Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereArtikel / Apa yang Disalahpahami Orang Kristen Tentang Pemuridan

Apa yang Disalahpahami Orang Kristen Tentang Pemuridan


By admin - Posted on 05 September 2017

Yesus memanggil kita untuk "menjadikan segala bangsa murid-Ku", tetapi apa artinya?

Bagi kita yang mengikuti Yesus, pemuridan seharusnya menjadi aspek utama iman kita. Ini karena Yesus memerintahkan kepada para pengikut-Nya -- dalam segala sesuatu yang secara umum disebut "Amanat Agung" -- untuk "pergi dan muridkanlah semua bangsa, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak, dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka untuk mematuhi semua yang aku perintahkan kepadamu." (Matius 28:18-20)

Ini bukanlah saran yang dibuat Yesus. Ini adalah perintah, sebuah kewajiban.

Apa itu pemuridan? Secara sederhana, pemuridan berarti dengan sengaja bermitra dengan orang Kristen yang lainnya untuk menolong orang tersebut menaati Yesus dan bertumbuh dalam hubungan dengan-Nya--sehingga dia dapat membantu orang lain melakukan hal yang sama. Yesus mengajar murid-murid-Nya untuk mengikuti Dia dan mematuhi perintah-perintah-Nya sehingga mereka dapat memimpin orang lain melakukan hal yang sama setelah kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Rasul Paulus melanjutkan pola ini terhadap Timotius dan mendorongnya untuk terus melanjutkan siklus tersebut: "Apa pun yang telah kamu dengar dari aku di depan banyak saksi, percayakan itu kepada orang-orang yang setia, yang juga mampu mengajar orang lain." (2 Timotius 2:2, AYT)

Secara sederhana, pemuridan berarti dengan sengaja bermitra dengan orang Kristen yang lainnya untuk menolong orang tersebut menaati Yesus dan bertumbuh dalam hubungan dengan-Nya.

Namun, bagaimana kita menjalani perintah ini dan benar-benar melakukan hal yang untuk itu kita dipanggil"? Ini bisa membantu, saya pikir, untuk melihat apa yang mungkin salah tentang pemuridan agar kita memahami bagaimana melakukannya dengan benar.

Pemuridan Tidaklah Mudah

Keselamatan itu gratis, tetapi pemuridan akan mengorbankan kehidupan kita. Yesus mengatakannya secara gamblang:

"Yesus berkata kepada mereka semua, 'Jika seseorang ingin mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya sendiri, dan memikul salibnya setiap hari, dan mengikuti Aku. Sebab, siapa pun yang berusaha menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Akan tetapi, barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apakah untungnya jika seseorang mendapatkan seluruh dunia, tetapi mati atau kehilangan nyawanya sendiri?'" (Lukas 9:23-25, AYT)

Menjadi murid Yesus berarti bahwa kita telah menyerahkan hidup kita untuk mengikuti Dia dengan sepenuh hati dan tanpa syarat. Itu berarti bahwa hidup kita bukan lagi milik kita sendiri, melainkan milik-Nya.

Pemuridan Bukan "Hanya Aku dan Yesus"

Meski segala sesuatu tentang Pemuridan adalah tentang Yesus, hal ini bukanlah satu usaha yang dilakukan sendiri. Pemuridan adalah relasi, dan untuk sepenuhnya merespons Amanat Agung, kita perlu menjadi murid yang memuridkan murid Yesus. Ini berarti kita perlu menghabiskan waktu yang konsisten dengan orang percaya lainnya.

Yesus dan murid-murid-Nya menghabiskan banyak waktu bersama (Kisah Para Rasul 1:21-22). Mereka makan bersama, berjalan bersama, naik kapal bersama. Mereka bahkan berjuang bersama (Lukas 9:46-48). Kedua belas murid selalu ada dalam kehidupan satu sama lain, secara terus-menerus dan dilakukan dengan sengaja.

Sementara kita dipanggil untuk menjadi murid Yesus, kita saling menjadi murid, belajar bagaimana mencintai Tuhan dan sesama saat kita berjalan. Kita perlu mengizinkan orang lain memuridkan kita dengan membiarkan mereka menantang dan mendorong kita dalam perjalanan kita bersama Tuhan. Inilah sebabnya mengapa gereja dan dan hubungan yang jujur dengan orang percaya lainnya sangat penting dalam kehidupan Kristen -- kita saling membutuhkan dalam perjalanan menjadi murid-murid Yesus sepenuh hati.

Pemuridan Bukanlah Mentoring

Selagi kita mengizinkan orang lain masuk ke dalam kehidupan kita dan membiarkan mereka menolong kita untuk taat kepada Yesus, kita juga perlu menjangkau dan memuridkan orang lain. Namun, bukan berarti kita melakukan mentoring terhadap orang lain.

Mentoring berkaitan dengan apa yang bisa ditawarkan mentor kepada orang lain melalui hikmat dan pengalaman merekai. Pemuridan berkaitan dengan apa yang Yesus dapat tawarkan kepada orang lain melalui hikmat dan kehadiran-Nya.

Anda tidak perlu memiliki banyak kualifikasi untuk memuridkan seseorang, Anda hanya harus mengikuti dan menaati Yesus.

Inilah sebabnya mengapa Anda tidak perlu memiliki banyak kualifikasi untuk memuridkan orang lain (dua belas murid mula-mula hanya "orang biasa dan tidak berpendidikan", ingat?) -- Anda hanya harus mengikuti dan menaati Yesus dalam kehidupan Anda dan bersedia untuk menolong orang lain melakukan hal yang sama.

Pemuridan Bukanlah Metode

Untuk menjadi murid Yesus, tidak diperlukan untuk menghadiri gereja tertentu, berpartisipasi dalam pelajaran Alkitab tertentu, atau berdoa dengan cara tertentu. Namun, hal-hal tersebut perlu dilakukan untuk mengerjakan hal-hal Kerajaan Allah, sama seperti yang dilakukan oleh kedua belas murid. Mereka diutus oleh Yesus untuk mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan mengumumkan kabar baik bahwa "Kerajaan Allah sudah dekat kepadamu" (Matius 10: 5-15; Lukas 10: 1-12).

Tanggung jawab murid tidak berubah. Kita masih dipanggil untuk melakukan hal-hal ini -- berdampingan dengan orang-orang percaya lainnya--dengan membagikan Injil di komunitas-komunitas kita dan juga berdoa untuk orang sakit dan menderita.

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Relevant
URL : http://archives.relevantmagazine.com/god/what-christians-get-wrong-about-discipleship
Judul asli artikel : What Christians Get Wrong About Discipleship
Penulis artikel : Ann Swindell
Tanggal akses : 18 Juni 2017