Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

Loading

You are here11. Pelajaran Berkelompok

11. Pelajaran Berkelompok


Menurut pengalaman, penginjil-penginjil pribadi sering diundang untuk memberi renungan di kebaktian-kebaktian rumah tangga dan pada pertemuan-pertemuan lain. Inilah kesempatan yang baik untuk penginjilan.

Di samping melayani kelompok-kelompok tersebut sebagai seorang tamu, saudara sendiri akan mengelompokkan orang-orang yang baru percaya itu, untuk menghemat waktu dalam tugas pelanjutan.

DUA MACAM KELOMPOK

Jangan saudara sengaja mencampuri orang yang belum percaya dengan mereka yang sudah menerima Yesus. Orang-orang yang baru percaya membutuhkan pelajaran-pelajaran Alkitab untuk peneguhan kehidupan imannya. Mereka akan dirugikan kalau kelompok itu dipakai untuk menjelaskan Injil terhadap seribu satu macam pertanyaan orang yang masih bingung (Ibrani 6:1-2). Saudara harus terang-terangan mengatakan bahwa bagi orang yang belum menerima Kristus, belum waktunya masuk ke dalam suatu kelompok peneguhan. Pikiran mereka harus terlebih dahulu diperbarui dalam Kristus sebelum mereka dapat mengerti bahan yang akan dipelajari itu (Yohanes 3:31; I Korintus 2:14).

Kalau saudara merasa terdorong untuk menginjili secara kelompok Alkitab, bentuknya dua kelompok terpisah, satu antaranya untuk penginjilan dan yang lain untuk peneguhan. Segera setelah seseorang menerima Yesus, pindahkan dia ke dalam kelompok peneguhan itu.

A. KELOMPOK-KELOMPOK PENEGUHAN

Corak-corak dan bahan pelajaran untuk kelompok-kelompok peneguhan telah dibicarakan dalam pelajaran-pelajaran delapan dan sembilan. Yang berikut hanyalah sekedar penjelasan mengenai beberapa segi teknis dari pelayanan berkelompok itu.

Kumpulkanlah mereka dalam kelompok-kelompok kecil. Janganlah lebih dari enam orang dalam satu kelompok. Kalau satu kelompok menjadi terlalu besar, maka satu atau dua orang akan menyombongkan dirinya terhadap yang lain dengan berdebat. Empat atau lima orang masih dapat belajar bersama-sama tanpa kesulitan itu, dan masing-masing memperoleh faedahnya dari pelajarannya.

Kalau tempat mengijinkan, lebih banyak orang dapat dikumpulkan dengan acara berikut: Semua bernyanyi bersama-sama. Kemudian kelompok besar itu dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang intim untuk pelajaran Alkitab dan doa.

B. KELOMPOK PENGINJILAN

Sebaiknya jangan saudara sendiri mengusahakan suatu "kelompok penginjilan." Kelompok itu pasti dihadiri oleh yang suka berdebat saja. Hasil penginjilannya akan sedikit sekali.

Untuk penginjilan berkelompok, sebaiknya saudara hadir sebagai tamu saja. Kelompok-kelompok pergaulan biasa dan ormas-ormas merupakan kesempatan yang baik. Saudara boleh menawarkan diri untuk memberi penjelasan tentang Injil. Kalau mereka rela mengundang saudara, itu berarti bahwa saudara boleh berterus terang dan tegas menjelaskan Injil serta mengajak mereka untuk percaya. Apalagi kalau saudara hanyalah sebagai tamu dengan demikian saudara sangat menghemat waktu. Orang-orang lain yang harus mengurus tempat, makanan kecil dan sebagainya. Orang-orang lain itulah yang sibuk mengumpulkan teman-temannya. Ialah yang akan memberitahukan kepada bapak R.T. dan sebagainya.

1. Ciri-ciri kelompok-kelompok Penginjilan.

  1. Penginjilan berkelompok sifatnya lain dengan penginjilan pribadi. Dalam penginjilan pribadi saudara harus mencari jalan untuk menuju kepada Injil. Tetapi dalam kelompok, mereka sendirilah yang sudah meminta penjelasan sehingga saudara boleh langsung menuju kepada Injil itu.
  2. Kalau saudara diundang sebagai tamu, biasanya tidak akan ada reaksi negatip terhadap penjelasan saudara. Tentu saja sebagian orang-orang tidak akan mau menerima Injil itu tetapi mereka tidak dapat mempersalahkan saudara, mereka sendiri yang telah mengundang saudara, bukan? Injillah yang ditolaknya.
  3. Sebaiknya renungan diberikan secara bebas. Janganlah membekukan kesempatan ini dengan berkotbah. Berusahalah membawa suasana kepada "percakapan terpimpin," sehingga para hadirin diikut sertakan dalam pokok-pokok pemberitaan itu. Kalau suasananya telah bebas, para hadirin tidak akan malu mengaku suatu kebutuhan rohani mereka.
  4. Selalu sediakan sebuah renungan yang jelas dan tertib sebagai permulaan. Tetapi janganlah ikatkan diri saudara pada batas- batas renungan tersebut.

Kalau kelompok itu tetap kaku, renungan itu boleh dipakai terus. Kalau suasana mulai bebas, lekas berpindah dari renungan itu dan masuk ke dalam ruang tanya jawab. Seringkali terjadi bahwa seseorang mempunyai suatu persoalan tertentu yang menghalangi penerimaan terhadap Yesus. Kalau pertanyaan itu terjawab, ia akan menjadi terbuka terhadap Injil. Tetapi saudara harus dapat menghindarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak serius. Kalau sudah tercapai suasana bebas dalam ruang tanya jawab ini, dengan segera kemukakan sebuah persoalan yang hidup bagi kelompok itu, sehingga saudara dapat beralih kepada suatu penjelasan Alkitab yang tepat.

2. Cara pengajakan dalam kelompok.

Pengajakan harus diberi dengan tenang dan sopan. Dalam kelompok-kelompok yang kecil, seseorang akan malu menonjolkan diri di hadapan teman-temannya seandainya diajak untuk tampil ke depan. Itulah sebabnya harus ada kebebasan dalam kelompok-kelompok penginjilan. Kadang-kadang suasana akan mengijinkan saudara untuk bertanya langsung kepada beberapa orang tua kalau mereka sudah menerima Yesus (bukan kepada pemuda/i terlebih dahulu).

Tetapi janganlah langsung melayani mereka di hadapan orang-orang lain. Kalau mereka belum lahir baru, janganlah bertanya kalau mereka "mau" lahir baru. Beritahukanlah bahwa setelah kebaktian selesai, mereka akan dilayani dari Firman Tuhan secara pribadi. Pada waktu beramah-tamah mereka dapat ditolong sedemikian rupa untuk menghilangkan keragu-raguan mereka dan untuk memiliki perhubungan yang baik dengan Tuhan Yesus Kristus, dan tanpa ditonton oleh orang-orang yang kurang serius.

3. Suasana dalam kelompok-kelompok penginjilan.

Saudara harus rela menyesuaikan diri dengan suasana setempat. Kadang-kadang saudara akan merasa jengkel terhadap suatu kebiasaan yang tidak cocok dengan Firman Tuhan. Tetapi ingatlah, Roh Tuhanlah yang harus bekerja sedemikian rupa sampai mereka meresapkan Injil itu. Kalau saudara tidak dapat bersikap tenang terhadap hal-hal duniawi, saudara tidak dipakai oleh Roh Kudus dalam penginjilan berkelompok.

Sikap yang positip selalu dihargai. Meskipun saudara menjelaskan Injil dengan sempurna, kalau saudara bersikap murung dan kecewa mereka tidak akan menerima berita itu; bahkan saudara akan lebih menjauhkan mereka, untuk tidak mau menerima penjelasan Injil dari penginjil yang lain pada kemudian hari. Kalau mereka bertindak untuk menerima Kristus, dengan sendirinya suasana itu akan mulai berubah. Saudara tidak diundang untuk menegur, melainkan untuk menjelaskan Injil.

Kalau saudara telah mengenal tempat itu, dan merasa bahwa saudara tidak dapat bertahan diri karena ada beberapa perkara yang mengganggu saudara, berbicaralah dengan tuan rumah. Tetapi percakapan itu harus diadakan sebelum saudara berjanji untuk menghadirinya. Saudara boleh meminta batas-batas waktu dan ketentuan-ketentuan lain asal semuanya itu diurus oleh tuan rumah atau ketua kelompok itu sebelum mereka berkumpul. Tetapi bagaimanapun janganlah mempersoalkan hal-hal yang tidak penting. Janganlah lupa bahwa saudara adalah tamu dan tidak mempunyai hak untuk mengacau acara mereka. Segala instruksi dan larangan harus berasal dari tuan rumah atau yang memimpin acara. Kalau saudara mengetahui suasana di tempat itu terlalu ramai karena gangguan anak-anak, mintalah agar disediakan papan tulis atau bawalah alat-alat peraga. Kalau berita dari saudara cukup menarik, maka anak-anak itu akan menaruh perhatian juga.

RESAPKANLAH PELAJARAN No. 11

  1. Bagaimanakah sikap anda sampai sekarang ini? Pernahkah anda mengeluh atau mempersulit orang-orang lain karena perkara-perkara yang sebenarnya tidak berarti?
  2. Daftarkanlah 10 pokok pelajaran yang tepat untuk kelompok-kelompok penginjilan dan 10 pokok yang lain untuk kelompok-kelompok.
  3. Selidikilah setiap nats Alkitab yang disebut dalam buku ini untuk memperluas pengertian anda terhadap Firman Allah.