tetap mengganggu ketertiban dalam masyarakat. Se-bagian suku belum pernah mendengar Injil, sulit memberitakan Injil di situ, karena ada kuasa setem-pat yang menghalangi pemberitaan ini. Tanggal 21 Juni di Peshawar 25 orang diculik dan lebih ban-yak orang Kristen dipukuli oleh satu kelompok dalam satu persekutuan doa, 16 orang dibebaskan, tempat tahanan yang lain tidak diketahui. Orang Kristen setempat minta bantuan doa syafaat. Orang Kristen di bagian Selatan membuka enam kios buku untuk menjual Alkitab, buku Kristen dan kaset Kristen. Mereka diancam oleh mahasiswa sekolah Islam, tetapi mereka tetap menjalankan kios-kios ini.

India

India (1,2 milyard), Ibukota Delhi (11 juta), Agama: Hindu 81%, Islam 13%, Budhis 0,8%, Sikh 1,1%, Katolik 1%, Kristen 1,5%, dll. Berita dari India: Jangan berhenti berdoa: Tetap setiap hari ada orang Kristen yang diserang, rumah orang Kristen terbakar atau fasilitas Kristen diru-sak oleh orang fanatik yang mau membebaskan India dari ke-Kristenan, orang Kristen dipaksakan masuk agama Hindu, ada juga orang Kristen yang dibunuh. Di Punjab delapan orang pendeta dipen-jarakan karena Kristus. Melalui kehidupan dan kesaksian 60 napi bertobat dan terima Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Sekarang ini Lembaga Alkitab memberi Alkitab kepada orang Kristen baru di LP. Hampir tidak ada perlindungan dari polisi, malah sekali-kali mereka membantu orang fanatik.

Bulan Juni yang lalu ada banjir besar di propinsi Assam, Orissa, dan Bengal Barat dengan korban jiwa 93 orang dan 2,7 juta orang menderita. Di propinsi Orissa dipengaruhi 1,500 desa oleh banjir ini.

Di India ada ribuan bahasa: Tahun ini Rekaman Injil India mau merekam 30 bahasa baru, sebenarnya masih 20 tenaga perekam diperlukan, agar semua bahasa di India mendapat cerita Injil dalam kaset. Karena banyak orang tidak bisa membaca, mereka bisa mendengar Injil lewat kaset.

Doakan penginjilan dan perintisan jemaat baru di daerah-daerah kumuh di Mumbai dan di Pune oleh Friendship Center India yang dipimpin oleh Bapak & Ibu Pdt. J. & P. Gladstone, (YPPII), www.friendshipcentre.org. Dua asrama untuk anak-anak jalanan dengan 48 puteri dan 22 putra.

Di negara bagian Gujarat UU "kebebasan Agama" diaktifkan, antara lain ditentukan semua non-Kristen yang mau dibaptis harus melaporkan hal ini kepada berwajib selama 30 hari sebelum upacara dilangsungkan. Orang Kristen menguatirkan bahwa musuh Injil akan memakai UU ini untuk menghalangi Kristen dalam memberitakan Injil. Suku Manipuri (1,5 juta) hidup di bagian Timurlaut, mereka berasal dari rumpun Mongolia, mereka di kasta India paling bawah (DALIT), karena itu tidak dihormati dan dikuasai oleh orang dari kasta-kasta lain. Meskipun mereka putus asa dengan agama Hindu, mereka belum terbuka untuk terima Injil. Berdoa, agar mereka akan terbuka.

Bhutan

Bhutan (0,8 juta), Ibukota Tumbuh (31 000), agama: 73% Budhis-Lamais aliran Bon (suku Drukpa), merupakan agama negara, 22% Hindu (suku Nepal), 4% Islam, 1,2% Kristen. Tidak ada kebebasan agama dalam negara ini, hanya agama Budhis-Lamais diakui. Baru-baru ini sebuah gereja ditutup, pendetanya diawasi, jemaat harus berkumpul dengan cara kelompok kecil. Ada yang baru bertobat ditekan oleh kelurga sendiri, mereka tidak bisa mengikuti program pemuridan karena tekanan ini. Meskipun berbagai halangan Injil berkembang, sekarang ini jumlah Kristen sudah meningkat menjadi 10,000 orang, sebagian besar di antara orang Nepal, tetapi juga ada di antara suku-suku lain.

Bangladesh

Bangladesh (145 juta), Ibukota Dhaka (11 juta, banyak di antara mereka tinggal di daerah kumuh), agama: Islam 87%, Hindu 12%, Animis 0,6%, Budhis 0,6%, Kristen 0,3%, Katolik 0,2%. Tahun ini 27 mahasiswa (termasuk 11 sudah nikah) mengikuti kuliah di sekolah tinggi teologia CDC, mereka disiapkan, supaya akan terjun di ladang TUHAN, khusus dalam perintisan di daerah-daerah kosong gereja-gereja yang hidup. Selain pendidikan theologia di CDC ada produksi progam radio, pagi hari 15 minet, sore hari 30 minet, program-program ini juga disiarkan lewat internet, juga ada sekolah. Rekaman Injil Bangladesh sedang merekam cerita Injil ke dalam bahasa-bahasa Khashia, Painka, Deswali and Manipuri, agar mereka juga bisa mendengar berita Injil dalam bahasa mereka sendiri. Penganiayaan terhadap umat Kristen dari suku-suku asli terus men-ingkat karena faktor politik.

Myanmar

Myanmar (49,8 juta), Ibukota Naypyidaw, kota besar: Yangon (5 juta), agama: Budhis 83%, Kristen 7%, Katolik 1%, Islam 3,8%. Di badai Cyclone Nargis 100.000+ korban jiwa, dua juta orang kehilangan tempat tinggalnya, barang miliknya dan ladangnya rusak, sebagian mereka juga luka. Doakan para penderita. Kantor Rekaman Injil juga kena banjir, meskipun demikian mereka mengedarkan cerita Injil lewat kaset dalam bahasa-bahasa ini: Kanpetlet Cho, Dai Chin, Chinbon dan Yindu Dai.

Kamboja

Kamboja (14,8 juta), Ibukota Phnom Penh (1,5 juta), agama Budhis 85%, Animis 4,3%, Islam 3,9%, Kristen 400 000. Jumlah desa dalam negara ini 13,000, karena 80% dari penduduk tinggal di desa-desa. Gereja-gereja nasional merencanakan untuk mendirikan paling sedikit satu je-maat di setiap desa pada tahun 2020. Kel. Heryanto & Susie, Navigator, sedang cuti di In-donesia sampai bulan September. Ibu Susie ada masalah di kantong empedu, doakan cara pengo-batan untuk seterusnya. Kel. Suyatno, Navigator, bisa berinteraksi dengan orang Kamboja dan beritakan Injil kepada mereka di Waroeng Bengawan Solo. Sdr. Heru ikut mem-bantu dalam pelayanan di warung ini.

Pilipina

Pilipina (87 juta), Ibukota Manila (1,7 juta), agama: Katolik 83%, Islam 8%, Prot-estant 7,5%, dll. Kel. Pdt. Mekkie Famdale, YPPII, memimpin GKI-P di Manila, anggota je-maat terutama mahasiswa Indonesia yang studi di Manila. Ibu Ria Zebua, OMF, melayani di antara orang Manobo yang Animis di Upper Langilan/ Davao del Norte. Program pengajaran Firman TUHAN antara mereka yang rupanya terbuka terhadap Kristus menghadapi ke-sulitan, Ria menulis: "Saya putus asa, nampaknya mereka sesungguhnya tidak pernah berniat men-gikut Tuhan. Mereka ikut program ini dengan motif memperoleh materi. Mereka tetap merokok, mengisap tembakau, mabuk, judi, iri hati, dusta, dendam, amarah...." Tetapi meskipun demikian ada beberapa orang Manobo yang dahulu biasanya pemabuk dan pengacau menyerahkan mereka diri un-tuk dibaptis, sekarang mereka sudah menjadi pembina masyarakat. Firman Tuhan telah mengubah mereka. Urgen tenaga baru dipanggil, karena tugas yang luas, tetapi tinggal hanya tiga pelayan. Bck sedang cuti di Indonesia. Ia sempat mengikuti kursus radio, rencananya sekembali di ladang ia mau memakai, apa ia sudah memperlajari dalam kursus itu. Jangan berhenti mendoakan orang Sama, agar mereka mengerti, siapa Yesus Kristus!

Thailand

Thailand (66,2 juta), Ibukota Bangkok (7 juta), agama: Budhis 92%, Islam 4%, Kristen 1,6%. Kel. Nara bersyukur kepada TUHAN atas semua perlindungan di tengah-tengah kekurangamanan.

Malaysia

Malaysia (27 juta), Ibukota Kuala Lumpur (2,2 juta), agama: Islam 55%, Budhis 29%, Hindu 7%, Kristen 4%, Katolik 3,5%. 61% dari penduduk adalah orang Melayu. Karena non-Melayu kurang kesempatan untuk studi, mereka pergi ke luar negeri atau masuk Universitas pribadi. Selama menjadi mahasiswa sebagian menjadi percaya akan Kristus. Orang Kristen senegara menyelenggarakan 40 hari doa dan puasa buat perkembangan negara samping dengan tanggal 30 Agustus. Doakan Kel. Sim memimpin dua jemaat, Gereja Injili berbahasa Indonesia dan SIB-Petaling Jaya. Kel. Pdt. Seken Bangun menjangkaui orang yang berbagai bangsa di Kota Sandakan. Kel. P-M berbeban untuk menjangkau suku-suku terabaikan di V. Mereka tetap belajar bahasa V., mereka sudah mendapat visa. Akhir Agustus mereka akan pindah, di tempat baru diperlukan tempat tinggal baru, doakanlah.