Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereAfrika Tahun 2006

Afrika Tahun 2006


Afrika--Ron Washer dari Association of Baptists for World Evangelism (ABWE) mengatakan bahwa tim dari program Community Health Evangelism (CHE) baru saja mulai dikirimkan ke Afrika Barat. Proyek-proyek CHE meliputi pengajaran akan kebersihan, pendidikan kesehatan dan gizi, termasuk pertanian dan sanitasi yang baik. Program ini juga membantu ABWE menjangkau daerah-daerah di mana mereka tidak dapat mengabarkan Injil secara tradisional. "Kami mengantisipasi jika daerah-daerah tersebut memberikan penolakan dalam beberapa bentuk. Namun, sekarang ini kami ada di daerah selatan yang lebih animistik dengan kebiasaan penyembahan roh-roh. Di sini orang Kristen atau muslim lebih sedikit daripada di daerah utara." Washer mengatakan mereka sangat membutuhkan guru-guru untuk melatih tim CHE. Menarik untuk melihat kemungkinan yang akan terjadi. "Ini sedang terjadi, namun kami dapat melakukan lebih banyak lagi jika saja kami sudah memiliki personel yang rela melakukannya." ... dan orang-orang di sana? "Mereka memberi respons yang sangat bagus--kami percaya Tuhan menggunakan ini untuk benar-benar menjangkau komunitas-komunitas kecil ini di mana gereja-gereja lebih sulit didirikan."
[Sumber: Mission Network News, Agustus 2006]

Pokok Doa:

  • Doakan agar ABWE dapat menjangkau dan memperkenalkan Kristus lewat program-program CHE. Doakan agar kebutuhan tenaga pengajar untuk melatih tim CHE dapat terpenuhi dan kiranya Tuhan mengirimkan orang-Nya yang memiliki beban untuk melayani-Nya dengan kerelaan hati.
  • Doakan agar tim ABWE dilindungi oleh kuasa Allah sehingga mampu menghadapi kuasa jahat saat melayani di antara orang-orang yang masih menganut animisme.

e-JEMMi 36/2006


Afrika -- Duta kesehatan, Terry Dalrimple mengatakan bahwa struktur Community Health Evangelism (CHE) mereka yang ada di desa wilayah Mbale, Uganda, mungkin akan dijadikan percontohan. Sasaran mereka adalah unit-unit keluarga. "Para pekerja yang akan menetap ini akan bekerja dengan sejumlah keluarga untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental mereka. Dalam proses tersebut, banyak dari orang-orang ini yang datang kepada Kristus. Mereka dibawa ke gereja. Sedangkan untuk anak-anak yatim piatu yang mengidap AIDS, telah diambil langkah ekstra dengan menempatkan program khusus bagi anak-anak tersebut." Karena keluarga WHOLE ikut dalam bagian pelayanan outreach ini, anak-anak tersebut juga ikut berpengharapan dalam Kristus. Dalrimple menyampaikan bahwa mereka sedang menghadapi masalah 12 juta anak- anak yatim piatu penderita AIDS di Sub-Sahara Afrika, dilayani per keluarga. "Jalan keluarnya adalah dengan cara agar komunitas orang- orang Kristen bisa mengorganisasi komunitasnya untuk datang kemari dan menunjukkan kepedulian pada anak-anak yatim piatu mereka sendiri."
[Sumber: Mission Network News, Juli 2006]

Pokok Doa:

  • Mengucap syukur atas keluarga-keluarga yang memiliki hati untuk mengadopsi para anak yatim piatu penderita AIDS. Doakan agar para keluarga ini dapat mengenalkan Kristus kepada anak yang mereka adopsi dengan kasih yang tulus.
  • Masih ada 12 juta anak penderita AIDS yang belum dilayani. Doakan agar Tuhan mengetuk pintu hati umat-Nya untuk sadar dan peduli pada anak-anak tersebut.

e-JEMMi 32/2006


Dengan berjalan melintasi jalan setapak yang berdebu, saya sengaja menghindari tatapan marah mata seorang wanita gemuk yang sedang menumbuk padi. Sementara ia menumbuk padi itu dengan tenaga besar, bahunya yang kuat berkilauan tertimpa panas matahari Afrika. Matanya memancarkan ketidakramahan.

"I be taxa minto? (mau pergi ke mana kau?)" bentaknya. Saya menjawab dengan suara gemetar "M be taxamala (cuma mau jalan-jalan)" Saya bergegas pergi sebelum ia mengatakan hal lainnya.

Gundo M`Balo mengintimidasi semua misionaris wanita. Dia sangat tinggi dan kuat serta mudah marah. Ia membenci semua "perkataan Tuhan" meski suaminya, si kepala daerah, adalah orang Kristen yang taat.

Gundo sering mengancam akan mengguna-gunai para misionaris. Ia mencoba menggagalkan pertemuan-pertemuan pengajaran Alkitab sedapat ia mampu. Ia akan menumbuk-numbuk padi sepanjang pertemuan atau menyuruh anak-anak berlari ke arah tempat pertemuan untuk berteriak- teriak atau menangis.

Namun, meski ada gangguan tumbukan padi atau yang lainnya, pengajaran tetap berjalan. Dan Gundo, mau tak mau, juga ikut mendengar firman Tuhan yang perlahan mulai melunakkan kekerasan hati dan amarahnya.

Dia mulai mengambil tempat duduk di pertemuan dan akan mengupas kacang untuk menyibukkan dirinya.

Satu hari ketika saya berjalan melewati rumahnya lagi, saya sadar bahwa Gundo tidak lagi membentak saya. Dia juga tidak tersenyum atau menyapa saya, tapi juga tidak meneriaki saya lagi.

Saya mulai memerhatikan beberapa hal lain. Suara-suara yang muncul dari tumbukannya sudah berkurang. Gundo tidak lagi berteriak dan bertengkar dengan wanita-wanita lain. Di pertemuan Gundo juga sudah tidak mengupasi kacang. Ia kini duduk tenang, matanya terbelalak menunjukkan minat.

Akhirnya, firman Tuhan masuk dalam hatinya dan melunakkannya. Kini ia memercayai Kristus dan Gundo yang baru kini muncul. Air mukanya cerah dan ia tersenyum.

Sekarang ia mendengarkan dengan saksama pengajaran-pengajaran yang diberikan. Ia mulai membangun hubungan dengan orang Kristen lain serta para misionaris.

Kini para wanita senang melihat Gundo datang. Ia mulai mendorong mereka kepada Tuhan. Saat saya kembali ke Amerika untuk operasi, Gundo mengirimi saya surat:

"Aku sungguh mengucapkan selamat padamu. Aku tak akan melupakan kasih kami padamu. Atas segala yang kau lakukan untuk kami, kami tak akan melupakanmu. Kelahiran baruku, kau telah mengatakan banyak hal tentangnya, jadi aku pun tak akan melupakannya. Semoga Tuhan mengambil sakit penyakitmu."

Saat saya kembali ke desa, saya sangat terkejut ketika ada seorang wanita tinggi yang tersenyum dan memeluk saya erat-erat. Mengingat orang Malinke biasanya tidak terbuka menunjukkan perasaannya, saya tahu bahwa sambutan itu adalah dari seorang saudari ke saudarinya yang lain.

Saya sangat mengucap syukur pada Tuhan yang telah memakai Gundo untuk menunjukkan pada saya kuasa-Nya untuk mengubah hidup.
[Sumber: New Tribes Mission, Juli 2006]

Pokok Doa:

  • Doakan tim NTM yang sedang melayani di antara orang Afrika yang belum percaya agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan keberanian saat memberitakan Injil.
  • Ada banyak Gundo-Gundo lain di Afrika, yaitu mereka yang menentang keberadaan Injil serta mengancam mengirimkan guna-guna kepada para misionaris. Berdoalah agar hati mereka dilembutkan oleh Roh Allah sehingga mereka menerima firman Allah sebagai satu-satunya sumber kebenaran sejati.

e-JEMMi 30/2006