Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.35 Vol.08/2005 / Apa? Aku, Hanya Seorang Hamba?

Apa? Aku, Hanya Seorang Hamba?


"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya." (Roma 8:28,29)

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." (Filipi 2:5)

Apa? Aku, hanya seorang hamba? Bagaimana mungkin aku dapat mempengaruhi kehidupan orang lain?

Seperti Musa, kita mungkin merasa tidak sanggup untuk melakukan tugas pekerjaan yang Yesus berikan kepada kita. Tetapi, apa yang membedakan kita dengan dunia ini adalah bukan hanya mengenai hal-hal apa yang kita katakan, melainkan apa yang kita lakukan -- bagaimana kita menjalani hidup kita sehari-hari.

Salah seorang wanita paling saleh yang saya kenal tidak pernah menulis buku atau berkhotbah, namun kita dapat melihat betapa tekunnya ia dalam mendengarkan! Seringkali kita menganggap remeh karunia yang kelihatannya kecil itu, padahal perkara-perkara kecil itulah yang dapat menunjukkan kepada orang lain jika Allah yang berdiam di dalam diri kita adalah nyata. Salah seorang kawan dekat saya datang kepada Kristus bukan karena khotbah bagus yang ia dengar, melainkan karena seorang Kristen yang dengan setia mengunjunginya tiap hari selama sebulan, setelah ia mendapat kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk.

Tidak seorang pun di antara kita yang tidak berarti. Kita semua bisa memberikan pengaruh! Kita mungkin tidak bisa seperti Billy Graham, tetapi Allah akan menempatkan kita pada posisi yang di situ kita bisa melayani dan memuliakan Dia. Yang perlu kita lakukan hanyalah memohon pada-Nya.

Salah seorang pahlawan dalam Perjanjian Baru adalah Stefanus. Ia melayani orang-orang dengan jalan mengurus diakonia. Ketika itu gereja mula-mula sedang bertumbuh dengan sangat cepat (lebih dari tiga ribu orang menjadi Kristen pada satu hari Pentakosta saja). Namun setelah itu, timbul perselisihan mengenai pembagian makanan di antara orang-orang percaya. Para rasul menyadari bahwa di satu sisi mereka tetap harus memberitakan Firman, sehingga mereka merasa memerlukan bantuan untuk menangani administrasi. Para murid mengetahui bahwa tugas orang-orang ini akan banyak mempengaruhi kehidupan orang-orang di sekitar mereka. Maka dengan seksama, dipilihlah tujuh orang (termasuk Stefanus) untuk melakukan tugas itu.

Lalu, apa yang terjadi kemudian? Firman Allah terus menyebar, bukan hanya karena para pengkhotbah luar biasa seperti Petrus dan Yohanes, melainkan juga karena orang-orang lain seperti Stefanus yang "penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak (lihat Kisah Para Rasul 6:8). Dan Stefanus waktu itu hanya sebagai pengurus diakonia!

Dengan kedudukannya itu, tidak membuat peran Stefanus menjadi kurang penting dibanding mereka yang lain. Ia hanya membiarkan Allah memakai dirinya, sementara ia menjalani hidup dengan penuh ketaatan. Orang biasa pun menjadi luar biasa, yang pasif menjadi bersemangat, semua karena Stefanus bersedia melayani dan memberikan segalanya untuk memuliakan Tuhan.

"Maka, orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:37-40)

Diambil dari:

Judul buku : Pola Hidup Kristen
Judul artikel : Apa? Aku, Hanya Seorang Hamba?
Penulis : Shawn Robinson
Penerbit : Gandum Mas, Yayasan Kalam Hidup, YAKIN
Halaman : 965 -- 967

e-JEMMi 35/2005