Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are heree-JEMMI No.05 Vol.11/2008 / Albania

Albania


Orang-orang Albania dipercaya sebagai keturunan Illyrian, yang merupakan penduduk asli Balkan Peninsula bagian barat. Pada abad ke-6, orang-orang Slav mulai menempati daerah Illyrian dan mendesak Illyrian untuk tinggal di wilayah yang kini disebut Albania.

Menurut dialeknya, orang-orang Albania terbagi dalam dua kelompok besar, orang Gheg dan orang Tosk. Orang Gheg bermukim di sebelah utara sungai Shkumbin, sedangkan orang Tosk bermukim di sebelah selatan sungai tersebut. Dialek mereka sedikit berbeda dalam hal pelafalan dan perbendaharaan kata. Pada tahun 1950, dialek Tosk ditetapkan menjadi bahasa yang dipakai untuk semua publikasi di Albania, karena dialek itu adalah dialek yang paling banyak digunakan di Albania.

Di samping perbedaan dalam hal dialek, orang Gheg dan Tosk juga berbeda dalam banyak aspek sosial. Orang Gheg sangat keras dan berani, sedangkan orang Tosk dikenal sangat bersahabat, bersemangat, dan suka berbicara.

Seperti Apa Kehidupan Mereka?

Sebelum mengalami perubahan yang dikenalkan oleh rezim komunis pada tahun 1940, orang-orang Albania merupakan orang suku yang tinggal dalam keluarga-keluarga besar yang disebut "fis". "Fis" memunyai banyak tradisi kuno, seperti "vendetta" atau "blood feuds" (pembalasan dendam di mana keluarga orang yang terbunuh mencoba untuk membunuh si pembunuh atau keluarganya) yang sering kali bertahan selama beberapa generasi. Untuk berlindung dari tradisi semacam itu, keluarga-keluarga tinggal di sebuah bangunan batu yang disebut "kula". Lantai bawah "kula" diberi celah-celah kecil dan bukan jendela, sementara di lantai atas, ada jendela yang dapat ditutup.

Albania merupakan negara yang terisolasi. Selama berabad-abad, Albania memiliki gaya hidup dan cara penyelesaian masalah yang kaya ragamnya. Namun demikian, sejak rezim komunis memasuki wilayah ini pada tahun 1944, gaya hidup tradisional berubah secara drastis. Pemerintah komunis percaya bahwa untuk mencapai suatu kesatuan, maka perbedaan suku, keyakinan, dan pakaian daerah harus dihapuskan. Masyarakat petani yang besar dibentuk dan pendidikan menjadi sebuah keharusan. Kompleks perumahan yang besar dibangun dan banyak penduduk desa pergi ke kota. Saat ini, sepertiga penduduk Albania tinggal di kota. Meningkatnya bidang industri dan pengenalan akan pendidikan yang wajib, menghapus banyak keanekaragaman daerah.

Runtuhnya rezim komunis di tahun 1991 menyebabkan trauma yang mendalam dan perubahan yang sangat cepat di Albania sehingga membuat orang Albania mengalami krisis identitas. Mereka terkejut menemukan bahwa kondisi bangsa mereka menurun pada tingkat kemiskinan. Keadaan sakit hati, marah, dan bingung membuat mereka berjuang untuk menemukan identitas mereka di negara yang dianggap paling miskin dan paling tidak berkembang di Eropa.

APA YANG MEREKA PERCAYAI?

Beberapa abad yang lalu, oleh orang Turki Ottoman, banyak penduduk Albania dipertobatkan menjadi Muslim. Namun begitu, mereka mempraktikkan "Islam tradisional" yang mencakup praktik okultisme, seperti berdoa kepada orang mati untuk mencari kesembuhan dan perlidungan dari roh jahat dan kutukan.

Pada tahun 1967, Albania mendeklarasikan dirinya sebagai "negara ateis pertama di dunia", menutup diri dari dunia luar. Sebelumnya, agama kebanyakan didasarkan pada takhayul. Banyak orang Gheg Albania menyatakan diri sebagai Katolik; namun begitu, dulu -- dan sampai sekarang -- itu hanyalah sebuah nama dan mereka tidak benar-benar menjadi Katolik.

Dengan tumbangnya rezim Komunis di tahun 1990, rata-rata tingkat kejahatan di Albania meningkat. Semenjak itu, praktik keagamaan tidak hanya diperbolehkan, tetapi juga digalakkan sebagai penangkal kejahatan. Orang-orang Muslim dari Timur Tengah berusaha untuk menyebarkan ajaran mereka di Albania dengan mengirim para misionaris, memberikan bantuan keuangan, dan membangun masjid. Saat ini, orang-orang Muslim, bersama dengan orang Katolik yang berada di bagian utara Albania dan dan orang Ortodoks yang berada di bagian selatan Albania, mendesak dibuatnya peraturan untuk melarang masuknya agama lain, seperti agama Kristen yang dianggap bukan sebagai agama orang Albania.

APA YANG MEREKA PERLUKAN?

Saat ini kondisi perekonomian Albania sangat tidak stabil. Sering kali terjadi pemogokan, khususnya di daerah pertambangan; mata uang Albania tidak ada nilainya; dan rata-rata tingkat pengangguran sangat tinggi. Orang-orang Albania harus mengetahui bahwa pengharapan dan rasa aman dapat mereka temukan di dalam Yesus Kristus.

POKOK DOA

  1. Berdoa agar Tuhan memberi hikmat dan pertolongan kepada organisasi-organisasi misi yang berusaha menjangkau orang-orang Gheg Albania.

  2. Mohon kepada Tuhan untuk mengirim tambahan sukarelawan purnawaktu untuk pergi ke Albania dan membagikan Kabar Sukacita itu.

  3. Berdoa agar mereka tidak berhadapan dengan perundang-undangan yang melarang penginjilan.

  4. Berdoa agar Alkitab dapat dengan efektif disebarkan ke seluruh Albania dan memiliki dampak spiritual yang besar.

  5. Mohon kepada Tuhan agar memakai sejumlah kecil orang-orang Gheg yang percaya kepada Kristus untuk membagikan kasih Kristus kepada sesamanya.

  6. Doakan untuk kesuksesaan film "Jesus" yang diputar di Albania.

  7. Doakan agar kuasa Tuhan dapat mengambil alih kuasa gelap yang mengikat orang-orang Gheg Albania.

  8. Mohonkan kepada Tuhan sehingga ada gereja lokal di lingkungan masyarakat Gheg Albania. (t/Novita)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Joshua Project
Penulis : tidak dicantumkan
Alamat URL : http://www.joshuaproject.net/peopctry.php

e-JEMMi 5/2008