Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are hereAfrika

Afrika


Guinea-Bissau

Guinea-Bissau (1.7 juta), Ibu kota Bissau (0.4 juta), agama Islam 48%, Animis 42%, Katolik 7%, Kristen 2.5%. Bapak Pdt. TD (WEC), memimpin Youth Center -- Pusat Pelatihan, di Ingore. Ia sudah kembali dari perjalanan ke Asia dan Eropa. Ia berterima kasih atas semua dukungan doa. Ia sudah memulai dengan tugas baru sebagai pemimpin pelayanan di Guinea-Bissau. Ibu RM (WEC), bisa menghubungi orang Fulakunda di berbagai tempat. Baru-baru ini lima orang dibaptis, yang lain belum berani minta dibaptis. Seorang guru bahasa Arab disembuhkan secara ajaib, ia menceritakan di mana-mana bagaimana Yesus menjamah dia. Baru-baru ini dua orang Fulakunda Kristen meninggal dunia karena sakit.

<http://id.etnopedia.org/wiki/index.php/Fulakunda>. Ibu T (WEC), tetap melayani di antara orang Susu dan Nalu di bagian Selatan. Selama musim hujun ia tidak bisa mengunjungi desa Campeane, karena jalan putus. Tetapi bulan Oktober ia akan kembali ke desa itu dan memberitakan Injil di antara masyarakat lagi. Ia akan mengajar bahasa Inggris dan pelayanan khusus untuk anak-anak dan wanita di situ.

Gambia

Gambia: Kami bersyukur, bahwa penerjemahan bahasa Mandinka Alkitab sudah selesai, bahasa Jola sedang dikerjakan, rencana PB dicetak tahun ini.

Senegal

Senegal (13 juta), Ibukota Dakar (3 juta), agama Islam 95%, Katolik 4,5%, Kristen 0,1%. Perjanjian Baru dalam bahasa Wolof online, dengan demikian makin banyak orang bisa membacanya di internet. Sudah ada bagian dari Perjanjian Lama ada, sedang bagian-bagian lain diterjemahkan. Satu masalah besar adalah anak-anak perempuan yang menjadi pengemis di jalan-jalan di Dakar. Melalui ini mereka mencoba membantu ibu-ibu mereka dan adik-adik, yang tidak memiliki penghasilan, karena mereka pindah dari negara lain di Afrika Barat.

Jibouti

Jibouti (0,9 juta), Negara di Afrika Timur, agama utama Islam. Suku-suku utama Afar (36%) dan Somali (45%). Anak muda senang bisa main hockey dan sudah ada pertandingan antar tim.

Eritrea

Eritrea (5 juta), agama: Islam 47%, Ortodoks 40%, Katolik 4,6%, Kristen 1,5% (Injili 20.000 orang), Animis. Pemerintah Marxis. Jangan berhenti berseru dengan iman, karena 2.200 tahanan Kristen, termasuk 100 pendeta, tetap menderita di tempat tahanan tanpa berperikemanusiaan. Orang Kristen di penjara karena memberitakan Injil, penghuni lain ada yang bertobat, jemaat-jemaat dimulai di penjara.

Ethiopia

Ethiopia (74,3 juta), Ibukota Addis Abeba (3 juta), agama: Ortodoks 57%, Islam 31%, Kristen 20%, Animisme 3%. Tetap gedung-gedung gereja diserang oleh musuh Injil. Kurang ada perlindungan. Di seluruh negara dan di antara semua agama pengaruh sihir dan penyembahan roh berkembang.

Kenia

Kenia di daerah perbatasan Somalia orang Kristen sering diserang oleh orang fanatik.

Somalia

Somalia (8,3 juta), Ibukota Mogadishu (1,2 juta), agama Islam. Jumlah orang Kristen di Somalia diperkirakan tidak melebihi 100 orang dari 8 juta penduduk Somalia. Kelompok bersenjata Shabab yang menguasai sebagian besar Somalia telah bertekad untuk membinasakan mereka. Terus-meneruskan orang Somalia mengungsi lewat lautan ke tanah Arab, karena tidak bertahan dalam kekacauan di dalam negara sendiri. Di situ mereka bisa dijangkaui dengan Injil, mereka mendapat bahan Injil dalam bahasa mereka.

Tanzania

Tanzania (33 juta), Ibukota Dodoma (0,3 juta), kota lain: Dar es Salaam (3 juta), agama: Islam 32%, Katolik 32%, Kristen 20%, Animis. Di kepulauan Zansibar hampir semua penduduk beragama Islam, kepulauan ini dikuasai oleh orang Islam. Di kepulauan Zanzibar ada satu gereja yang tidak bisa berbakti karena ancaman dan disuruh meninggalkan pulau itu. Satu gereja lain tidak bisa mendapat gedung untuk berbakti, satu gedung sederhana untuk sementara dihancurkan oleh musuh Injil. Gereja-gereja di kepulauan Zansibar perlu sehati dan ketabahan dalam berbagai kesusahan.

Afrika Selatan

Afrika Selatan (47 juta), kota-kota besar: Pretoria (2 juta), Cape Town (2,9 juta). Bapak N dan Ibu N sekeluarga sibuk mengunjungi kawan lama, juga pergi ke rumah sakit dan bicara dengan pasien yang termasuk kelompok target. Mereka juga memulai dengan PA di antara orang Indonesia yang tinggal di Cape Town.